Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 28. Titipan untuk sang Adik



...Bab 28. Titipan untuk sang Adik....


Didalam Shadow Dungeon, aku tidak hanya mengunakan waktu disana untuk berlatih bela diri saja namun, aku juga mengunakan nya untuk belajar dan membaca beberapa buku seperti belajar bahasa, ekonomi bahkan politik.


Ditengah membaca, Shadow Sarah menghampiri ku dengan membawa teh dan beberapa kue yang mana beberapa bahan makanan itu sudah ku siapkan dan tersimpan di gudang Istana Shadow Dungeon. Meski para ras Shadow tidak perlu makan dan minum namun, semua makanan dan air disana untuk ku atau tamu yang membutuhkan nya.


Lalu, Shadow Sarah pun menaruh cangkir dan kue.


Aku menghentikan membaca dan menghadap Sarah, "Terimakasih, Sarah."


Shadow Sarah tersenyum kecil dan menundukkan kepalanya.


Lalu, Shadow Sarah yang belum memiliki kemampuan komunikasi. Aku pun mengunakan Skill Shadow Share untuk berbicara dengan nya.


"Sarah, duduklah!"


Tanpa ada keraguan, Shadow Sarah duduk disamping ku.


"Bagaimana kehidupan disini?"


"Saya cukup nyaman, yang mulia. Terimakasih. Tapi, saya ... khawatir. Adik saya ditinggal seorang diri. Kami sudah lama tidak memiliki orang tua dan selalu hidup berdua ..." Lalu, Sarah melihat kearah ku. "Yang Mulia, bisakah saya meminta anda untuk membantu adik ku?"


"Membantu apa?"


"Sebentar lagi, adik saya akan lulus sekolah menengah atas dan ingin membantu mencari guru privat. Bisakah Yang mulia membantu nya?"


Aku pun tersenyum kecil, "Iya, aku akan membantu nya."


Setelah itu, aku pun pergi ke apartemen milik Sarah yang dimana dirinya tinggal berdua namun, sejak meninggalnya Sarah.


Paman dan bibinya memutuskan untuk mengasuh dan menjenguk nya di waktu luang dan pada sore harinya, aku bertemu dengan mereka semua termasuk adiknya Sarah di apartemen nya.


"Oh, begitu. Jadi, Sarah sempat bertemu guru private untuk Fay," ucap pria dewasa yang merupakan paman nya Sarah.


Lalu, wanita dewasa datang dan memberikan sepiring buah apel yang sudah terkupas.


"Wuahh ... saya tidak menyangka Sarah memiliki teman yang tinggi dan tampan. Lalu, bersedia menjadi guru privat," sambung bibi nya Sarah dengan senyuman kecil.


Aku pun menjawab dengan senyuman kecil. Lalu, aku teralih pada gadis imut yang memiliki rambut panjang. Dia Fay.


"Ngomong-ngomong, Apakah kamu Adik nya Sarah, Fay?"


Fay pun menunjukkan kepala nya dengan wajah yang merah seraya menjawab terbata-bata.


"Y- ... Ya ... Aku Fay."


"Senang bertemu dengan mu. Aku Rizal dan aku akan menjadi guru pembimbing mu mulai hari ini. Aku mendengar kamu ingin masuk ke universitas New Indonesia, bukan?"


"Y-.... ya ... Itu benar."


"Kamu kelas 12, kan? Aku ingin memeriksa nilai mu terlebih dahulu sebelum memulai kita memulai tes!"


Fay pun terkejut saat mendengar permintaan ku, "Ah, nilai ku?"


Lalu, Fay memberikan ku hasil nilai transkrip saat melakukan tes uji coba masuk universitas yang mana saat aku melihat nya nilai nya sungguh buruk dengan nilai rata-rata nya 6.


Saat ku periksa nilai itu, Fay hanya menundukkan kepala dan menutup mata. "Maaf, kak. Nilai ku jelek semua."


