
...Bab 22. Berbelanja dan Dungeon Orc Tribe...
Setelah mendapatkan banyak tabungan, aku pun memutuskan untuk beberapa kebutuhan salah satu nya mengikuti kursus mengemudi, mendapatkan SIM A, membeli mobil besar Fortune dan beberapa kebutuhan lainnya sampai menghabiskan hanya 1 milliar rupiah.
Sebenarnya, aku bisa saja membeli mobil mewah atau pindah rumah lebih baik namun, aku yang masih Hunter Rank F dan tidak begitu suka kemewahan memutuskan untuk hidup lebih sederhana.
Dan, proses itu memakan waktu seminggu hingga membuat otot ku sedikit kaku maka aku pun memutuskan untuk berolahraga dengan tipe yang sama seperti pemberian sistem yakni;
Push up, Sit up, Crux up sebanyak 100 kali;
Dan, lari 10 km.
Akan tetapi, kekuatan fisik ku yang meningkat tajam tanpa sadar aku sudah berlari 100 km.
Sesaat menyelesaikan semua itu, sistem memberitahu sesuatu.
Ding!
[Anda mendapatkan kotak acak Perak +1.]
Melihat itu, aku menghentikan langkah dan tersenyum sendiri lantaran tidak kusangka meski sistem tidak memberikan misi harian namun, masih diberikan hadiah.
Sistem sungguh murah hati.
Aku yang begitu senang sontak membuka kotak acak Perak dan mendapatkan;
Ding!
[Airport Dungeon Key +1.]
Melihat hadiah itu, aku pun sontak pulang, membasuh diri dan pergi ke airport.
Setibanya disana, aku memarkirkan mobil dan pergi ke tempat yang sepi. Lalu, membuka portal Dungeon disana yang mana ada yang membuat ku sedikit terkejut lantaran portal yang terbuka memiliki warna hijau yang menandakan bahwa Dungeon terhubung dengan planet The Another Moon dan portal akan terbuka lagi saat Bos Dungeon berhasil dikalahkan.
Memahami itu, aku pun menghela nafas panjang dan membulatkan tekad.
"Semoga saja aku bisa mengatasi nya."
Lalu, aku masuk kedalam portal yang mana sontak disungguhi dengan pemandangan hutan yang luas dan aku berdiri diatas bukit.
Aku sontak melihat kebawah yang mana disana ada desa dari ras Orc atau desa Orc.
Melihat itu, aku tersenyum kecil, "Ini sungguh Dungeon yang menarik."
Sesaat kemudian, sistem pun memberikan quest nya.
Ding!
[Quest Spesial.
Hancurkan desa Orc 0% / 100%
Selamatkan Sandera.
Bunuh Orc Chief.]
Melihat misi itu, aku merasa seperti bermain game saja.
Lepas dari itu semua, kebanyakan dari mereka merupakan Orc pekerjaan yang memiliki name tag putih begitu juga Orc Warrior.
Memahami itu, ada yang tidak ku mengerti,
Kenapa sistem membawa ku kesini? Mungkin kah aku harus berperan sebagai pahlawan yang menyelamatkan sandera.
Meski begitu, aku akan menuruti nya tapi, bukan dengan kekuatan ku.
Lalu, aku pun meluruskan tangan. "Datang lah para Shadow Direwolf!"
Sesaat menyebutkan itu, 33 Shadow Direwolf muncul di belakang ku.
"Serang desa itu!"
Tanpa membuang waktu, 33 Shadow Direwolf berlari ke bawah dengan kecepatan tinggi dan pertarungan pun dimulai.
Selain Shadow Direwolf, aku juga memanggil Agil, Shadow Human Swordman, Shadow Infantry dan Shadow Magician untuk membantu para Shadow Direwolf.
Dan, pertarungan pun dimulai.
Sebenarnya aku ingin melatih diri di dalam Dungeon namun, saat ini yang ku hadapi monster berlabel putih yang mana tidak ada menaikan level ku maka dari itu, aku menyerahkan nya kepada para pasukan bayangan ku.
Tidak lama pasukan bayangan ku invasi, desa Orc langsung terbakar dan banyak dari mereka sudah terbunuh.
Melihat itu, aku pun berjalan menelusuri hutan yang mana sudah banyak mayat Orc pekerja mati.
Karena mereka tergolong lemah, aku pun menyerap jiwa nya.
"Soul Eater."
