Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 85. Festival berdarah Part 1



...Bab 85. Festival berdarah Part 1....


Hari festival berdarah dimulai yang mana acara di ditutup oleh acara metode Awakening atau kebangkitan yang baru.


Tentu dengan berdalih itu maka banyak orang bisa atau Hunter yang sulit untuk mendapatkan Awakening berbondong-bondong ikut hadir dalam acara itu sedangkan, aku menyamar sebagai seorang pemuda 15 tahun yang memiliki tubuh yang berisi serta tampan.


Penyamaran itu pun membuat para gadis seumuran fisik itu melirik kearah ku dan ...


Apa mungkin aku membuat penyamaran terlalu tampan meski begitu, aku tidak mempedulikan nya.


Pemuda ini salah satu Arcana Temperance atau sang kesederhanaan.


Yang mana, saat ini Temperance sedang berada di kerumunan orang yang berkumpul untuk mengikuti acara yang diselenggarakan di pelabuhan.


Beberapa saat kemudian, sosok pria berambut panjang dengan jas panjang serta masker datang bersama beberapa anak buah nya yang juga mengenakan masker.


Aku yakin bahwa sosok pria berambut panjang itu ialah sang bangsawan Vampir sedangkan dibelakangnya merupakan Vampir kelas menengah dan masker yang dikenakan mereka untuk menutup taring nya.


Sesaat kemudian, pria berambut panjang naik ke podium dan vampir yang berada di belakang nya mengepung para pengunjung dengan dalih penjagaan. Aku pun mengerti rencana ini.


"Perhatian!" seru pria rambut panjang.


Mendengar itu, semua pandangan teralih pada sosok pria rambut panjang termasuk aku.


"Semua nya. Apakah kalian menyadari bahwa manusia telah henti berevolusi? Menurut kalian, bagaimana bencana ini? Apa kalian penasaran kenapa semua ini terjadi? Apa ada yang mau menjawab? ... Hah? ... Tidak ada?" sambung pidato pria berambut panjang.


Bukan tidak ada namun, semua pengunjung menjadi bingung dan tidak mengerti dengan pidato pria berambut panjang.


"Dia kenapa sih?"


"Aku sama sekali tidak mengerti."


"Dia bicara apa?"


....


Pria berambut panjang sontak menghela nafas panjang.


"Ha ... Inilah kenapa kalian tidak berguna. Jadi, takdir kalian ..." pria berambut panjang melepaskan masker nya yang mana terlihat sosok Sambo dengan taring yang panjang. "Adalah menjadi korban dari evolusi."


Disaat Sambo mengatakan itu, sosok pengawal bermasker sontak mengeluarkan tongkat besi yang terukir Rune dan mengelilingi para pengunjung.


Memahami kondisi itu, para pengunjung sontak panik.


"Apa ini?!"


"Kenapa?"


"Jangan bercanda!"


...


Setelah itu, Sambo dengan bangga menyambung ucapannya dengan bangga, "Dan juga, orang-orang yang terpilih untuk evolusi adalah Kami!"


Ditengah ucapan itu, semua anak buah Sambo melepas masker nya yang mana mereka semua seorang Vampir.


[Nobleman Vampire.]


[High Vampire.]


[Intermediate Vampire.]


[Low Vampire.]


...


Tumpukan pemberitahuan datang ke benak ku.


Melihat itu, para pengunjung sontak panik.


"Arhkk! Apa-apa ini?!"


"Kabur! Ayo kita pergi dari sini!"


....


Beberapa Vampir yang mengelilingi mereka senang melihat kepanikan dan ketakutan pengunjung.


"Kehahaha! Akan ku nikmati hidangan nya!"


Para pengunjung sontak ingin kabur, "Disana! Disana! Sepi! Ayo kita pergi kesana!"


Beberapa pengunjung berlari ke arah lokasi itu namun, mereka terkejut saat melihat tongkat Rune itu memunculkan sihir listrik dan berbentuk kubah.


"Ini sihir listrik?!"


Tidak hanya listrik, di depan mereka ada sosok vampire.


"Kehahaha! Kemari dan mendekat lah kepada paman. Maka, paman akan mencabut nyawa kalian dengan tenang."


Melihat sosok itu, para pengunjung semakin panik.


"A-Apa yang harus kita lakukan?"


"Jangan dorong aku!"


Memahami kondisi itu, aku sontak menghampiri salah satu tongkat dan memegang nya.


Beruntung, kemampuan Temperance adalah Lightning Control hingga membuat pagar Rune hancur.


Brak!


Melihat itu, Sambo dan anak buahnya sontak terkejut.


"Apa?!"


"Apa yang terjadi?"


"Lihat disana! Ada seseorang!"


