
...Bab 109. Dungeon Treasure III...
Suara alunan musik gamelan menghidupkan semua boneka manusia yang ada disana dan mengepung ku.
[High Doll Human.]
Disaat yang bersamaan, Lunox memberikan pemberitahuan.
Ding!
[Master, anda memasuki Extra Dungeon.
Target: Kalahkan semua boneka.]
Melihat itu, aku pun tersenyum kecil.
"Ini sungguh menarik. Tapi ... Aku juga tidak sendiri," ucap ku seraya memanggil beberapa pasukan bayangan seperti Soul Shadow Doll Knight, Doll Infantry dan Direwolf.
Sesaat para boneka itu hidup, mereka sontak menyerang ku namun, pada Soul Shadow menahan mereka dan menyerang balik.
Dan, petarung pun terjadi.
Boneka High Doll Human sangatlah kuat yang mana dia mampu mengimbangi Soul Shadow rank Normal dan Normal+ meski begitu ...
"Pasukan tidak akan menyerah!" Aku merapalkan skill ku, "Shadow Authority."
Sesaat merapalkan itu, sosok soul Shadow yang memiliki aura ungu berubah menjadi merah dan kemampuan nya meningkat tajam hingga membuat High Doll Human hancur meski begitu, alunan gamelan terus bergema hingga membuat boneka itu pulih kembali serta gamelan itu memberikan Buff pada semua boneka.
"Jadi begitu, semua nya dikendalikan oleh gamelan itu." Aku pun ingin coba sesuatu. "Kalau begitu ... Lunox, gunakan Fire Rune! Dengan bentuk, shotgun!" Aku pun meluruskan tangan, "Fire Shotgun!"
Sihir berbentuk shotgun pun terbentuk dan melesatkan kearah shotgun lalu, saat menyentuh salah satu alat musik peluru itu meledak dengan skala kecil.
Dan, sesaat gamelan itu hancur. Para boneka juga ikut mati dan tidak bergerak lagi.
Lalu, Lunox pun memberikan laporan nya.
Ding!
[Anda telah berhasil membunuh bos Extra Dungeon.]
[Anda mendapatkan;
• Stat poin +10
• Kotak legendaris +1.]
Meski aku mendapatkan hadiah yang cukup memuaskan namun, itu tidak cukup. Maka aku pun menghampiri gamelan dan merapalkan...
"Resurrection."
Sesaat kemudian, high Doll Human bangkit kembali menjadi Soul Shadow bersamaan dengan alat-alat gamelan yang dimana sesudah menjadi ras Soul Shadow, muncul mata kecil dan itulah alasan nya kenapa gamelan itu bisa berbunyi sendiri.
[Soul Shadow Doll | Ras: High Doll Human | Rank: Normal+.]
Dan, aku membangkitkan 30 unit.
Terakhir ...
[Soul Shadow Demon | Ras: Musical Demon | Rank: Elite.]
Dengan ini, aku sudah puas dengan hadiah nya dan mengambil beberapa artefak termasuk peta Indonesia.
Yang dimana, aku tidak hanya mengambil melainkan menyalin kemampuan dari artefak tersebut.
Ding!
[Skill Navigasi telah tersalin.]
Skill ini kudapatkan dari peta Indonesia.
[Slave Contract telah tersalin.]
Skill ini kudapatkan dari rantai perbudakan romusa.
[Miniatur Of World telah tersalin.]
Skill ini kudapatkan dari miniatur desa tempo dulu.
Dan, Artefak yang tidak bisa disalin yakni artefak yang berbentuk perahu kayu yang panjang.
Ding!
[Penyalinan gagal.]
[Skill Artefak Rune Fog Ship tidak dapat disalin.]
Melihat itu, aku sedikit terkejut dan penasaran meski begitu, aku mengabaikan nya sejenak.
Lepas dari itu semua, aku melihat ada artefak yang sudah hilang berupa pedang katana dari prajurit jepang tempo dulu.
Memahami situasi itu, aku sangat yakin bahwa sebelum aku tiba disini sudah ada yang menyusup terlebih dahulu dan mungkin saja, dia yang memasang perisai serta memanggil demon disini.
Meski mendapatkan dugaan seperti itu namun, aku tidak ada bukti dan hal ini juga ku putuskan untuk mengabaikan nya.
