Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 92. Datang ke Tower Of Trial



...Bab 92. Datang ke Tower Of Trial...


Tower Of Trial merupakan Dungeon pertama yang terhubung ke planet The Another Moon yang mana Dungeon ini juga terhubung di beberapa negara seperti menara Eifel Prancis, Tokyo Tower Jepang, Menara Seoul Korea Selatan dan beberapa menara lain nya.


Tower Of Trial sendiri memiliki 100 lantai yang dimana setiap lantai memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda.


Jika, seorang Hunter gagal menempuh ataupun mati maka, Hunter itu akan dihidupkan kembali ke lantai awal Tower serta memiliki Cooldown 24 untuk kembali memasuki Dungeon Tower. Meski begitu, rasa sakit kematian masih terasa.


Dan, hari keberangkatan ke Dungeon Tower Of Trial pun tiba yang mana, aku yang sudah bersiap diri dan rapih memulai mengangkat tas yang sebenarnya tidak begitu penting didalam nya lantaran barang-barang dan bahan makanan serta makanan siap saji sudah ku taruh di Shadow Storage.


Lalu, sekeluarga nya dari pintu rumah aku dikejutkan dengan Rachel yang sudah berada didepan pintu dan hendak mengetuk pintu namun, saat aku berada didepan nya. Dia sontak menurunkan tangan nya dan tersipu malu.


Melihat kondisi canggung itu, aku memulai pembicaraan dengan sapaan.


"Selamat pagi, Rachel! Ada apa pagi-pagi ini kamu sudah datang."


Rachel terlihat salah tingkah dengan wajah yang memerah dan sontak memberikan sekotak kue kepada ku.


"Ini Kue. Kami mendengar kamu akan melakukan Raid mewakili negara di Tower Of Trial. Jadi ..." Rachel pun melihat kearah ku. "Berjanji lah kembali dengan selamat, Rizal."


Aku pun tersenyum seraya menerima kotak kue tersebut.


"Iya, aku pasti kembali. Tidak perlu khawatir."


Sesaat kemudian, Rachel sontak memegang kedua bahu ku dan mencium pipi kananku.


Aku pun tidak berontak atau terkejut tapi menerima nya.


Setelah mencium ku, dia menatap ku dari jarak yang sangat dekat.


"Gunakan jimat itu untuk kembali!"


"Iya, aku akan gunakan jimat ini sebaik-baiknya."


Aku dan Rachel saling bertukar senyum dengan jarak yang sangat dekat.


Setelah itu, aku pergi ke Monumen nasional dengan mengunakan Shadow Change yang mana Shadow Slime sudah berada di sana dan aku pun bertukar tempat dengan nya.


Sebelum itu juga aku menaruh Shadow Great Wolf kepada bayangan Rachel untuk menjaga nya.


Jujur saja, sejak berhubungan beberapa kali dengan nya. Rasa ku jatuh kepada nya.


Lalu, setibanya di Monumen nasional. Aku pun berjalan mencari kelompok dari New Indonesia dan sesaat kemudian, suara Juan memanggil ku.


"Rizal!"


Mendengar itu, aku sontak menoleh kesamping yang dimana Juan sudah bersama 20 Hunter perwakilan New Indonesia.


Dari semua Hunter itu, ada beberapa Hunter yang kukenal seperti Aditya, Cindy dan Felix. Namun, diwaktu ini aku pertama kali nya bertemu dengan mereka.


Saat Juan memanggil ku, semua Hunter juga sontak melihat ku dan menatap tajam kecuali beberapa Hunter wanita yang sedikit terpesona dengan ku. Mungkin?


Meski begitu, aku tersenyum kecil seraya berjalan kearah mereka dan memperkenalkan diri.


"Salam kenal, Aku Rizal. Seorang Hunter Rank F."


Aditya yang mendengar itu, dia sontak menatap sinis kearah ku dan mengeluh kepada Juan.


"Pak, Inspektur. Kenapa Hunter Rank F harus bergabung dengan kita?"


Mendengar itu, aku pun menghela nafas panjang dan ucapan itu sudah terbiasa sejak waktu sebelumnya.


"Hunter Aditya, dia Hunter pilihan dari Menteri Pertahanan sendiri. Lagi pula Rizal memiliki kemampuan Summoner. Jadi, dia pasti bisa andalkan!"


Semua Hunter yang disana terkejut dan menatap ku namun, aku hanya tersenyum kecil.


Tetapi berbeda dengan Aditya, dia menatap ku dengan sinis.


"Ku harap seperti itu. Jangan menjadi beban! Meski, dia Summoner tetap saja buruk jika monster yang dipanggil nya hanya satu dan lemah."


