Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 61. Negosiasi dari Presiden Jowy



...Bab 61. Negosiasi dari Presiden Jowy....


Presiden Jowy mencari ku, apakah aku salah dengar?


Itulah yang ada dibenak ku saat ini lantaran aku meragukan pendengaran ku sendiri.


"Pak Juan, apa kamu yakin?"


"Iya, beliau ingin menemui anda."


Sesaat aku mencoba analisa seperti nya Juan bukanlah orang yang bisa membuat lelucon terhadap pemimpin negara dan atasan nya sendiri.


Aku yakin, Pak Juan berkata jujur. Tapi, mengapa seseorang seperti Presiden Jowy mencari ku?


Rasa ingin tahu yang kuat tiba-tiba muncul dalam benak ku. Satu-satunya alasan yang bisa ku pikirkan adalah hasil dari tes pergantian evaluasi tadi pagi.


Atau, ada kemungkinan beliau ingin merekrut ku untuk bekerja di asosiasi Hunter.


Meski begitu, aku bahkan belum mendapatkan hasil dari hasil evaluasi dan semakin aku memikirkannya, semakin penasaran tentang alasan Presiden Jowy.


Maka, aku pun menerima nya.


"Baiklah, ayo kita menemui beliau!"


Saat mendengar itu, Juan tersenyum lebar seakan-akan dia mendapatkan hadiah dan ini membuktikan bahwa Juan tidak berbohong.


"Terimakasih, Tuan Rizal."


Setelah mendengar jawaban itu, Juan menoleh kearah mobil dan menganggukkan kepalanya kearah rekan Juan yang lain yang ada di sisi mobil.


Melihat kode Juan, rekan itu pun membukakan pintu belakang yang mana sosok pria paruh baya dengan badan yang besar yang mana aku mengenal nya.


Dia Presiden Jowy.


Beliau mungkin berusia lebih dari 60 tahun, tetapi fisiknya masih sangat menakjubkan terlihat dari ukuran tubuhnya yang mengingatkan salah satu pensiunan pegulat pro.


Meski begitu, beliau tidak memancarkan aura sombong yang mungkin diharapkan dari sosok seperti dirinya.


Lalu, Jowy menghampiri ku dengan senyuman kecil.


"Selamat Sore! Maaf, aku menganggu dan jadi, kamu kah Hunter Rizal itu?" ucap presiden Jowy dengan mengulurkan tangannya.


"Ya, aku Rizal," jawab ku seraya menerima tangan Presiden Jowy.


"Senang berkenalan dengan Anda! Aku Jowy."


Aku dan presiden Jowy saling bertukar senyum.


Setelah itu, aku mempersilahkan presiden Jowy untuk masuk ke rumah ku dan mempersilahkan nya duduk di sofa ruang tamu.


Lalu, aku pun menyajikan kopi dan beberapa biskuit.


"Maaf, hanya segini yang bisa ku sajikan," ucap ku seraya menyajikan kopi dan biskuit tersebut.


"Tidak apa. Ini saja sudah terimakasih," jawab ramah Presiden Jowy.


Lalu, Aku pun duduk dihadapan nya yang mana presiden Jowy memulai pembicaraan.


"Aku ingin mengucapkan selamat kepada Anda karena telah menjadi Hunter Rank S yang baru."


Aku pun tersenyum kecil, "Maaf, tapi hasil Evaluasi belum keluar. Belum tentu, aku menjadi Hunter Rank S."


Mendengar itu, Presiden Jowy menggelengkan kepalanya.


"Sebenarnya, alat pengukur energi sihir digunakan untuk menggambar garis yang lebih halus pada tingkat kekuatan seseorang. Namun, alat itu tidak dirancang untuk merasakan sesuatu yang telah melampaui cakupan kemampuan indikator pengukuran tersebut. Maka dari itu lah jika terdeteksi lebih dari angka maksimal pengukuran akan terjadi error atau tidak terukur."


"Jadi, apakah aku harus melakukan pengukuran ulang lagi?"


"Sebenarnya tidak perlu melakukan pengukuran ulang hanya saja kami akan mempersiapkan segala nya yang terbaik. Salah satu nya, aku ingin mewawancarai anda secara langsung."


Mendengarkan Presiden Jowy, aku pun akhirnya menemukan jawaban maksud kedatangan dari nya.


Lalu, presiden Jowy menyambung ucapan nya.


"Seperti yang mungkin kamu ketahui, tidak banyak Hunter hebat di Asosiasi, seperti Kepala Divisi Juan di sini. Itu karena Guild besar yang terus berkembang."


Mendengar itu, aku pun mengangguk kepala lantaran sepaham dan mengerti dengan perkataan Presiden Jowy.


"Dan juga ... mendaftar dengan Persekutuan besar menjamin anda gaji dan ketenaran yang besar. Jadi, siapa yang mau datang dan bekerja untuk Asosiasi?"


