Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 45. Dollmancer Trazila



...Bab 45. Dollmancer Trazila....


Saat ini aku masih didalam Green Dungeon bernama Elf Tree, sebuah pohon yang diperuntukkan pelatihan para Elf.


Namun, aku sedikit kecewa karena monster ataupun penjaga Dungeon ini sangat lemah terlebih lagi saat melawan Homunculus yang mati hanya dalam satu pukulan.


Mungkin, aku secara tidak sengaja memukul inti kristal nya.


Meski begitu, aku merasa sedikit iba kepada nya dan maka dari itu, aku memutuskan untuk membangkitkan nya kembali.


"Resurrection."


Sesaat kemudian, keluar lah sosok yang sama dengan nya namun, dirinya memiliki kulit ungu, zirah hitam dan bermata cahaya yang mana ini menandakan bahwa dia telah berubah ras.


[Shadow Homunculus Lv.1 / Rank: Normal.]


Setelah bangkit, dia pun berlutut didepan ku. Lalu, aku berbicara kepada nya dengan mengunakan Skill Shadow Share.


"Nona Homunculus, maaf. Seperti aku telah menganggu hari tenang kalian."


"Tidak sama sekali, Tuan. Saya terharu bisa melayani anda," ucap Shadow Homunculus.


Mendengar itu, aku pun tersenyum kecil. "Nada bicara mu tidak berubah. Kalo, bimbing aku ke lantai puncak untuk menemui master mu sebelumnya!"


"Baik!"


Setelah itu, aku melanjutkan langkah dengan arahan Shadow Homunculus hingga tiba di Pintu lantai 30.


"Tuan, berhati-hatilah! mulai dari sini tantangan tersulit akan dimulai!"


"Iya. Aku akan waspada!"


Seusai itu, Shadow Homunculus membuka pintu yang mana kami disambut oleh Hall yang berisikan puluhan boneka armor dengan berbagai senjata.


Saat kehadiran ku, mata Meraka yang awalnya hitam berubah menjadi merah. Lalu, memasang kuda-kuda untuk bertempur.


Memahami situasi itu, aku pun mengeluarkan beberapa pasukan bayangan kelas normal dan Elite.


"Mari kita mulai pestanya!"


Dan, pertarungan pun dimulai yang mana puluhan boneka Armor dikalahkan dengan mudah oleh pasukan bayangan dan setelah nya, aku membangkitkan nya dengan mengunakan Skill Resurrection.


Lalu, puluhan boneka Armor bangkit kembali dan aku melanjutkan langkah akan tetapi dilantai selanjutnya aku menghadapi boneka armor lagi yang lebih banyak dan itu terus menerus sampai ribuan jumlah nya di lantai 38 dan bahkan jumlah Resurrection sudah mencapai maksimal.


Dan, karena lantai yang tidak masuk akal itu. Sistem memberitahu hasil nya.


Ding!


[Anda telah naik level.]


[Anda telah naik level.]


[Anda telah naik Level.]


[Anda mendapatkan 1 job poin.]


Sesaat melihat job poin, aku sontak meningkatkan job Shadowmancer hingga naik ke level 12.


Ding!


[Anda berhasil meningkatkan skill Resurrection menjadi 410 unit.]


[Anda berhasil meningkatkan skill Save Shadow menjadi 205 unit.]


Lalu, dilantai 39. Aku berhadapan dengan boneka naga Mystril yang mana dia mampu menghancurkan semua boneka yang telah ku bangkitkan kecuali Shadow Homunculus yang mana dia memberikan ku saran.


"Ini bahaya, Tuan harus pergi!" seru panik Shadow Homunculus sesaat aku mengunakan skill Shadow Share.


Aku pun menjawab dengan senyuman. "Tidak perlu, aku memiliki banyak pasukan kuat.


Seusai mengatakan itu, aku melangkah kedepan dan memanggil Saka.


"Saka, tunjukan kemampuan mu!"


Tanpa membuat waktu lagi, Saka berlari dengan kecepatan tinggi lalu, memotong boneka naga itu menjadi berkeping-keping dan ditangan Saka, pertarungan diselesaikan dengan mudah.


Setelah nya, aku pun membangkitkan nya.


"Resurrection."


Sesaat merapalkan itu, boneka naga Mystril pun berubah menjadi ....


[Shadow Doll Dragon Lv.1 / Rank: Elite Knight.]


Seusai itu, aku melanjutkan langkah dan tiba dilantai puncak yang mana ruangan itu merupakan ruang tahta dengan kursi yang besar ditengah nya.


Lalu, saat melangkah kedalam terlihat sosok Lich atau tengkorak yang mengenakan jubah hitam duduk di kursi tahta tersebut.


Sesaat aku datang, Lich itu sontak menyambut ku.


"Selamat datang wahai pahlawan!"


Mendengar itu, aku menghela nafas panjang. "Aku bukan pahlawan. Aku seorang Hunter."


"Oh, Hunter. Dimata ku sama saja," jawab Lich.


Lalu, aku memperhatikan dengan seksama itu dan menyadari sesuatu.


"Penglihatan mu bagus. Benar, aku Trazila seorang Dollmancer. Jadi, siapa kamu?"


"Aku Rizal. Seorang Hunter."


Saat mendengar itu, aku terkejut lantaran ini pertama kali nya ku mendengar bahwa ada nya job Mancer selain diriku. Namun, aku menenangkan diri.


"Jadi, apa yang harus kulakukan? Melawan mu kah?"


"Tidak akan tetapi melawan boneka terbaik ku!"