Melihat itu, aku tertawa kecil dan membuat Aditya tersinggung dan menghampiri ku.


"Oi, Rank F. Apakah ada yang lucu?" ucap Aditya dengan tatapan tajam.


Lalu, aku juga menatap tajam Aditya. "Tidak ada. Hanya saja aku berharap kamu juga bukan beban dan hanya bisa berbicara omong kosong!"


Mendengar jawaban ku, Aditya sontak marah. "Bjingan! Kamu bicara apa?!" seru Aditya seraya melesatkan tinju nya namun, dihentikan oleh Juan.


Sedangkan, aku hanya tersenyum remeh.


"Hentikan perkelahian kalian dan Rizal, jaga sikap mu! Dia ketua Raid kali ini."


"Oh, begitu. Mohon kerjasama nya!" ucap ku seraya memberikan tangan dan senyuman lebar.


"Cihh ..."


Sesaat kemudian, Felix menghampiri ku dan sontak merangkul leher ku.


"Jiwa anak buah. Jangan masukin hati ya, Rizal!"


"Iya, pak!"


"Ngomong-ngomong, namaku Felix dan mohon kerjasama nya juga!"


"Iya, mohon kerjasama nya!"


Setelah perdebatan itu, kami pun masuk kedalam pintu masuk Monumen nasional yang sudah menjadi pusaran cahaya biru.


Setibanya didalam, kami sontak berada di sebuah lorong tanah dengan batu cahaya di sisi dinding hingga tiba di sebuah ruangan besar.


Ruangan besar itu berbentuk ruang bawah tanah yang mana ruangan itu sudah di huni oleh beberapa Hunter dari seluruh belahan dunia.


Hari ini merupakan hari pertama Tower Of Trial dibuka maka dari itu banyak Hunter berani untuk menantang Tower Of Trial di waktu yang dahulu, Aditya berhasil mencapai lantai 40 dan bekerja sama dengan master dari Tower Of Trial.


Sedangkan, kali ini Tower Of Trial telah berubah menjadi 100 lantai. Memahami itu, aku mengambil kesimpulan bahwa masa lalu telah berubah dan pelaku tidak lain adalah ...


Aku.


Meski begitu, itu tidak menjadi permasalahan untuk ku. Karena kedepan nya yang akan menjadi masalah adalah mereka semua yang ada disini.


Setelah itu, aku berkumpul di sudut yang kosong dan aku sendiri bersandar ke sisi tembok seraya memperhatikan sekitar.


Ditengah itu, tiba-tiba sistem memberikan quest nya.


Ding!


[Quest - Tower Of Trial.


I. Lulus ujian pertama (Belum selesai).


Hadiah: Exclusive Tower Of Trial Box.]


Melihat itu, aku tersenyum senang karena sistem memberikan ku motivasi semangat untuk menjelajahi Tower Of Trial ini.


Sesaat kemudian, Cindy datang meski saat itu dia belum mengenal ku.


"Hei, boleh aku ikut gaya berdiri mu? Seperti nya nyaman."


Cindy mengatakan itu lantaran dia menyindir ku yang tengah berdiri dengan bersandar di tembok.


"Kamu tahu, posisi ini sangat nyaman lho."


"Oiya, baiklah aku akan coba!"


Lalu, Cindy pun berdiri dengan bersandaran di dinding dan tersenyum senang.


"Benar. Jika posisi seperti ini berapa lama pun berdiri tidak akan terasa."


"Benar kan."


Lalu, aku dan Cindy saling bertukar senyum.


Setelah itu, Cindy memberikan tangan dan senyuman.


"Ngomong-ngomong, Aku Cindy. Seorang Hunter rank B."


"Aku Rizal, seorang Hunter Rank F," jawab ku seraya menerima tangan Cindy dan tersenyum kecil.


Mendengar perkenalan ku, dia pun tertawa kecil dan melepaskan tangan untuk menutup mulut nya.


"Rizal, kamu lucu ya."


"Iya kah?"


Cindy tersenyum dan menganggukkan.


"Iya, kamu aneh. Padahal kamu Hunter Rank F tapi tetap percaya diri dan bangga."


"Di era seperti ini, hal itu harus. Karena kita sebagai Hunter jurang kematian semakin dekat. Jika kita berbangga diri hanya kematian yang akan semakin mendekat."


Cindy pun mengangguk kepalanya, "Oh, See. Aku keep kata-kata mu."


Mendengar itu, aku pun menjawab dengan senyuman kecil dan Cindy juga membalasnya dengan senyuman juga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...