Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 93. Racun Khamdee



...Bab 93. Racun Khamdee...


Saat ini aku sedang berada di lantai pertama Dungeon Tower Of Trial bersama 19 Hunter lain nya yang mewakili negara New Indonesia.


Beberapa Hunter ada yang ku kenal di waktu sebelumnya yakni Cindy, Felix dan Aditya.


Sesaat menunggu dimulai nya ujian, aku pun berbincang-bincang dengan Cindy dan memperdekat hubungan kami.


Disaat aku dan Cindy berbincang-bincang, Felix menghampiri kami.


"Hawa yang sangat asing dibawah sini."


"Benar sekali, mereka adalah Hunter dari luar negeri. Tentu nya, mereka memiliki aura yang berbeda-beda," jawab Cindy.


Lepas dari itu, dalam pandangan ku mereka bahkan tidak mempedulikan Hunter yang lain kecuali kelompok nya dan sibuk dengan aktifitas nya masing-masing.


"Ya ... lebih tepat nya mereka terlihat tegang dan gugup," sambung Felix.


Beberapa saat kemudian, ada seorang pemuda yang menghampiri kami bertiga.


"Hei, kalian Hunter darimana?" tanya pemuda.


"Kami dari New Indonesia."


"Oh, New Indonesia," jawab pemuda dengan senyuman remeh.


Tidak hanya pemuda yang menyapa kami namun, beberapa Hunter juga melihat kami dengan tatapan remeh.


"Apa kalian baru pertama kali ke Tower Of Trial ini?" tanya pemuda.


"Iya, ini pertama kalinya bagi negara kami," jawab Felix.


"Kalau aku dan teman-teman sudah kelima kali nya. Sejak kemunculan Tower Of Trial ini Asosiasi Hunter sudah mengutus kami untuk masuk kedalam nya."


"Benar kah? Memang kamu darimana?"


Lalu, pemuda itu memberikan tangan nya dan tersenyum lebar. "Aku Khemdee. Hunter dari Thailand. Yang berarti, kalian bisa memanggil ku veteran di Tower Of Trial ini, Hahaha ..."


Mendengar itu, aku menjadi sedikit terheran dan memotong pembicaraan.


"Bukan aneh. Padahal aku tidak bisa bahasa Thailand. Bagaimana aku bisa berbicara dengan kakak?"


"Ah, itu karena sihir bahasa di Tower ini. Jadi, kamu bisa berkomunikasi dengan siapapun dan negara apapun," jawab Khemdee.


"Oh, sihir yang menarik."


Sesaat kemudian, Khemdee melihat kearah Cindy dan penuh semangat menghampiri nya.


"Nee ... Boleh kah aku berkenalan dengan nona?" ucap Khemdee dengan memberikan tangan nya.


"Eh? Iya. Aku Cindy," jawab Cindy dengan senyuman paksa dan menerima tangan Khemdee.


Beberapa saat kemudian, kami mendengar suara teriakan hingga membuat semua Hunter melihat kearah sumber suara yang mana terlihat sosok Hunter tinggi dengan Hunter lain nya yang tangan nya terpotong.


Tanpa mempedulikan pandangan Hunter yang lain, dia pun bergumam.


"Aa, ajaib sekali! Sepertinya tangannya berubah menjadi kelopak-kelopak bunga. Sayang sekali tidak ada air atau cermin disini. Lain kali hati-hati. Saat kau menyenggol seseorang, seharusnya kau meminta maaf. Kamu mengerti."


Seketika suasana berubah menjadi tegang. Semua Hunter mulai berhati-hati pada sekelilingnya.


Khamdee yang melihat itu, dia menjadi gelisah.


"Gawat, psikopat itu ternyata datang ke Tower Of Trial lagi!"


Mendengar itu, Felix sontak memotong pembicaraan.


"Lagi? Maksud mu dia pernah ikut ujian Tower Of Trial?"


"The Magician Jariko, Hunter asal Rusia yang kerap sekali membunuh Hunter lain nya dan aku tidak tahu, dia kalah dilantai berapa. Yang jelas, dia orang yang berbahaya," jawab Khemdee.


Mendengar itu, Felix sontak terkejut. "Hah? Jika begitu, kita harus berhati-hati!"


"Iya."


Lepas dari itu, Jariko pun sudah melihat kearah kami. Tidak lebih tepat nya melihat ku dengan senyuman licik nya.