"Kalian pergi lah dari sini. Ini bukan pertarungan kalian!" ucap dingin ku.


Sesaat mendengar itu, semua pengunjung sontak berbondong-bondong keluar meninggalkan lokasi.


"Siapa mereka?!"


"Berani-beraninya mereka membuat kabur makanan kita!"


....


Beberapa vampir memberikan komentar nya. Lalu, Sambo yang panik sontak memberikan perintah. "Apa yang kalian lakukan? Cepat kejar mereka!"


Mendengar perintah itu, semua Vampir pun berlari menyebar untuk mengejar para pengunjung yang kabur namun, langkah mereka dihentikan oleh beberapa sosok wanita yang mengenakan pakaian kulit hitam dengan masker dan topi hitam.


Mereka tidak lain Shadow Widow.


Para Vampir yang melihat sosok Shadow Widow, mereka sontak melesatkan serangan.


"Bdebah! Mati lah kalian!"


Girl series yang melihat itu, dia sontak menghunuskan pedang nya lalu, memotong kepala nya begitu juga dengan Girl series yang lain.


Sambo yang melihat itu, dia pun menjadi marah.


"Siapa kalian, Bjingan?!"


Lalu, aku pun menjawab nya dengan sosok Temperance, "Kami Scarlet Shadow akan memeriahkan pesta ini. Bagaimana kalau kita mulai, Bos nyamuk?"


"Bdebah!" gumam kesal Sambo.


"Ada apa ini? Bukan kah kalian sedang berpesta atau suasana berubah karena tidak ada yang mau menghadiri pesta kalian?"


Sesaat kemudian, Sambo menenangkan diri dan menjawab ledekan ku.


"Hahaha ... tidak-tidak. Terimakasih sudah mau memeriahkan pesta ini. Kalian datang tepat pada waktunya. Kita bahkan belum makan makanan pembuka nya," jawab Sambo.


"Jadi, bagaimana kalau kalian memulai pesta nya?"


"Tapi, pesta ini agak berantakan. Bukan kah begitu, nyonya?" ucap Sambo kearah vampir wanita di samping nya.


"Anda benar, masa pesta tidak ada makanannya."


Seusai mengatakan itu, vampir wanita sontak berlari kearah pengunjung yang kabur.


"Para magang! Pergi dan tangkap para makanan yang kabur!" seru Vampire wanita.


Melihat aku hanya masih terdiam, Sambo pun terheran. "Oh? Bukan kah seharusnya kamu menghalangi mereka?"


Aku pun tersenyum kecil, "Kamu pikir, aku datang kesini seorang diri."


"Apa?"


Lalu, aku mengambil batu dan menjepitkan nya diantara ibu jari dan telunjuk tangan kanan serta meluruskan tangan seraya membidik Sambo.


"Tuan Vampire, bagiamana kalau anda merasakan hidangan pembuka ku?" ucap ku seraya memasukkan energi listrik tegangan tinggi ke batu hingga menimbulkan cahaya.


Setelah itu, aku menyentil nya. "Railgun Lv. 1."


Sebuah tembakan melesat dengan kecepatan tinggi kearah Sambo. Melihat itu, Sambo sontak mengunakan perisai sihir namun, tidak berhasil dan membuat nya terkena ledakan.


DBOM!


Melihat kejadian itu, beberapa vampir yang masih ada di lokasi terkejut akan serangan itu.


"Eh?! Ketua!"


"Aaa! Bagaimana ini bisa terjadi?"


"Tenang saja dahulu! Tidak mungkin, ketua begitu mudah mati! Akan ku urus ini dan kalian cepat urusi pria bertopeng itu!" ucap salah satu Vampir kelas tinggi.


Mendengar itu, para vampir sontak beralih kearah ku dengan ekspresi kemarahan yang mana mereka juga memulai serangan nya.


Seperti nya pilihan ku memang tepat memakai Avatar Temperance yang mengunakan skill unik Lightning Control dengan begitu, aku bisa melumpuhkan mereka semua dalam sekejap.


"Lightning Bom."


Sebuah bola petir melesat kearah para Vampir dan saat mengenai salah satu mereka bola itu menjadi ledakan listrik yang membuat mereka tidak bisa bergerak dan ada pula yang mati.


Vampir yang sedang mengurus kesembuhan Sambo, dia pun terkejut.


"Tak bisa dipercaya. Kami akan dihabisi dengan cara seperti ini!"


Aku pun melihat kearah vampir itu. "Sekarang apa yang akan kalian lakukan?"


...****************...


Bersambung ...


Ding!


[Rank Master.


Nama: Lighting Control


Rincian:



Anda bisa menciptakan serangan listrik.


Serangan listrik anda bisa diledakkan.


Penilaian: Sekarang Anda memiliki senjata api luar angkasa!]