
...Bab 35. Dungeon Raid King Demon Cat....
Saat aku bersama Kelvin pergi ke Raid gabungan Dungeon Rank B yang tentu saja saat ini aku pergi sebagai Poter.
Dalam Dungeon rank B ini, ada beberapa monster lemah yang menghalangi namun, bagi para hunter itu sangat mudah dikalahkan.
Arya sendiri berjalan paling depan membimbing Hunter yang lain yang mana Dungeon itu sangat lah gelap.
"Bagi para magician, gunakan sihir penerang!" seru Arya dari depan barisan.
"Baik," jawab beberapa Hunter yang sontak membuat penerangan.
Aku bersama Kelvin berjalan dibarisan paling belakang dan melihat kekompakan nya membuat ku tersenyum kecil lantaran aku tidak menyangka Arya memiliki bakat pemimpin yang bagus.
Beberapa saat kemudian, aku pun menghentikan langkah karena mendengar sesuatu.
Kelvin sontak melihat ku dan bertanya, "Ada apa, Kak Rizal?"
"Mereka datang."
Mendengar jawaban ku, Kelvin sontak berteriak, "Semua berhati-hatilah, ada yang datang!"
Mendengar peringatan Kelvin, semua Hunter berhenti dan tidak hanya itu, suara langkah monster lebih banyak.
Memahami itu, aku pun menghela nafas panjang.
Sesaat kemudian, langkah kaki semakin terdengar dan tiba-tiba sosok kucing hitam yang bertubuh satu meter datang lalu, lompat menyerang para Hunter.
"Mweong!" geram kucing hitam.
[Demon Black Cat.]
Dan, demon cat itu tidak sendiri melainkan sangat banyak hingga kami terkepung.
Memahami situasi itu, Arya sontak memberikan perintah.
"Semua, Serang!"
"Baik," jawab serentak para Hunter.
Lalu, pertarungan pun dimulai. Para Hunter pun cukup terampil melawan para demon Cat itu hingga aku tidak perlu turun tangan.
"Kita berhasil!"
"Yoshha!"
...
Beberapa seruan senang para Hunter saat mengalahkan beberapa kucing demon.
Tidak lama kemudian, muncul sosok kucing yang mengenakan baju zirah dengan tinggi 4 meter datang. Lalu, dia menyembuhkan dan membangkitkan kembali kucing demon yang sudah mati.
Beberapa Hunter pun terkejut dengan kemampuan kucing besar.
"Tidak mungkin!"
"Sial! Mereka tidak ada habisnya!"
....
Keluh beberapa Hunter yang terus bertarung dengan Demon cat.
Kelvin yang melihat pertarungan yang begitu sengit membuatnya ingin menolongnya.
“Saya akan menolong kalian!” seru Kelvin.
Melihat itu, aku pun menghentikan nya.
"Kelvin, berhenti! Jangan bantu mereka!"
Kelvin yang mendengar itu, dia pun terheran. "Kak Rizal, kenapa tidak boleh?"
"Simpan tenaga mu untuk melawan kucing yang berpakaian armor dan dia masih bersembunyi!"
Tidak lama kemudian, sosok kucing demon berzirah itu pun lompat keluar seraya melesatkan serangan cakaran nya dari sisi samping ku yang membuat beberapa Hunter terkena serangan telak dan terluka.
Dia bernama ...
[King Black Demon Cat.]
Arya yang melihat monster itu membuat dirinya tersenyum.
“Pertarungan sesungguhnya dimulai! Kelompok 1, 2. Serang!” seru Arya.
“Baik!”
Beberapa Hunter pun mengayunkan senjata nya dan mulai menyerang King Black Demon Cat.
Tang! Dung! Bur!
Serangan bertubi-tubi dilesatkan oleh para Hunter kepada King Black Demon Cat.
“Mweounngggg!” teriak monster kucing hitam dan dia pun memunculkan banyak kucing demon yang muncul dari tanah.
“Kelompok 3, 4, 5! Hadang kucing Demon itu!” seru Arya.
“Baik,” jawab serentak pemain termasuk Kelvin.
Kelvin pun langsung bergerak dan mengeluarkan pisaunya setelah itu, dia mengeluarkan skill nya.
“Back Stab!”
Kelvin mengeluarkan skillnya dan dalam sekejap dia berada di belakang kucing bayangan dan menusuknya.
Disaat Kelvin berhasil mengalah beberapa kucing demon, dia pun melihat ku. "Kak Rizal, kenapa belum ada pergerakan?"
"Aku hanya ingin memperhatikan nya dahulu."
Benar, saat ini aku tengah menganalisa pertarungan yang mana ada yang sedikit aneh.
Kenapa Arya tidak pernah mengeluarkan skill nya satu kali pun? Apa yang kamu pikirkan, Arya?
"Kak Rizal, maaf! Mana ku habis dan ... Kita terkepung!"
Mendengar itu, aku pun menyadarkan lamunan dan melihat sekeliling yang mana kucing Demon sudah mengepung ku dan Kelvin.