Dia terlalu berbahaya untuk yang lain nya...


Lalu, sesaat kemudian. Khamdee teringat sesuatu. Lalu, dia pun mengambil tiga kaleng minuman dari tas dan memberikan nya kepada kami.


"Ada sesuatu untuk menandakan perkenalan kita. Silahkan di minum!" ucap Khemdee seraya memberikan tiga kaleng minuman kepada kami.


Seusai mengatakan itu, Felix sontak menerima nya dengan cepat dan meminumnya.


"Terimakasih," jawab Cindy dengan senyuman kecil.


Dan, Khamdee pun memberikan nya kepada ku.


"Terimakasih."


Sesaat menerima minuman itu, aku sontak meminum nya juga namun, sistem memberikan laporan nya.


Ding!


[Air terdeteksi racun]


[Skill Rehabilitasi telah berhasil menetralisir racun.]


Melihat itu, aku pun mengambil kesimpulan bahwa sosok Hunter Khemdee merupakan sosok Hunter yang licik. Lalu, aku menoleh ke arah Cindy yang mana dia juga tidak meminumnya.


"Nona Cindy, kenapa tidak kamu minum?"


"Tidak, aku simpan saja buat nanti," jawab ramah Cindy.


Cindy berkata seperti itu agar Khamdee tidak tersinggung bahwasanya dia menyadari ada nya racun di dalam minuman tersebut.


Disaat yang bersamaan, aku melihat ada beberapa Hunter Thailand yang tertawa kecil dan saling berbisik-bisik.


Meski samar-samar. Namun, Aku masih bisa mendengar bisikan mereka.


"Si Khamdee itu. Dia selalu bertingkah seperti orang baik, padahal dia yang paling jahat diantara yang lainnya."


"Dan, sesuai julukan nya, Khamdee si penghancur Hunter baru."


Mendengar itu, aku tersenyum kecil.


Dia orang yang menarik.


Tidak lama kemudian, Felix mulai sadar akan minuman itu.


"Khamdee seperti nya minuman ini sudah kadaluarsa, rasa nya aneh dan bau nya basi."


Mendengar itu, Khamdee mulai keringat dingin dan salah tingkah dengan kepanikan nya.


"Lhoh? Aneh ... Seharusnya masih baru mungkin salah dari toko nya. Maaf. Lebih baik, kembalikan saja."


Seusai mengatakan itu, Khamdee bergegas mengambil kembali minuman kaleng yang diberikan nya kepada kami.


Aku dan Cindy pun langsung mengembalikan minuman nya. Lalu, bergegas pergi meninggalkan kami.


Disisi lain terlihat Felix sedang meringis kesakitan seraya memegang perut nya. Melihat itu, Cindy yang khawatir sontak mempertanyakan nya.


"Kak Felix, apakah kakak baik-baik saja?"


"Seperti nya aku ingin buang air. Tapi ..."


Aku pun merasa prihatin dan mengambil obat sakit perut serta air mineral yang kusimpan di Shadow Storage. Lalu, memberikan nya kepada Felix.


"Pak Felix, minumlah obat sakit perut ini!"


"Oh, iya. Terimakasih," jawab Felix seraya menerima obat dan air.


Setelah itu, Felix sontak meminum nya dan terlihat langsung membaik.


"Wuahh ... obat mu manjur. Terimakasih, Rizal. Dan ... juga sekarang jangan panggil aku bapak! Panggil saja Kakak karena aku masih muda! Hahaha ..."


Mendengar itu, Aku dan Cindy tertawa kecil. Akan tetapi, berbeda dengan Aditya dan kelompok nya. Mereka menatap kami sinis.


Seperti nya sebuah circle akan terbentuk.


Memahami itu, aku hanya bisa menghela nafas.


Beberapa saat kemudian, para Hunter dikejutkan oleh suara alarm yang keras dan semua pandangan teralih pada sumber suara.


Kringg!


Saat mendengar suara itu, aku juga sontak menoleh ke sumber suara yang mana suara itu berasal dari jam kecil yang dipegang oleh sosok pria berjas tinggi dengan kumis tebal serta tidak memiliki mulut.


"Maaf sudah menunggu lama dan sekarang, waktu pendaftaran peserta ujian Tower Of Trial telah berakhir dan ujian akan dimulai!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...