Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 55. Terimakasih



...Bab 55. Terimakasih...


Juan yang memiliki pekerjaan sebagai Kepala pengawasan sontak mengambil sikap melihat kemampuan Rizal yang sebenarnya.


Yang mana semua orang sibuk mengamati orang lain di sekitar mereka, Juan dengan cepat berjalan ke sisi Rizal, mengeluarkan kartu identitas dan menunjukkannya dengan bangga untuk dilihat semua orang.


Seusai itu, Juan memperkenalkan dirinya.


"Kami dari Divisi Pengawasan Asosiasi."


Mendengar itu, suka ria dari para Hunter berubah menjadi ketegangan kembali terkecuali Cindy seraya menghadap Juan dan mendengar apa yang di katakan nya?


"Identitas Hunter Rizal akan dijaga ketat oleh Asosiasi Hunter. Ini adalah informasi yang sangat rahasia yang tidak dapat diungkapkan kepada publik," ucap Juan.


Mendengar itu, Rizal terkagum dengan Juan yang mengerti keluh kesah nya dan omong kosong Juan yang terampil.


Tidak lama, Juan berbisik kearah Rizal.


"Kami akan membantu Anda menghindari keributan yang tidak perlu saat keluar dari tempat ini."


Rizal tidak tahu mengapa Divisi Pengawasan membantunya, tetapi karena mereka secara sukarela mengurus akibatnya serta tidak ada alasan untuk menolak bantuan nya.


Rizal pun menjawab dengan anggukan kepala.


Mengetahui jawaban itu, rekan Juan lainnya yang cerdas dengan cepat mengepung Rizal seperti pengawal.


"Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan kirimkan ke Asosiasi! Kami akan mengawal Hunter Rizal sekarang," ucap Juan terhadap Hunter lainnya.


Seusai mengatakan itu, Juan melihat kearah Rizal.


"Bisa kah kita pergi?"


Memahami situasi itu, Rizal pun sedikit terheran dan sebelum pergi, ada beberapa hal yang perlu diperjelas oleh nya.


“Kenapa kamu melakukan ini?”


Juan pun balik bertanya kepada ku, “Aku hanya kebetulan datang kesini dan Apakah kamu berpikir untuk mendaftarkan diri di Guild Garuda?”


Rizal pun menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


"Rizal, apakah kamu sadar bahwa apa yang kamu lakukan barusan adalah menunjukkan jenis kekuatan yang melebihi klasifikasi peringkat S di depan karyawan yang bekerja untuk Guild terbesar dan terkaya di New Indonesia. Jika Anda ingin menghindari hal-hal yang mengganggu dalam waktu dekat, metode ini adalah yang terbaik," jawab Juan.


"Terimakasih, seperti nya masalah ini berkat dirimu, kepala Juan."


"Sama-sama, Hunter Rizal."


Tidak lama kemudian, ada seseorang yang memanggil Rizal dari sisi samping nya.


"Tunggu!"


Mendengar itu, Rizal sontak menoleh ke sumber suara yang mana itu berasal dari Atha yang mendekati nya dengan dibopong oleh Hunter bertubuh besar.


Terlihat dari kondisi nya, semua luka luar Atha sudah pulih meski begitu wajah nya masih pucat lantaran diri nya kehilangan banyak darah.


Rizal yang melihat itu, dia menjadi sedikit khawatir.


"Lebih baik, kamu tidak perlu banyak bergerak dahulu."


Tanpa mendengar nasihat Rizal, Atha melepaskan diri dari bopongan. Lalu, membungkukkan badannya.


"Terimakasih. Berkat Anda, kita semua masih hidup. Atas nama tim penyerang, aku ingin mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya."


Hunter tim penyerang melihat pemimpin mereka membungkuk untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya dan akhirnya pun mengikuti nya.


"Jika bukan karena pria itu …."


"Dia penyelamat kita."


"Kalau begitu, aku seharusnya tidak berdiri seperti ini dalam keadaan bingung."


Para Hunter pun berebut untuk mendekat dan menundukkan kepalanya seraya mengutarakan isi hati nya.


"Terima kasih, Kak Porter. Tidak, maksudku, Kak Hunter."


"Jika bukan karena kamu, kami ..."


"Terima kasih, istriku tidak akan menjadi janda sekarang."


Seorang Hunter laki-laki muda yang menunjukkan tangannya yang gemetar ketika Atha memutuskan untuk menyerah menyerbu Dungeon ini. Lalu, dia pun mendekati Rizal dengan wajah menangis.