Lalu, aku pun memegang bahu Kelvin dan memberikannya senyuman kecil. "Kerja Bagus! Selanjutnya, giliran ku!"
Sesaat kemudian, kucing demon sontak melompat secara bersamaan namun, aku pun memanggil beberapa pasukan bayangan.
"Shadow Assassin. Bunuh mereka semua!"
Seusai memberikan perintah itu, Shadow Dandy dan Shadow half vampir keluar lalu, membunuh semua kucing demon dalam sekejap.
Pertarungan Shadow itu menarik perhatian Arya dan menoleh kearah ku dan dia tersadar akan sesuatu.
"Rizal? Apakah dia seorang Summoner?"
Meski mendengar komentar itu, aku pun mengabaikan nya. Lalu, aku memanggil Shadow Sarah.
"Sarah, berikan penyembuhan kepada mereka semua!"
Sarah pun menganggukkan kepalanya dan memberikan sihir penyembuhan kepada semua Hunter yang berada disana.
Meski awalnya mereka takut dengan sosok Sarah namun, mereka pun tersadar bahwa sosok monster bayangan yang menyembuhkan nya bukan lah monster jahat melainkan monster pemanggil dari ku.
"Didalam Raid yang ku ikuti! Tidak akan kubiarkan ada yang mati lagi didalam Dungeon!"
Aku berkata seperti itu karena aku tidak akan mengulang kesalahan yang sama saat satu party dengan Permatasari dan Sarah.
"Kak Rizal, semangat!" seru Kelvin.
Aku pun tersenyum kecil.
Setelah itu, aku melihat kearah Arya dan ketiga rekan nya sedang melawan king Demon Cat itu dengan beberapa skill nya yang sebelumnya tersimpan meski begitu, skill mereka tidak bekerja dengan baik bahkan tidak melukai king Demon Cat tersebut.
Lalu, disaat yang bersamaan mereka pun terhempas oleh serangan King Demon Cat tersebut.
Saat itu, mereka sadar bahwa ada monster bayangan didekat mereka hingga membuat mereka terbujur kaku.
"Kalian mundur lah, biar aku yang menghadapi dia."
Lalu, salah satu Hunter di dekat Arya memberikan komentar jelek.
"Cihh! Memang apa yang bisa dilakukan dari Rank F."
Mendengar itu, aku tersenyum kecil.
"Aku tidak seperti kalian. Diam dan lihatlah!"
Hunter itu pun sontak kesal, "Apa?!"
Namun, kekesalan dirinya dihentikan oleh Arya. Lalu, Arya melihat kearah ku. "Rizal, ku percaya kan kepada mu!"
Aku pun menjawab nya dengan senyuman kecil begitu juga Arya.
Setelah itu, aku kembali menghadap King Demon Cat yang mana aku pun ingin coba skill yang baru kudapatkan dan teknik baru dengan memanggil Alter.
"Alter."
Sesaat kemudian, keluarlah sosok bayangan berbentuk manusia yang terlihat hanya mulut dan kedua mata nya saja. Lalu, dia berdiri di samping belakang ku.
"Alter, kita selesaikan dalam satu serangan!"
"Baik, Yang Mulia!"
Lalu, aku mengeluarkan Greed dan merubah nya menjadi Dual Dagger. Namun, berbeda dengan Alter. Dia mengunakan rantai.
"Mulai!"
Sesaat mengatakan itu, aku pun berlari dengan kecepatan tinggi dan disaat yang bersamaan, Alter mengunakan skill yang sama dengan ku.
"Whip Skill. Bind."
Sesaat mengatakan itu, rantai yang dipegang Alter bergerak dan melilit King Demon Cat.
Melihat itu, aku juga melesatkan skill yang baru ku pelajari.
"Dual Dagger Skill. Mutilation."
Dengan mengunakan skill ini, aku pun membantu menebas ke beberapa titik vital yang membuat nya mati seketika serta terpotong beberapa bagian.
Semua Hunter yang ada disana hanya bisa terperangah melihat teknik yang kugunakan dan serangan itu pun mengakhiri nyawa dari King Demon Cat.
Melihat kemampuan nya yang cukup menarik, aku pun memutuskan untuk membangkitkan nya.
"Resurrection."
Sesaat kemudian, muncul sosok king Demon Cat yang memiliki bulu dan jubah bayangan yang berkobar seperti api. Lalu, nama pun berubah.
[Shadow King Demon Cat Lv. 2 / Rank: Elite Knight.]
Seusai proses itu selesai, Kelvin menghampiri ku.
"Kak Rizal, kakak tidak apa-apa?"
"Iya, aku baik-baik saja," jawab santai ku.
Setelah itu, aku pun menghadap Arya dan beberapa rekan lainnya.
"Kami akan pergi dan jangan lupa bayar biaya keikutsertaan kami!"
"Iy .. Ya, Rizal. Kamu tidak perlu khawatir," jawab Arya.
"Dan, satu lagi. Harap rahasia kemampuan Summoner ku ini!"
"Ba-Baik!" jawab serentak para hunter yang ada di Goa.
"Terimakasih."
Sesudah aku pun pergi meninggalkan Goa bersama Kelvin.