Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 62. Malam yang tenang dan keluhan Kelvin



...Bab 62. Malam yang tenang dan keluhan Kelvin....


Hari pun berganti malam dan berkat kedatangan Presiden Jowy, aku tidak bisa masak dan makan.


Maka dari itu, aku pun pergi keluar dan ditengah perjalanan ada suara aneh yang terdengar oleh ku. Tapi, saat menoleh terlihat hanya lampu jalan yang tidak berfungsi dengan baik.


Saat melihat lampu yang kedap-kedip, aku teringat akan film horor yang pernah ku tonton dan disaat yang bersamaan ku teringat akan kasus pembunuh berantai yang terjadi di wilayah ini.


Selain itu, kalau pelaku tidak ditemukan maka akan membuat kekhawatiran kepada warga disini terutama para gadis yang pulang larut malam.


Maka dari itu, aku harus mengambil tindakan ...


"Keluar lah!"


Sesaat kemudian, keluar lah dari bayangan ku 15 Shadow Direwolf dan 5 Shadow Horned Direwolf.


Melihat jumlah mereka, aku rasa cukup untuk menjaga wilayah ini. Lalu, aku pun memberikan perintah kepada mereka.


"Mulai hari ini dan seterusnya, kalian akan menjadi penjaga distrik ini! ... Mulai patroli Anda!"


Setelah itu, para Shadow Direwolf sontak melebur ke dalam keadaan seperti bayangan. Dan kemudian, mereka mulai bergerak sambil masuk dan keluar dari bayangan yang ditemukan di antara berbagai bangunan dan orang disekitarnya.


Mereka memang cerdas karena dengan bergerak seperti itu, mereka tidak diketahui oleh orang-orang.


Yang kuharap kan, semoga pembunuh itu bukan Hunter rank B atau diatasnya jika tidak maka pembunuh itu akan mampu membunuh para Shadow Direwolf.


Tidak ada salahnya jika sebuah wilayah dilindungi oleh Hunter Rank S.


Lepas dari itu semua, jika sistem keamanan gratis yang dikerahkan di daerah ini selama 24 jam diketahui. Mungkin ada kemungkinan harga tanah di wilayah ini akan melonjak dalam semalam?


Maka, aku lebih baik merahasiakan nya dahulu.


Setelah itu, aku pun melanjutkan langkah pergi mencari makanan.


Setelah beberapa langkah keluar rumah disana ada tukang nasi goreng yang sedang mangkal juga beberapa pembeli sedang makan disana.


Melihat tidak ada tukang makanan lagi, aku pun memutuskan untuk membeli nasi goreng.


"Pak, nasi goreng spesial nya satu!"


"Pedas atau tidak?" tanya tukang nasi goreng.


"Sedang saja."


"Makan disini atau dibungkus?" tanya tukang nasi goreng lagi.


"Makan disini saja."


Aku berpikir seperti itu karena malas untuk mencuci piring lagi.


"Iya, Mas. Silahkan duduk!" seru tukang Nasi goreng.


Lalu, aku pun duduk diantara pembeli yang lain namun, salah satu pria dari mereka ada yang mengenal ku.


"Bukankah kamu Rizal, aku baru tahu kalau kamu juga tinggal disini."


Mendengar itu, aku menoleh kearah suara yang menyapaku yang mana sosok itu pria dewasa yang ku temui di kantor pusat Asosiasi Hunter saat sedang pengujian energi sihir. Dia ...


"Pak Jaya. Aku juga baru tahu kalau anda tinggal disini dan maaf, ini mungkin aku tidak pernah bersosialisasi ke tetangga."


"Hahaha ... tidak apa-apa. Aku bisa mengerti, sosok Hunter yang mampu menggemparkan seluruh kantor pusat Asosiasi Hunter dengan hasil evaluasi nya."


Aku pun hanya tersenyum kecil. Lalu, pria dewasa yang bersama pak Jaya menyambung ucapan nya.


