Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 29. Raid Dungeon With Senja Party



...Bab 29. Raid Dungeon With Senja Party...


Sehabis olahraga pagi, aku mendapatkan sebuah pesan dari Senja yang mana dia meminta tolong kepada ku untuk menjadi Poter karena party mereka kekurangan anggota untuk masuk ke Dungeon rank D.


Tanpa berat hati, aku pun membantu nya dan pergi ke lokasi temu janji. Lalu, didepan sebuah pertokoan terlihat Senja sedang berjalan menuju lokasi dan aku pun menyapa nya.


"Selamat pagi, Senja!"


Mendengar itu, Senja sontak melihat kebelakang dan menghentikan langkah lalu, dia pun terkejut saat melihat ku. "Rizal?"


"Hei," jawab ku dengan senyuman kecil.


"Yaa ... kita sudah lama tidak bertemu namun, kamu berubah banyak dari terakhir kita bertemu." Senja meraih tangan ku dan mengandeng nya. "Ayo kita temui anggota party yang lainnya!"


Aku pun menerima gandengannya dan pergi menuju rekan-rekan Party nya.


Setibanya disana, terlihat dua pria dewasa yang sedang berteduh dibawah pohon dan disisi nya terlihat ada Dungeon biru yang tertutup police line.


Saat berjarak dekat mereka, senja dan aku menghentikan langkah kami.


"Semua nya perkenalkan, dia teman ku Rizal seorang Hunter Rank F yang bertugas Poter kita."


"Salam kenal, aku Rizal."


Lalu, pria yang mengenakan jaket dan memiliki rambut gondrong menghampiri ku.


"Saya Haikal, ketua party ini dan Hunter Rank C. Mohon kerjasama, Rizal!" ucap Haikal seraya memberikan tangan nya.


Aku pun menerima tangan nya, "Iya, sama-sama."


"Dia Budi. Seorang Swordman Hunter Rank D."


Budi pun menjawab hanya dengan menganggukkan kepalanya.


"Mohon kerjasama juga Rizal!" sambung Senja.


"Iya."


Lalu, aku dan Senja saling bertukar senyum.


Tidak lama kemudian, ada suara yang meledek kami.


"Seperti nya disini ada yang sedang membuat drama?"


Mendengar itu, aku dan lainnya sontak menoleh kearah sumber suara yang mana itu berasal dari salah satu narapidana yang keluar dari mobil.


"Apa jaman sekarang para Hunter sering cinlok?" sambung narapidana.


Kedua narapidana tertawa kecil.


Lalu, salah satu pria yang mengenakan jas turun dan dia terlihat seperti inspektur Hunter.


"Diam, bedebah! Ini bukan piknik!" ucap ketus inspektur.


Narapidana itu pun hanya tertawa kecil. Lalu, mereka melewati kami dengan senyuman lebar.


Melihat itu, Haikal menjadi sedikit kesal. "Apa-apa ini?!"


Sesaat kemudian, inspektur yang lain mendatangi kami.


"Terimakasih telah memenuhi panggilan kami. Sekarang kita akan melakukan prosedur nya!"


"Tunggu dulu. Jelaskan dahulu, siapa mereka?" tanya heran Haikal.


"Oh, mereka semua adalah orang-orang dari rehabilitasi yang akan bergabung dengan Raid Dungeon kali ini dengan kalian para Hunter."


Mendengar itu, Haikal sontak kesal. "Apa?! Orang dari rehabilitasi! Apa kalian ingin bilang kita akan Raid Dungeon bersama para kriminal? Jangan bercanda!"


Instruktur itu sempat panik, "Me-meski mereka kriminal namun, dulunya meraka juga seorang Hunter. Ini adalah aturan baru kepolisian yang mana para kriminal yang dahulu nya Hunter diizinkan masuk kedalam Dungeon untuk menurunkan hukuman mereka."


Mendengar itu, Haikal menepuk dahinya. "Ya, Tuhan."


"Tolong mengerti, Pak. Ini kebijakan dari presiden Jowy dan tidak perlu cemas, Inspektur Dandy dari departemen monitoring merupakan pengawasan dari Hunter C juga Dandy sendiri merupakan Hunter Rank B."


Saat mendengar penjelasan itu, aku memiliki firasat tidak bagus.


"Senja, ini terlihat mencurigakan. Lebih baik kamu tidak usah menjalankan Raid sini."


"Bagaimana dengan mu?" tanya Senja.


