Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 48. Pengajukan diri sebagai Porter



...Bab 48. Pengajukan diri sebagai Porter....


Setelah memutuskan untuk mengikuti Tim penambang satu hari lagi, aku pun pergi ke lokasi yang ditentukan yang mana aku disambut hangat oleh Tim penambang.


"Oh, Rizal. Kamu sudah datang," sapa kepala tim penambang.


"Ayo berusaha lebih baik lagi hari ini!" sambung rekan kerja yang lain.


"Kamu harus berkumpul makan siang nanti ya!" ucap kepala tim penambang.


"Jangan bilang kau sudah makan, Hihihi!"


Mendengar itu semua aku tersenyum kecil dan menganggukkan kepala.


"Tim penambang, ayo semangat pagi hari ini!" seru semangat Kepala Tim penambang.


"Oooo!"


Lalu, ditengah kebahagiaan kecil kami ada seseorang yang menganggu, dia berasal dari ketua Tim B dari Tim Penyerang.


"Apa bisa aku meminjam seseorang dari tim penambang? Porter kami tidak datang hari ini."


Mendengar itu, anggota tim penambang pun mengeluh.


"Mereka ingin meminjam orang dari tim penambang untuk menjadi Poter. Apakah tidak salah?"


"Iya padahal kan ada banyak orang kuat di tim pembersih yang bisa membawa barang berat. Jadi, kenapa mereka meminta kita?"


Lalu, kepala tim Pembersih yang mendengar keluhan itu. Dia sontak memberitahu kepada Kepala Tim penambang.


"Orang-orang ku sudah bekerja tanpa henti selama 3 jam sampai-sampai tidak punya waktu makan untuk menyelesaikan nya dan sekarang kalian meminta orang kami menjadi Poter. Sayang nya sudah tidak ada orang lagi. Ini gara-gara kalian yang bekerja terlalu cepat."


"Ya, kami selesai lebih cepat 2 jam dari target dan ini berkat Rizal," jawab Kepala Tim penambang.


Disisi lain, ketua tim B masih menawarkan Poter.


"Apa ada yang mau ikut dengan Tim Penyerang? Kami akan memberikan imbalan besar atas resikonya seusai Raid."


Semua anggota tim penambang terdiam yang kuduga mereka enggan untuk mempertaruhkan nyawa mereka untuk menjadi Poter meski bayaran nya besar dan rasa kurang percaya kepada Tim B yang mana jauh lebih lemah dibandingkan Tim A.


Dan, dugaan ku diutarakan oleh Tim kepala penambang.


"Tolong dengarkan, Ketua Atha! Seperti yang kamu ketahui, kami bahkan ragu meski itu Dungeon Rank B apalagi meminta kami sebagai Poter di Dungeon Rank A. Disana bukan untuk Hunter Rank rendah meski cuma sebagai sukarelawan yang membawa barang kalian dibandingkan dengan penambang yang memiliki resiko yang sangat besar. Kami rata-rata Hunter Rank D bahkan ada beberapa Hunter Rank E dan Rank F. Sekali dipukul oleh monster kecil mungkin kami bisa mati. Tolong mengerti lah, Ketua Atha."


Meski sudah menjelaskan namun, ketua Atha tidak mempedulikan nya.


"Jadi, masih ada kah yang mau mengambil uang tambahan?"


Mendengar itu, aku pun menghela nafas panjang dan memutuskan untuk mengangkat tangan.


Aku mengajukan diri karena tujuan ku ke sini bukan lah untuk menambang melainkan menyusup dan melawan bos Dungeon.


"Aku akan ikut," ucap ku seraya mengangkat tangan.


Saat aku mengajukan diri, semua tim penambang terkejut.


"Apa?!" ucap serempak tim penambang.


Lalu, mereka menghampiri dan memarahi ku.


"Hunter Rank F ingin masuk kedalam Dungeon Rank A!" ucap rekan tim penambang.


"Rizal, apa yang kau pikirkan?!" sambung marah kepala Tim penambang.


"Disana banyak monster kuat yang menunggu didalam Dungeon. Kenapa kau malah ingin bergabung dengan mereka?!"


"Orang muda yang punya masa depan yang cerah sepertimu seharusnya tidak perlu mengambil resiko seperti itu!"