"Apa maksudnya?"


"Iya, dia Hunter Rank S ke sepuluh di New Indonesia," ucap Pak Jaya.


Mendengar itu, pria dewasa dan tukang nasi goreng terkejut mendengar nya.


"Apa?!" serempak kaget pria dewasa dan tukang nasi goreng.


Lalu, aku pun sedikit mengelaknya.


"Itu belum resmi. Aku harus melakukan pengujian ulang nanti."


Saat mendengar itu, pak Jaya memegang bahuku. "Aku percaya kamu pasti akan mendapatkan peringkat S."


Pria dewasa dan tukang nasi goreng melihat kearah ku dengan tatapan bangga dan anggukan kepala.


"Terimakasih atas dukungan kalian."


Sesaat kemudian, tukang nasi goreng sudah menyelesaikan pesanan dan memberikan nya kepada ku.


"Ini Mas Rizal," ucap Tukang nasi goreng yang memberikan ku makanan yang ku pesan.


"Terim-" ucapan ku terhenti saat melihat porsi nasi goreng yang melimpah hingga berbentuk gunung. "Pak, apakah yakin kalau nasi goreng nya porsi nya sebesar ini?"


Aku pun ragu kalau itu porsi yang sebenarnya.


Dengan senyuman kecil, tukang nasi goreng itu menjawab nya ...


"Itu gratis untuk mas. Saya harap Mas bisa membantu dan melindungi kami dari invasi monster."


Saat aku menerima porsi besar terlihat tidak ada yang protes akan hal itu dan terlihat juga pak Jaya dan rekan nya sependapat dengan tukang nasi goreng.


Aku pun saling bertukar senyum dengan tukang nasi goreng, Jaya dan rekan nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ditempat yang berbeda, terlihat Kelvin sedang duduk bersama gadis cantik dihadapan nya sedang makan malam bersama.


Gadis cantik itu kakak dari Kelvin yang juga merupakan artis terkenal bernama Chelsea.


"Oiii ... aku sampai membatalkan skedul syuting ke sini hanya ingin membelikan ku mie ayam?" ngeluh Chelsea dengan melipatkan tangan nya dan menatap tajam Adik nya yang sedang menangis.


"Kakak, kamu tahu disini lah tempat ku dan kak Rizal makan bersama tapi, sekarang ..." ucap Kelvin dengan mengusap air mata nya.


Mendengar itu, Chelsea menghela nafas panjang dan melihat sekeliling nya yang mana banyak orang yang melihat mereka dan hal itu membuat dirinya menghela nafas panjang untuk kedua kalinya.


"Jadi, kenapa kamu mengajak ku ke tempat kenangan indah ini?"


"Kak, jangan judes begitu. Coba lah hibur aku sedikit."


"Dasar, melihat mu sudah seperti di putusin sama pacar saja."


Jelas bagi Chelsea kurang terkesan dengan situasinya saat ini, ketika mempertimbangkan fakta bahwa dia tumbuh sebagai wanita terhormat dari keluarga konglomerat dan juga dari fakta bahwa dia bekerja sebagai artis top saat ini.


Karena alasan itulah, Chelsea mengenakan pakaian kaos biasa dengan sweater serta mengenakan topi meski begitu, tatapan dari pria di sekitarnya masih melayang ke arahnya tanpa henti.


"Sebenarnya, apa yang sedang terjadi?" sambung Chelsea.


"Lihat! Lihat ini! Ini adalah nomor telepon kakakku tersayang," ucap Kelvin dengan tangisan seraya mendorong smartphone nya ke depan.


Di layar, Chelsea bisa melihat daftar panggilan yang panjang. Satu panggilan berhasil dan empat gagal. Meski begitu, yang pertama berhasil berhasil namun itu juga terpotong di tengah.


Memahami itu, Chelsea sontak kesal.


