
...Bab 64. Hunter Rank S, Rizal....
Setelah mendapatkan bantuan dari Presiden Jowy, aku pun masuk kedalam kantor pusat dan kami jalan bersama.
Setibanya didalam, aku hanya melihat segelintir orang yang mana mereka bukan para Hunter melainkan karyawan Asosiasi yang sedang beraktivitas seperti biasa seakan-akan kantor pusat sedang tutup.
Saat tiba di pertigaan, Presiden Jowy memberikan arahan.
"Tolong lewat sini!"
"Baik."
Lalu, aku pun jalan dibawah bimbingan presiden Jowy sendiri dan saat kami melangkah, ditengah perjalanan terlihat dua pria yang tampak familiar.
Mereka adalah Panji dan Richard sedang duduk di kursi ruang tunggu yang menghadap ke ruang pengukuran dengan pakaian rapih.
Ketika tatapan kami bertemu, kedua pria itu berdiri dari tempat duduk mereka dan membungkuk ringan.
Aku pun membalas sapaan itu dengan senyuman kecil dan anggukan kepala.
“Kedua pria itu, mereka telah menunggumu selama sekitar satu jam," bisik Presiden Jowy kearah ku.
Setelah itu, kami pun masuk kedalam ruang pengukuran yang jauh lebih besar dari tempat umumnya.
Setibanya didalam, karyawan Asosiasi sontak menyapa kami. "Selamat pagi, pak Presiden Jowy! Dan, Hunter Rizal."
"Selamat pagi juga," jawab ku dengan senyuman kecil.
"Sebelum evaluasi ulang dapat dilakukan, kami harus mengkonfirmasi kemampuan Anda terlebih dahulu dan menetapkan klasifikasi baru untuk Anda. Jadi, silahkan anda ke tengah ruangan ini!"
"Baiklah."
Aku pun melangkah ke tengah area pemeriksaan yang mana tata letak interiornya sangat mirip dengan gimnasium dalam ruangan yang biasa ditemukan di mana-mana.
Jika ada satu hal yang berbeda dari gimnasium, seseorang bisa merasakan fluktuasi energi sihir yang kuat yang datang dari dinding dan juga dari lantai. Sihir telah digunakan untuk memperkuat struktur jika terjadi kerusakan.
"Kemampuan seperti apa yang bisa kamu gunakan?" tanya petugas pengukuran.
Lalu, aku juga melihat Presiden Jowy masih ada di ruangan untuk melihat kemampuan ku.
Inilah alasan mengapa dia datang untuk membimbing ku secara pribadi. Dia ingin mengkonfirmasi kekuatan ku dengan matanya sendiri secepat mungkin.
"Baiklah."
Lalu, aku pun memanggil satu Shadow Infantry.
Melihat sosok itu saja penguji sudah terkejut.
"Hah?! Bagaimana bisa kamu tetap tenang ketika seorang prajurit mengenakan baju besi hitam pekat tiba-tiba bangkit dari tanah?"
Aku dengan sengaja memilih yang berlevel terendah dari Pasukan Bayangan.
“Ini. Apakah ini makhluk yang Anda panggil? Anda dapat mengontrol pemanggilan?"
"Iya, kurang lebih seperti itu dan aku bisa memerintahkan nya."
"A-kalau begitu, k-berapa banyak makhluk yang dipanggil yang bisa kamu kendalikan?" sambung penguji dengan tubuh yang gemetaran.
Saat ini seperti nya, aku tidak bisa berbohong dan lebih baik menjelaskan yang sebenarnya.
"Lebih dari seratus dengan beraneka ragam jenis ras."
Jawaban itu membuat penguji dan Presiden Jowy terkejut.
"Seratus?!" kaget penguji.
"Ya."
"Seratus dari mereka? Sejujurnya, itu adalah kemampuan yang luar biasa," sambung Presiden Jowy.
Saat ini, aku bisa merasakan tatapan penuh semangat membara dari Presiden Jowy dan hal itu membuat nya bernafas lega.
"Apakah aku harus menunjukkan pasukan Shadow yang lain?" tanya ku.
"Tidak perlu. Ini sudah membuktikan bahwa anda adalah Tipe Mage."