"Permisi, Kak. Itu karena aku sangat bersyukur jadi, bisakah aku memelukmu sekali ini saja?"


Tanpa mempedulikan ucapan Rizal, dia sontak Rizal dan Rizal sendiri mau tidak mau hanya bisa menerima nya.


Melihat itu, semua Hunter tertawa senang melihat sikap rekan nya tersebut.


Untuk pertama kalinya sejak memasuki Dungeon rank A ini, anggota tim penyerbu harus menertawakan isi hati mereka.


Rizal pun menatap para Hunter itu, merasa puas di dalam benak batin nya.


Dia tidak membantu para Hunter untuk sanjungan atau pujian mereka meski begitu ucapan terima kasih mereka yang tulus secara otomatis membawa senyum hangat ke bibirnya.


Lalu, Rizal melihat Gadis Healer yang menitipkan memo nya kepada nya.


Setelah itu, Rizal menghampiri dan memberikan memo nya.


"Ini aku kembalikan dan serahkan sendiri kepada keluarga mu."


"Maaf, aku jadi malu menerima nya. Terimakasih," jawab gadis Porter seraya menerima memo milik nya.


Rizal dan gadis Healer itu saling bertukar senyum.


"Ayo pergi!" seru Juan.


Rizal pun memulai langkah ke luar namun, di dekat pintu masuk langkah mereka terhenti lantaran Rizal ingin berbicara dengan Cindy.


"Hei, Cindy. Lama tidak berjumpa?" sapa Rizal.


"Hei. Rizal. Apa kabar?"


"Seperti yang kamu lihat."


Lalu, Rizal melihat kearah tangan nya yang mana Cindy tengah memegang beliung.


"Cindy, kenapa kamu membawa beliung?”


Tatapan Cindy melayang ke arah kepala beliung dan wajahnya mulai memerah. Dia buru-buru menjatuhkan beliung nya dan dengan hati-hati bertanya.


"Tidak. Aku hanya mengunakan senjata seadanya saja. Apakah aneh?" jawab pelan Cindy dengan menundukkan kepalanya.


"Tidak aneh. Lagipula, kamu luar biasa. Kamu datang kesini untuk menyelamatkan junior mu meski dihari libur."


Cindy tersenyum kecil saat mendengar nya.


Lalu, Juan memotong pembicaraan.


"Hunter Rizal, ayo kita pergi!"


Rizal pun melihat kearah Cindy, "Cindy, aku duluan! Sampai bertemu lagi!"


Cindy yang mendengar itu, dia mengangkat kepala nya dan melihat Rizal. "Iya, sampai bertemu lagi dan ... Terimakasih telah menyelamatkan junior ku."


Rizal pun menjawab dengan senyuman kecil dan anggukan kepala begitu juga Cindy. Lalu, mereka saling bertukar senyum.


Setelah itu, Rizal, Juan dan rekan Asosiasi pergi meninggalkan Dungeon dan setibanya diluar semua tim penambang terheran-heran serta berpendapat masing-masing namun, mereka tidak berani bertanya lantaran pengawalan ketat dari Juan dan rekan nya.


Lalu, Rizal pun diantar ke penginapan bahkan membiayai semua penginapan dan mengantarkan ku kembali dengan pesawat jet pribadi milik Asosiasi Hunter.


Merasakan semua fasilitas itu, Rizal pun menaruh curiga.


"Sebenarnya, apa yang diinginkan oleh Asosiasi Hunter hingga memberikan ku fasilitas seperti ini?"


"Tidak ada yang spesial. Hanya saja, kami ingin kamu melakukan pengujian ulang kemampuan Awakening mu!"


Mendengar itu, Rizal menjadi tambah curiga yang mana ada kemungkinan Asosiasi akan memanfaatkan nya jika dia berada di Hunter peringkat atas.


Namun, saat ini Rizal tidak bisa menghindari nya lagi. Kemampuan nya sudah diketahui oleh mata Juan sendiri. Maka, dia pun memutuskan untuk menyetujui nya.


"Baiklah, aku akan melakukan pengujian ulang di Metropolis Jakarta."


"Terimakasih, Hunter Rizal. Atas kerjasama nya!" jawab Juan.


Rizal dan Juan pun saling bertukar senyum.


Beberapa jam kemudian, mereka pun tiba di Metropolis Jakarta dan Rizal bahkan di antar sampai ke rumah nya dengan mobil mewah.


Setibanya di rumah, Rizal yang sudah sangat lelah. Dia sontak menjatuhkan dirinya diatas kasur.


"Ahh, hari ini sungguh melelahkan!"