Seluruh jasad Orc pekerja mengeluarkan bola hitam dan tersedot oleh ku seperti vakum Cleaner.
Ding!
Strength +3
Agility +2
Intelligence +1
Vitallity +2
Sense +1 ]
Lalu, aku membangkitkan Orc Warrior.
"Resurrection."
Sesaat merapalkan itu, Orc warrior bangkit kembali dengan kulit ungu disertai zirah hitam pekat dari yang berbahan bayangan.
[Shadow Orc Lv. 1 / Rank: Normal. ]
Sesudah melihat mereka, aku pun memberikan perintah untuk membantu pasukan bayangan dan mereka pun menuruti untuk membunuh rekan nya sendiri.
Inilah dunia monster saat kematian yang sudah mereka rasakan, mereka tidak akan pernah memikirkan dan memiliki rasa bahwa sosok Orc yang masih hidup adalah rekan nya bahkan mungkin saudara nya.
Yang mereka pikir hanya satu yakni mengabdikan diri kepada ku.
Pertarungan pun hampir usai yang mana hanya tersisa Orc General dan Orc Shaman.
Dan, saat ini aku sedang menyaksikan pertarungan Orc General melawan Agil yang mana dia sudah mengalami peningkatan dalam teknik pedang nya.
Aku yang sedikit heran mencoba bertanya kepada Permatasari yang ada disamping ku yang mana bertugas untuk menjaga ku.
"Kenapa dia bisa begitu kuat?"
"Tuan, dia mendapatkan peningkatan kemampuan dari status milik Tuan sendiri," jawab Permatasari.
"Oh, begitu. Seperti nya aku harus memberikan hadiah kepada nya."
Tidak lama kemudian Agil pun berhasil menebas dan membunuh Orc General. Setelah nya, Agil menyarung kan pedang nya dan membungkukkan badan kearah ku.
"Kerja Bagus, Agil!"
Ditengah itu tiba-tiba sebuah serangan dadakan berupa bola api besar melesat ke arah ku namun, Permatasari sontak merapalkan skill nya.
"Magic Shell."
Berkat itu, serangan nya tidak mengenai ku sedikit pun.
Seluruh pasukan bayangan dan sontak melihat kearah sumber serangan yang mana itu berasal dari ...
[Orc Chief.]
Orc Chief merupakan sosok Orc yang memiliki job Shaman
Memahami itu, aku terpikir sesuatu.
"Semua nya, dia adalah mangsa ku! Seorang pemimpin harus berhadapan dengan pemimpin yang lain dan Habisi Orc yang tersisa!"
Setelah mengatakan itu, pasukan bayangan sontak berpencar mencari Orc yang mungkin sudah kabur dari desa nya.
Disaat yang bersamaan, aku mengambil Dagger dan memasukkan mana ku.
"Enchant." Setelah pisau berubah menjadi ungu, aku melanjutkan skill ku.
Disisi lain, Orc Chief ingin melancarkan skill lanjutan nya.
"Tidak akan kubiarkan!"
Dengan kecepatan tinggi, aku memotong tangan kanan yang memegang tongkat sihir nya dan membuat sihir terpatahkan.
Mengetahui bahwa dirinya tidak bisa menang dari ku, dia pun berlari ke rumah nya.
Meski kabur dan menyerah. Namun, misi adalah misi jika tidak diselesaikan maka aku tidak akan bisa pulang.
Lalu, aku pun melangkah kedalam rumah Orc Chief yang mana disana terlihat ada wanita yang sedang memegang kedua ada Orc dan Orc Chief berada didepan mereka memasang badan nya menjadi perisai untuk Orc wanita dan anak nya.
Dari sini, aku paham bahwa mereka juga memiliki keluarga yang harus mereka lindungi.
Akan tetapi sesaat kemudian, Orc wanita dan Orc anak kecil berlari seraya mengayunkan pedang kecil nya kearah ku.
Melihat itu, aku hanya bisa menghela nafas. "Kalian keluarga yang baik. Namun, terlalu bodoh."
Lalu, aku menebas dan membunuh mereka.
Melihat itu, Orc Chief sontak marah dan dia merapalkan skill nya hingga lingkaran sihir terbentuk dan skill itu membuatnya terbunuh.
Disaat yang bersamaan juga sebuah portal Dungeon hitam muncul diatas jasad nya.
Melihat itu, aku pun mengambil kesimpulan.
"Double Dungeon kah."