Meskipun Presiden Jowy mengatakan seperti itu namun tetap saja, gaji untuk Hunter Asosiasi tidak kecil dengan cara apa pun. Tetapi sekali lagi, jika dibandingkan dengan apa yang berpotensi diperoleh seseorang dengan bekerja untuk Guild besar maka, gaji asosiasi Hunter sangat kecil.


Itulah perbedaan antara Hunter yang bekerja untuk Asosiasi dan seseorang yang masuk ke Guild besar.


Jika hasil evaluasi itu dipublikasikan dan disebarluaskan ke mana-mana.


Apakah Asosiasi memiliki kesempatan untuk melakukan pendekatan seperti ini lagi? Ini tentu masuk akal.


Lalu, Presiden Jowy menyambung ucapan nya dengan ekpresi yang berubah menjadi serius.


"Aku tidak akan bertele-tele dan langsung ke intinya. Kami bukan korporasi. Jadi, kami tidak bisa menjanjikan banyak uang. Namun ... Kami dapat membantu Anda dengan cara yang berbeda."


"Apa maksudnya?" jawab ku.


"Apa yang aku katakan di sini adalah bahwa kami dapat membantu membimbing Anda ke arah yang berbeda."


Mendengar itu, aku menduga sesuatu dan mempertanyakan nya.


"Apakah maksud pak presiden itu kekuatan politik?"


Presiden Jowy menganggukkan kepalanya, "Benar sekali."


Saat mendengar jawaban itu, aku pun tersenyum kecil.


Mendengar itu, aku pun menghela nafas. "Maaf, aku tidak bisa."


"Apakah ada alasan bagi mu untuk menolak kesempatan ini? Mungkinkah, kamu tertarik untuk masuk Guild Top 3?"


Jujur saja, saat Presiden Jowy mengatakan itu aku membayangkan diriku duduk di dalam anggota parlemen sambil mengenakan jas hitam dengan pin kenegaraan dan khayalan itu membuat jantung ku berdebar-debar.


Lagipula kesempatan seperti ini tidak akan datang setiap hari. Namun ...


Jika aku bergabung dengan Asosiasi maka aku tidak akan dapat meningkatkan level karena Hunter peringkat tinggi yang bekerja untuk Asosiasi tidak pernah berpartisipasi dalam penaklukan sama sekali. Peran utama mereka adalah berurusan dengan Hunter lain. bukan untuk memburu dan membunuh monster.


Lebih dari itu, asosiasi Hunter hanya menanggani Dungeon Rank C kebawah yang mana Dungeon itu jarang diminati hak milik nya oleh Guild besar.


Maka, jika aku menerima nya. Level ku tidak akan pernah bisa naik.


Dengan alasan itu nya, aku menolaknya karena tujuan ku bukanlah uang atau jabatan. Aku hanya ingin kuat untuk melindungi.


Hanya satu prinsip ku, selama aku terus naik level, aku akan menjadi lebih kuat dan lebih kuat lagi.


Maka, aku memutuskan untuk ...


"Maaf, pak Presiden. Saya menolaknya."


Mendengar itu, Presiden Jowy menatap tajam dengan ekpresi kecewa. Lalu, dia pun menduga sesuatu.


"Aku tidak menyangka kamu akan menolaknya. Apakah karena uang?"


"Bukan. Aku hanya ingin bertarung."


Mendengar itu, Presiden Jowy pun terkejut dengan jawaban ku.


"Apakah maksudmu ingin bertarung melawan monster?"


"Benar sekali. Aku hanya ingin memasuki Dungeon dan memburu monster. Aku percaya tempat ku berada ada di dalam Dungeon."


Saat ini aku tidak ingin bersembunyi lagi dan ingin berterus terang tentang ambisi ku sebenarnya.


Mendengar jawaban ku, Presiden Jowy tertegun-tegun dan terdiam untuk sesaat. Lalu, dia tersenyum kecil dan menghela nafas.


"Seperti nya aku sudah lupa dengan arti seorang Hunter. Terimakasih anak muda yang bernama Rizal dan." Presiden Jowy memberikan kartu nama nya. "Terimakasih juga atas waktunya. Tolong terima ini! Jika kamu membutuhkan bantuan ku. Jangan ragu untuk hubungi ku!"


"Sama-sama, pak. Maaf, jika jawaban ku mengecewakan anda," jawab


"Tidak sama sekali, aku senang bisa bertemu dengan pemuda seperti anda."


Lalu, aku dan Presiden saling bertukar senyum. "Jadi, apa rencana mu kedepan nanti?"


Benar, pertanyaan pak Jowy itu mengingat ku rencana yang dahulu ku buat yakni ...


"Aku ingin membuat Guild sendiri."


Mendengar itu, Pak Jowy tersenyum. "Begitu kah. Baiklah, aku akan membantu mu."


"Terimakasih, presiden."


Sesaat kemudian, presiden Jowy beranjak diri dan bersama Juan serta beberapa rekan asosiasi lainnya pergi meninggalkan rumah ku.