Lalu, aku menjawab nya dengan santai. "Tidak masalah. Aku percaya diri untuk masuk kedalam Dungeon itu."


Disisi lain, anggota penambang yang lain coba membujuk Ketua Atha.


"Apa rank nya?" tanya ketua Atha.


"Dia Hunter Rank F. Karena ranknya terlalu rendah, kita seharusnya cari yang lain saja."


Ketua Atha tersenyum kecil, "Tidak usah. Bawa dia saja."


Lalu, Atha menghampiri ku dan memberikan tangan nya.


"Terimakasih sudah mau ikut. Aku Atha yang ditugaskan untuk memimpin Raid hari ini."


"Aku Rizal," jawab ku seraya menerima tangan Atha.


Lalu, aku pun diantar ke arah tas yang akan dibawakan dan tas itu cukup besar meski begitu, aku bisa dengan mudah mengendong nya.


"Apa terlalu berat?" tanya Ketua Atha.


Aku pun tersenyum dan menggelengkan kepala. "Tidak masalah."


Saat tiba di depan gerbang gelombang Dungeon, aku menyadari bahwa Dungeon ini lebih besar dibandingkan Dungeon kemarin. Apakah ini masih Dungeon Rank A?


"Besar ..." gumam ku.


"Inilah Dungeon Rank A. Pasti nya ini Dungeon Rank A kedua yang kamu masuki," jawab Ketua Atha.


"Kenapa ku merasa gerbang nya lebih besar dibandingkan kemarin?"


"Gate nya memang besar. Tapi, mereka Asosiasi bilang aliran energi sihir nya lebih lemah dibandingkan kemarin. Kalau didalam nya memiliki energi tinggi dan kuat maka Tim B tidak akan sanggup menangani nya," jawab Ketua Atha.


Dari pengamatan ku, Tim B Guild Garuda. Kelompok ini tidak ada bedanya terkecuali ada nya Hunter Rank S didalam nya ada 11 Hunter Rank A dan 6 Hunter Rank B.


Salah satu dari mereka, aku melihat ada Fransiska disana dan dia pun tidak peduli dengan kehadiran ku serta berpura-pura tidak mengenal ku.


Aku pun tidak mempermasalahkan nya.


Dan, lepas dari itu semua hanya Guild Garuda lah yang sanggup membagi dua tim seperti ini.


Lalu, Ketua Atha yang berada barisan paling depan berseru. "Ayo kita masuk!"


Saat melangkah, aku melihat kearah gerbang Dungeon nya yang mana aliran energi sihir yang keluar dari gerbang dinyatakan lebih lemah dibandingkan kemarin dan pengukuran asosiasi keliatan nya tidak mungkin salah.


Tapi, kenapa? Aku merasakan ada perasaan yang tidak nyaman seperti saat aku berada di Dungeon hijau atau merah.


Apa aku hanya gugup? Lagipula, aku bukan tim penyerang harus nya aku santai dan tidak perlu khawatir.


Lalu, aku pun masuk kedalam Dungeon Rank A yang mana disaat bersamaan sistem memberitahu nya.


Ding!


[Anda memasuki Dungeon.]


Setibanya didalam, Aku jalan bersama Healer wanita yang seumuran dengan ku yang mana dia melihat ku seperti orang gugup.


"Kamu tidak usah gugup. Kak Atha, bukan maksudku. Pemimpin dan Hunter di Tim ini merupakan Hunter luar biasa."


"Oh, begitu. ya, Maaf," jawab santai ku.


Saat melihat aura nya, wanita ini adalah Hunter Rank A atau lebih tinggi dibandingkan Senja dan Sarah


"Itu wajar lagipula, tim penyerang akan menangani nya jadi selama kamu ada dalam formasi, kamu pasti nya aman dari serangan monster. Ada pepatah yang mengatakan,


Kalau Mage diserang maka para tanker dan yang bertanggung jawab. Kalau Healer diserang maka Tim penyerang yang bertanggung jawab dan Kalau Porter diserang maka Guild yang akan bertanggungjawab.


Itulah kenapa kamu pasti tidak akan menjadi target monster selama tim penyerang tidak gagal," ucap Wanita Healer.


Dalam artian dari ucapan gadis Healer ini jika porter diserang yang berarti tim penyerang sudah musnah.


Memahami itu, aku hanya bisa menghela nafas panjang.