Sesaat kemudian, paman Sarah beranjak diri dan pergi. "Saya berangkat kerja dulu. Terimakasih, Rizal!"


Sang bibi sontak panik, "Oiya, saya juga ingin berbelanja. Rizal, saya titip Fay ya!"


Lalu, bibi nya juga meninggal ku dan Fay berdua saja di rumah.


Fay pun terdiam hanya menundukkan kepalanya.


"Tidak masalah. Aku janji selama kamu belajar dengan tips yang kuberikan kamu akan mendapatkan nilai yang bagus."


Fay sontak melihat ku dengan senyuman senang, "Sungguh, kak Rizal!"


"Iya. Tentu saja, ayo lakukan yang terbaik!"


"Oke!"


Lalu, aku dan Fay saling bertukar senyum dan aku memulai memberikan Les kepada Fay selama dua kali dalam seminggu.


Untung nya Fay itu lebih pintar dari yang kuduga dan cepat memahami pelajaran yang kuberikan.


Beberapa saat kemudian, jam les pun usai yang mana Fay sontak merenggangkan tangan nya keatas.


"Akhirnya, selesai!"


"Kerja Bagus, Fay!" puji ku.


Lalu, Fay melihat kearah ku dengan senyuman kecil. "Terimakasih kak Rizal."


Setelah itu, aku pun merapihkan buku pelajaran dan disaat yang bersamaan juga Fay sontak melihat ITube tentang Hawkeye.


"Kak Rizal, bukankah Hawkeye itu keren? Sebenarnya impianku menjadi seorang Hunter namun, kakak melarang ku yang pada akhirnya kakak meninggalkan ku disini karena pekerjaan," ucap Fay seraya melihat Video.


"Begitu. Jadi, impian mu menjadi seorang Hunter. Ngomong-ngomong, aku ini juga seorang Hunter meski masih berada di Rank F."


"Oh, benarkah!" ucap senang Fay.


Lalu, aku pun menjawab nya dengan anggukan kepala dan senyuman kecil. "Lalu, apa kemampuan sudah bangkit?"


"Iya, aku juga punya lisensi tapi aku takut untuk pergi ke tempat berburu." Lalu, Fay diam sejenak, "... Jadi, seperti yang kukatakan ... Jika, aku mendapatkan nilai bagus dalam tes, apakah kak Rizal mau menemani ku menjalankan misi Hunter?"


"Tidak masalah tapi jika Fay berhasil masuk ke universitas dan aku pasti akan membawa Fay ke sana."


Mendengar itu, Fay sontak bersemangat. "Benarkah?!!"


"Iya, aku juga tahu beberapa tempat yang aman."


Lalu, Fay memberikan jari kelingking kanan nya. "Baiklah, kak. Berjanjilah pada ku."


Aku pun tersenyum kecil dan menerima kelingking nya.


"Iya."


Lalu, aku dan Fay saling bertukar senyum dan janji kelingking.


Beberapa hari kemudian di suatu malam, aku mendapatkan panggilan telepon dari paman nya Sarah.


"Rizal, apakah Fay ada bersama mu?"


"Tidak ada. Memang ada apa, paman?"


"Sudah tengah malam ini. Fay, belum juga pulang. Saya dan bibi nya jadi panik. Seluruh teman nya juga tidak tahu dimana Fay berada."


"Baiklah, paman. Bibi. Kalian tidak perlu cemas, aku akan membantu."


"Tolong ya! Jika sudah ditemukan kabari kami!"


"Iya."


Setelah itu, panggilan tertutup dan tanpa berpikir panjang, aku sontak memanggil 33 Shadow Direwolf.


"Semua nya, cari keberadaan Fay!"


Sesaat memberikan perintah itu, mereka sontak berlari dengan kecepatan tinggi.


Beberapa menit kemudian, salah satu Shadow Direwolf menemukan nya dan dia memberitahu lokasi dengan skill Shadow Share.