"Aku tetap ikut."


Mendengar itu, aku tersenyum kecil. "Baiklah."


Lalu, Haikal melihat kearah kami. "Ayo kita berangkat!"


Setelah itu, kami pun masuk kedalam Dungeon dan setibanya didalam, Dandy melepaskan borgol para tahanan. Lalu, menghampiri Haikal.


"Kamu kah pemimpin Raid kali ini. Mohon bimbingannya!" ucap Dandy seraya memberikan tangan nya.


"Iya, mohon kerjasama nya!" jawab Haikal yang menerima tangan Dandy.


Seusai itu, kami melanjutkan langkah yang dimana disambut oleh beberapa Goblin dan Hobgoblin.


Lagi-lagi aku bertemu dengan mereka dan ini cukup membosankan.


Dengan lawan nya para Goblin, para tahanan dengan mudah mengalahkan para Goblin dengan teknik-teknik yang mereka kuasai.


Begitu juga Haikal yang mana dia sangat pandai dalam sihir api dan banyak membunuh Goblin begitu juga aku.


Haikal yang melihat hasil pemburuan ku, dia pun memuji nya.


"Rizal, saya tidak menyangka kalau rank F seperti mu bisa bertarung dengan baik juga kamu mendapatkan Dagger yang begitu baik."


Aku pun tersenyum kecil, "Apa begitu? Anda terlalu berlebihan."


Lalu, Senja memotong nya. "Itu benar. Aku bahkan tidak perlu merapalkan Heal kepada mu bahkan sekali. Apakah kamu berlatih seni beladiri?"


"Tidak, aku hanya melakukan pemanasan setiap hari."


"Kamu berbeda dengan Rizal yang ku kenal dulu."


"Benarkah."


Lalu, aku dan Senja saling bertukar senyum.


Setelah itu, kami melanjutkan langkah sampai di sebuah perempatan Goa.


Melihat itu, Dandy membuat strategi.


"Jalan nya bercabang tiga. Karena kesulitan nya relatif rendah. Bagaimana kalau kita berpencar?"


"Aku setuju. Ayo kita berpencar!" jawab Haikal.


Lalu, kami pun berpencar dan aku pergi bersama Haikal ke sisi paling kanan.


Didalam langkah kami, Haikal berbincang-bincang dengan ku.


"Rizal, apa penilaian mu tentang Senja?"


"Dia anak yang baik dan tidak memilih-milih teman. Dia selalu membantu dan mengkhawatirkan ku saat masih sekolah dahulu."


"Kamu tahu, Rizal. Aku adalah kakak dari Senja dan sebenarnya, dia selalu ketakutan saat Raid Dungeon namun, dia tetap berusaha sekeras mungkin untuk menjadi kuat dan tidak menjadi beban."


Mendengar itu, aku hanya bisa terdiam.


"Jika sesuatu terjadi kepada ku. Aku titipkan Senja!"


Aku pun menjawab nya hanya dengan senyuman dan anggukan kepala.


Beberapa saat kemudian, kami tiba di sebuah ruangan goa yang cukup besar yang mana Kami melihat Dandy sedang mencekik satu tahanan keatas dengan satu tangan dan kedua tahanan yang lain sudah terbunuh.


"Ini?! Apa yang sedang kamu lakukan?!" seru Haikal.


Dandy yang sedang mencekik sontak melihat kearah ku dan Haikal.


"Kenapa kalian berdua ada disini?" ucap dingin Dandy.


"Inspektur, apa yang kau-"


Ucapan Haikal terhenti saat melihat Dandy memenggal kepala tahanan yang di cekik nya. Setelah itu, Dandy dengan kecepatan tinggi berlari kearah Haikal namun, aku pun masih bisa menghentikan nya.


"Apa yang sebenarnya kamu lakukan?"


Saat aku bertanya seperti itu, Dandy sontak melompat mundur dengan jarak yang cukup jauh.


"Menarik! Bagaimana kamu bisa menghentikan serangan itu?" ucap Dandy.


Aku pun tidak menjawab nya dan hanya menatap nya.


"Sungguh menarik rank F. Kamu ternyata memiliki Indra yang cukup tajam sebenarnya aku hanya diperintahkan untuk membunuh mereka dan tidak perlu membunuh Hunter yang lain. Tapi, kali ini berbeda. Kalian sudah menjadi Saksi dan itu sangat menganggu bisnis ku. Maka dari itu, aku akan membunuh kalian sama seperti mereka."