“Tunggu! Apakah kamu memanggil ku ke sini karena kamu tidak dapat menghubungi seseorang yang tidak ku kenal?!"


Dengan santai nya Kelvin mengangguk kepalanya.


Memahami itu, Chelsea hampir tidak bisa mempercayai omong kosong adik nya itu. Maka dari itu, Chelsea sontak mengambil ponsel Kelvin.


"Aku pinjam sebentar ponsel mu!"


Setelah ponsel diterima tangan Chelsea, ia sontak menekan memanggil dengan nama kak Rizal.


Kelvin yang melihat itu, dia ingin marah namun, terhenti lantaran Chelsea meletakkan ponsel diatas meja dengan loud speaker namun, sesaat panggilan itu diterima tiba-tiba panggilan terputus dan hal itu menandakan bahwa ponsel Rizal sedang dimatikan atau baterai lemah.


"Ini menandakan ponsel dia bateri nya sedang low atau dimatikan," ucap penjelasan Cheslea.


Mendengar itu, Kelvin sontak membuka mata nya lebar-lebar. "Benarkah?"


"Aish ... sejak kapan kakakmu ini berbohong?" jawab Chelsea dengan senyuman lebar.


"Wuah, terimakasih kakak. Kamu memang kakak yang terbaik," ucap senang Kelvin dengan senyuman lebar.


Chelsea pun tersenyum lebar, "Dasar kamu."


"Kakak. Ayo kita makan dahulu! Mie ayam disini sangat lah lezat!"


"Baiklah, kakak akan mencicipi nya."


Lalu, Kelvin pun memesan satu mie ayam lagi.


Chelsea yang dari tadi membahas sosok pria bernama Rizal, dia pun menjadi penasaran dibuat nya.


"Ngomong-ngomong, siapa kak Rizal itu?"


Kelvin pun melipatkan tangan nya dan menjawab dengan bangga. "Kak Chelsea juga akan tahu nanti."


Lalu, Chelsea pun beralih topik saat melihat televisi yang dipasang di dinding tempat makan.


Yang mana, layar menunjukkan siaran berita tentang top selebriti bernama Raffi yang telah melalui proses Awakening baru-baru ini.


Berdiri di depan kerumunan besar wartawan, Raffi berbicara seolah-olah dia malu dengan perhatian itu.


"Jadwal syutingku belum selesai karena aku harus menunggu hasil evaluasiku keluar," ucap Raffi dari balik lahar.


Lalu, di bagian bawah layar tertulis bahwa Raffi sedang berada di Kantor Pusat Asosiasi Hunter untuk mengikuti pengujian peringkat.


"Dih, pria itu," gumam Chelsea.


Mendengar itu, Kelvin sontak mengalihkan pandangan ke arah layar. "Ada apa kakak?"


"Bagaimana bisa pria itu berbohong begitu berani di depan begitu banyak orang?!"


"Eh? Apa maksudnya kak?"


Dalam benak nya, Chelsea pun memahami bahwa semua hanya pertunjukan. Raffi sudah menduduki Hunter rank A. Namun, dia senang mempermainkan asosiasi Hunter untuk menjadi pembicaraan di kota.


"Cih! Dia suka sekali berakting."


"Ada apa memang?" tanya bingung Kelvin.


"Dia itu memiliki kepribadian yang berbeda saat di kamera dan di luar kamera. Di kamera terlihat ramah namun, sifat asli nya sebenarnya sangat sombong bahkan sebelum dia Awakening. dia terkenal karena kesombongannya yang luar biasa , tapi sekarang dia akan menjadi Hunter peringkat A. Aku tidak tahu seberapa buruk jadinya sekarang? Lepas dari itu, dia sangat suka mempermainkan wanita. Cih! Sungguh memuakkan!" ucap kesal Chelsea.


Kelvin yang mendengar itu, dia hanya tersenyum kecil dan tidak bisa menjawab apapun.