Yang mana berlokasi di gudang kosong dengan beberapa pemuda disana sedangkan, Fay terikat tali diatas dan juga pakaian sudah setengah terbuka.


Tanpa membuang waktu, aku ke lokasi itu dengan kecepatan tinggi.


Di gudang itu, Fay sudah bangun dan dia hendak berontak namun, tidak bisa karena tangan dan kaki nya terikat serta mulut nya tertutup kain.


Lalu, ada pemuda botak yang sangat nafsu ingin menjamah Fay.


"Gadis kecil, jangan berontak. Mari kita main-main sebentar!"


Melihat itu, Fay semakin berontak namun, tetap tidak bisa.


Disisi lain, rekan-rekan dari pemuda botak tertawa senang seakan-akan menunggu giliran untuk memangsa Fay.


Aku yang sudah tiba di lokasi sontak mengagetkan mereka dengan memukul gentong kosong.


Tang!


Mendengar itu, pemuda botak dan rekan-rekan sontak melihat kearah ku yang mana saat ini, aku juga menunjukkan diri dengan mengenakan topeng, topi dan pakaian serba hitam atau berpenampilan Hawkeye.


"Bdebah! Siapa kamu?!" seru kesal pemuda botak.


Lalu, salah satu rekan nya mengenali ku. "D-Dia Hawkeye!"


"Hah, perstan! Kalian Hunter Rank D, bukan?! Cepat habisi dia!" seru pemuda botak.


Rekan-rekan nya itu sontak saling bertukar pandang dan tidak lama, mereka memulai serangan nya namun, aku yang melihat itu sontak mengeluarkan beberapa Shadow Direwolf.


"Bunuh mereka!"


Melihat serigala bayangan, rekan-rekan pemuda botak sontak berhenti dan ketakutan namun, terlambat. Para Shadow Direwolf langsung membunuh mereka dengan cepat.


Kejadian itu juga membuat pemuda botak ketakutan begitu juga Fay.


Melihat kesempatan itu, aku sontak memanggil Shadow Sarah dan hal itu membuat Fay terkejut dengan air mata yang menetes.


"Sarah, itu bagian mu."


Lalu, Shadow Sarah melancarkan skill nya.


"Death pain."


Sesaat merapalkan itu, pemuda botak sontak menjerit kesakitan dengan mulut, mata dan telinga mengeluarkan darah.


"Tolong ampuni aku! Apa kamu tidak tahu siapa aku?!"


Lalu, aku pun menghampiri pemuda botak itu dan membunuh nya dengan Greed dalam bentuk tombak yang membuat pemuda itu mati.


Setelah itu, aku memotong ikatan, membuka kain penutup mulut dan memberikan jaket ku.


Lalu, Fay sontak berlari dan memeluk Shadow Sarah. "Kakak! Aku merindukan mu! Wuahh.." ucap Fay dengan tangis tersedu-sedu.


Shadow Sarah melihat kearah ku dan aku memberikan kode dengan anggukan kepala. Melihat jawaban itu, Shadow Sarah sontak menerima pelukan Fay.


"Shadow Sarah, antarkan adik mu pulang kerumahnya!"


Shadow Sarah mengangguk kepalanya.


Disaat yang bersamaan, Fay berbalik badan dan melihat ku.


"Terimakasih, Tuan Hawkeye. Anda sudah menyelamatkan saya," ucap Fay seraya membungkukkan badannya.


Lalu, aku memperbesar suara ku untuk mengelabuhi suara asli ku.


"Berterimakasih lah kepada kakak mu. Dia yang meminta tolong kepada ku."


Fay sontak mengembalikan posisi dan melihat Shadow Sarah yang tersenyum.


"Dia tidak bisa berbicara namun, dia tetap bisa menemani mu malam ini."


"Terimakasih."


Setelah itu, Shadow Sarah mengantar Fay pulang dan aku pun pulang.


Pada malam itu, aku terlalu malas membangkitkan atau memakan jiwa orang mesum.


Maka ku biarkan mereka menjadi bangkai.