Sesaat kemudian, muncul lingkaran sihir yang memunculkan sosok boneka berambut merah dan beberapa gadis Homunculus secara bersamaan dihadapan ku.


"Anak-anak ku serang, Hunter itu!"


Sesaat kemudian, mereka pun menyerang secara bersamaan.


Melihat itu, aku pun memerintahkan Shadow Doll Dragon untuk melawan mereka namun, dia berhasil digagalkan oleh boneka berambut merah yang memiliki berbagai senjata di tubuh.


[Red Alpha Elite Automata.]


Selain itu, para gadis Homunculus lain nya berbeda dari sebelumnya yang mana mereka terlihat serius dan lebih kuat melawan ku dengan berbagai senjata yang pegang nya mungkin ini pengaruh dari mereka yang berjarak dekat dengan bos nya.


Memahami situasi itu, aku memanggil Alter dan Agni.


"Alter, Agni. Lawan mereka!"


Dengan kecepatan tinggi, mereka berdua mengalahkan semua Homunculus dengan cepat terkecuali boneka rambut merah yang mana dia mampu menahan semua serangan Alter dan Agni.


Memahami itu, aku pun mengetahui bahwa kemampuan automata itu berada di tingkat lebih tinggi dari Alter dan Agni ditambah Buff yang diberikan dari master nya.


Maka dari itu, aku pun memanggil Saka untuk membantu nya dan aku juga turut ikut serta meski terlihat curang namun, aku harus kembali ke bumi.


Pertarungan empat lawan satu pun terjadi.


Diawali dengan serangan ku yang coba mengikat nya.


"Whip Skill. Bind."


Greed pun memanjang dan mengikat Red Automata dan disaat yang bersamaan, Saka, Alter dan Agni melesatkan serangan ketiga arah.


"Kamu terlalu naif, Shadowmancer," ucap Trazila.


"Apa?"


Sesaat kemudian, Red Automata bertukar tempat dengan Homunculus hingga posisi Homunculus menjadi yang terikat dan terbunuh.


"Jika kamu pikir dia bertarung sendiri maka kamu salah besar," ucap Trazila.


Lalu, Trazila mengeluar puluhan benang dan sontak menempel pada beberapa Homunculus yang sudah dikalahkan.


Para Homunculus pun bangkit kembali oleh benang itu dan bertarung kembali.


Melihat itu, aku sontak mengeluarkan beberapa pasukan bayangan ku yang lain untuk menghadapi nya. Namun, pergerakan dan kemampuan dari para Homunculus itu pun meningkat tajam hingga membuat pasukan bayangan kesulitan.


Disisi lain, Red Automata juga menjadi lebih kuat.


Memahami itu, aku tersadar kemampuan Mancer memang luar biasa dan aku sempat meremehkan nya diawal masuk dungeon ini.


Lalu, aku pun memutuskan untuk melawan mereka dengan mengunakan strategi yang matang.


Pertama, aku pun memanggil Shadow Great Spider dan aku memerintahkan nya untuk membuat jaring di seluruh ruangan untuk mempersempit ruang dan menghalangi benang dari Lich Trazila.


Jaring yang dikeluarkan nya itu pun bukan lah jaring biasa yang mana jaring itu ialah jaring hitam yang memiliki kelengkeng yang lebih dan elastis hingga para Homunculus dan Red Automata kesulitan untuk bergerak.


Melihat itu, Trazila memuji ku. "Strategi yang bagus."


Saat mendengar nya, aku tersenyum kecil. "Tapi, tidak berhenti di sini! Ayo Saka, Alter!"


Lalu, kami bertiga yang sontak melesatkan serangan cepat dan menebas Red Automata yang masih kesulitan untuk bergerak karena lengkeng nya jaring dan terputus koneksi benang dari Trazila.


Disaat itu juga melihat Red Automata yang melemah, Alter, Saka dan Agni pun tidak membuang waktu dan sontak menyerang Red Automata dengan mengunakan skill mereka masing-masing.


Hingga membuat Red Automata terkena serangan telak dan menusuk inti dari nya hingga membuat red Automata mati.


Melihat itu, Trazila terdiam dan tertegun-tegun. Disaat itulah, aku yang sudah mengunakan skill Stealth mendekati Trazila dengan kecepatan tinggi dan menusuk inti kristal yang berada di dada nya.


Lalu, aku menampakkan diri didekat nya hingga membuat nya terkejut namun, dia pun tidak marah melainkan tertawa.


"Hahaha ... akhirnya. Setelah ratusan tahun ada yang mampu membunuh ku. Terimakasih Hunter Rizal."


"Sebegitu nya kah kamu ingin mati?"


"Iya. Namun, aku tidak membiarkan orang lemah dan bodoh mewariskan kekuatan ku ini dan hidup ku yang penuh derita ini akan usai." Trazila melihat kearah atas. "Istri ku yang tercinta, aku akan menyusul mu!"


Sesaat kemudian, Trazila berubah menjadi butiran cahaya hijau dan ditengah itu, Trazila melihat ku. "Hunter Rizal, gunakan lah kemampuan mu untuk melindungi orang yang kamu cintai dan sayangi."


Mendengar itu, aku tersenyum dan menganggukkan kepala.


"Yasudah, aku pergi dan ku titipkan anak-anak ku kepada mu!"


Seusai mengatakan itu, Trazila berubah menjadi butiran cahaya seutuhnya.


Ding!


[Anda telah berhasil membunuh Bos Dungeon - Dollmancer, Trazila.]