"Kamu sudah dapatkan?"
Aku menghentikan langkah dan memamerkan peta Indonesia, "Iya, sudah kudapatkan."
Fransiska yang melihat itu, dia tersenyum lebar.
Lalu, aku pun menghampiri perisai sihir yang belum hancur dan menyentuh nya. Namun, Fransiska yang masih berada di dekat perisai sihir, aku meminta nya ...
"Fransiska, mundur sedikit. Aku akan menghancurkan!"
Fransiska pun sontak melangkah mundur.
Setelah itu, aku merapalkan ...
"Unlock."
Sesaat kemudian, perisai itu pun hancur dan mengenai ku hingga Lunox mampu menyalin nya.
Ding!
[Anda berhasil menyalin Barrier Magic.]
[Skill sudah tersimpan di S.A.I]
Sesudah nya, aku menghampiri Fransiska dan memberikan artefak yang diminta nya.
"Ini yang kamu minta. Jangan lupa janji mu!"
"Iya, aku tidak akan lupa. Terimakasih, Rizal," jawab Fransiska dengan senyuman kecil seraya menerima peta Indonesia.
Setelah itu, aku pergi meninggalkan Fransiska dan museum nasional dengan aman. Lalu, kembali pulang untuk beristirahat.
Keesokan paginya, Lunox sontak memberikan alarm sebuah notifikasi.
Ding!
[Ujian lantai 5 akan dimulai 13 jam 7 menit 15 detik.]
"13 jam kah? Itu waktu yang cukup lama untuk aku bisa sarapan di luar."
Karena memiliki pemikiran seperti itu, aku pun membasuh diri dan memutuskan untuk pergi keluar untuk mencari kedai makanan hingga akhir nya menemukan yang cocok dan sarapan disana.
Setibanya disana, aku sontak disambut kegaduhan para pengunjung yang sedang menonton di kedai tersebut.
"Astaga!"
"Apa yang terjadi?"
Aku pun sontak menyamakan pandangan mereka yang dimana sedang melihat berita dari televisi.
Dalam berita nya, setidak nya ada 10 dari 20 Hunter yang menjadi korban terluka dan 3 orang meninggal dunia di museum nasional New Indonesia.
Hal ini disebabkan para Hunter mengincar Artefak yang tersimpan didalamnya dan sudah di konfirmasi Dungeon Treasure tidak hanya terjadi di New Indonesia melainkan negara-negara sahabat seperti Amerika, Eropa, Jepang, Korea dan negara-negara lainnya.
Aku pun duduk di kursi kosong mendengar berita itu dan tersenyum kecil lantaran hal ini sama seperti waktu sebelumnya yang dimana gelombang The Another Moon menyebar ke seluruh dunia.
Lalu, pembawa acara menampilkan video cctv yang ada di museum nasional yang mana disana menampilkan para Hunter yang kerusuhan serta pertarungan ku dengan Sari dan Musical Demon.
Meksi begitu, wajah ku di samarkan dan pengunjung disana memberikan komentar nya.
"Aku tidak percaya itu, apa benar ada seseorang yang bisa melakukan itu?"
"Siapa mereka?"
"Gila! Bahkan dia bisa memanggil monster bayangan yang begitu cantik."
"Mungkin kah dia seorang Necromancer?"
"Seorang pembangkit jasad? Apakah sosok itu benar-benar ada?"
"Ada atau tidak ada sejak adanya The Another Moon semua akal sehat kita tidak akan bisa berjalan."
"Benar sekali.
.....
Mendengar itu, aku merasa sedikit risih dan lebih baik menyembunyikan identitas menjadi Fawkes kembali dan kali ini, Fawkes tidak boleh menunjukkan kemampuan Hunter Soul Shadowmancer Rizal.
Lalu, berita teralih pada topik yang lain dan kali ini menjelaskan tentang program pemerintah dunia yakni Program Awakening yang dimana program ini diperuntukkan beberapa orang yang ingin menjadi Hunter dan membangkitkan kemampuan unik nya.
Mendengar itu, aku tersenyum lebar lantaran ini kesempatan ku untuk menyalin banyak kemampuan untuk merubah kemampuan asli dari Rizal sendiri.
Dan, Sosok Rizal yang lain akan bangkit kembali.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Season I Shadow And System - Selesai....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...