Seusai di konfirmasi, aku pun dibuatkan kartu lisensi baru dengan foto yang baru juga. Setelah nya, aku diizinkan meninggalkan ruangan.
Lalu, aku dengan cepat memasukkan lisensi Hunter baru ku ke dalam dompet dan Ketika aku sampai di ujung koridor, Panji dan Richard yang sedang menunggu mereka mendekatiku.
"Rizal, bisakah kita mengobrol?" tanya Panji.
"Hunter Rizal, aku ..." sambung Richard.
Melihat mereka, aku langsung paham dengan tujuan nya yakni merekrut ku untuk pergi ke Guild mereka. Maka aku pun menjawab nya ...
"Aku minta maaf. Lain kali, kita bicara lagi. Sekarang, aku ada janji," jawab ku dengan senyuman kecil.
Aku pun mengabaikan mereka berdua dan dengan cepat berjalan menuju pintu kaca.
Lalu, Panji angkat bicara. "Jika itu aku, aku tidak akan menggunakan pintu keluar itu.”
Mendengar itu, aku pikir Panji hanya mengancam ku dia mencoba menyiratkan bahwa kesepakatan manis yang dia siapkan untuk kesempatan ini akan membuatku menyesal keluar dari pintu ini.
Namun ... maksud dari Panji bukan seperti itu.
Hal itu karena saat keluar dari pintu, aku disambut oleh para reporter yang berhasil menaiki tangga untuk mendorong dan mendorong agen Divisi Pengawasan.
"Apa-apaan ini?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sepuluh menit sebelumnya di luar kantor pusat Asosiasi Hunter.
Para Reporter masih di hebohkan dengan Raffi yang ingin pensiun dari dunia Hiburan dan memutuskan untuk fokus pada pekerjaan Hunter nya.
Sampai salah satu reporter mendapatkan panggilan masuk dan saat menerima telepon itu, dia pun terkejut.
"Apa? Hunter peringkat S?!"
Rekan nya yang disebelah penasaran dengan kaget teman nya itu. "Ada apa?"
"Aku mendapatkan informasi bahwa Hunter Rank S kesepuluh New Indonesia sudah ditetapkan!"
Mendengar para Wartawan membuka lebar mata nya dan mencari informasi lebih dalam dari website resmi Asosiasi Hunter yang mana wajah baru dari Hunter Rank S muncul. Dia tidak lain, Rizal.
Yang mana tanggal pengumuman hasil evaluasi Hunter Rank S itu kebetulan hari itu.
"Tunggu, tapi bukankah mereka mengatakan sesuatu tentang ruang pengukuran yang tidak tersedia di pagi hari?" ucap reporter.
"Berarti, Itu bukan karena Raffi?"
"Kalau begitu, alasan ruang pengukuran dikosongkan bukan karena evaluasi peringkat Raffi tetapi peringkat baru S Hunter ini?"
Lalu, ada wartawan yang mengingat Rizal yang dijemput oleh Presiden Jowy.
"Mungkinkah dia?"
"Pemuda yang mengikuti Presiden Jowy ke dalam gedung! Dia adalah satu-satunya yang mengakses ruang pengukuran hari ini."
Memahami itu, mata reporter menjadi sangat bersemangat menyerupai mata pemangsa yang kelaparan dan para reporter pun mengabaikan Raffi dan bergegas menuju gedung Asosiasi.
Juan dan timnya yang sedang berjaga pintu, mereka berusaha keras untuk menahan gelombang reporter yang ingin menerobos masuk.
Tidak lama kemudian, pintu depan Asosiasi Hunter tiba-tiba didorong terbuka lebar dan peringkat kesepuluh Hunter Rank S New Indonesia mengungkapkan dirinya.
Disaat itu juga Rizal terbujur kaku melihat awak media yang mengelilingi nya.
Tanpa diketahui saat itu merupakan siaran langsung yang tersiarkan ke seluruh dunia hingga seluruh rekan-rekan Rizal menyaksikan berita itu bahwa Rizal merupakan Hunter Rank S kesepuluh di New Indonesia.
Rizal yang tidak bisa berkata-kata saat dilontarkan banyak pertanyaan, dia pun memutuskan untuk melompat dengan kecepatan tinggi dan pergi meninggalkan gedung asosiasi Hunter.