Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 25. Dungeon Break Slime



...Bab 25. Dungeon Break Slime...


Di pagi hari yang cerah, kota Metropolis dihebohkan dengan Dungeon Break di salah satu supermarket yang mana banyak Hunter yang enggan untuk menaklukkan nya.


"Sarang Slime Rank E. Itulah misi yang kita terima!" seru Ketua Felix dihadapan ku dan Sarah.


"Eh? Slime! Saya tidak mau. Ketua tahu meski dia monster lemah. Tapi zat asam nya sangat beracun juga .... dapat melelehkan pakaian. Saya tidak mau!" jawab lantang Sarah yang sontak meninggalkan ruangan ketua Felix.


Ketua Felix yang mendengar itu, dia pun hanya bisa menghela nafas panjang.


"Inilah sebabnya sudah 6 jam Dungeon break namun, tidak ada Hunter yang mau menaklukkan nya dan hanya diberikan perisai sihir didepan supermarket," ngeluh Ketua Felix seraya mengelus-elus dahinya. "Lalu, Bagaimana dengan mu Rizal? Apakah bersedia? Pasti kamu mau menolaknya juga," tanya malas Ketua Felix.


"Tidak, Ketua. Aku akan melakukan misi ini."


Aku menerima misi ini bukanlah tanpa alasan karena selama ini aku belum bertemu dengan monster Slime karena aku ingin mencoba membangkitkan bayangan Slime.


Mendengar jawaban ku, Ketua Felix sontak menegangkan badan nya dan melihat ku.


"Benarkah kamu ingin melakukan nya?!" tanya senang Ketua Felix.


"Iya, ketua."


"Kalau begitu, aku yang akan mengawasi mu!"


"Baik, ketua."


Setelah itu, aku dan ketua Felix pergi ke lokasi kejadian yang dimana banyak polisi dan tentara yang menjaga nya.


Setibanya disana, aku dan Ketua Felix langsung diberikan izin untuk masuk.


Namun ...


"Rizal, aku menunggu diluar ya," ucap santai Ketus Felix dengan senyuman kecil dan melambaikan tangannya.


Melihat itu, aku pun menghela nafas panjang.


"Baik, ketua."


Lalu, aku pun masuk kedalam supermarket itu yang mana setibanya didalam aku sontak disungguhi oleh bau busuk yang sangat menyengat disertai dengan banyak nya lendir di seluruh lantai dan dinding.


"Jika aku sendiri mungkin tidak akan bisa mengatasi ini. Namun, aku memiliki banyak teman."


Tanpa ragu lagi, aku pun memanggil ...


"Datang lah 10 Shadow Direwolf dan Shadow Human Navigator!"


Sesaat kemudian, 10 serigala bayangan muncul bersama bayangan Manusia yang dahulu nya rekan Permatasari.


"Shadow Direwolf bunuh para Slime dan Navigator bimbingan mereka!"


Tanpa membuang waktu, para Shadow Direwolf sontak berlari dengan kecepatan tinggi dan membunuh banyak Slime kecil dengan panduan dari Navigator melalui Skill Shadow Share.


Tidak sampai 5 menit, Navigator memberikan laporan nya.


"Yang mulia, kami menemukan Bos Dungeon nya."


"Kerja Bagus, ayo kita kesana!"


Navigator pun mengangguk kepalanya dan kami pun pergi ke lokasi yang ditemukan oleh para Shadow.


Meski selama perjalanan disungguhi oleh lendir dan bau busuk, aku terus melangkah sampai di ruang freezer yang mana disana terlihat Slime besar berwarna hijau lumut.


[Mother Slime.]


Meski monster itu bos Dungeon namun, dimata ku dia hanya bos dengan label putih.


"Bos adalah bos maka aku akan melayani mu dan menyelesaikan dengan cepat.


Lalu, aku pun mengeluarkan Dagger dan berlari dengan kecepatan tinggi meski Slime itu menyemburkan beberapa cairan namun, aku dengan mudah menghindari nya hingga jarak ku menjadi sangat dekat dan inti dari Slime itu terlihat.


"Kelihatan!" Lalu, aku merapalkan skill. "Skill Dagger. Stab."


Dengan kecepatan tinggi, aku pun menusuk inti itu dan membuat nya meleleh.


"Tugas mu belum selesai."


Tujuan ku kesini bukan hanya menaklukkan dan membasmi slime namun, aku berencana untuk merekrut nya.


"Resurrection."


Sesaat kemudian, Slime itu bangkit kembali yang mana kali ini Slime berubah menjadi hitam pekat dengan mata bercahaya.


[Shadow Mother Slime Lv. 1 | Rank: Elite.]


"Hei, apakah kamu bisa berubah diri menjadi senjata?"


Slime itu mendengarkan perintah ku yang mana dia berubah menjadi pedang hitam.


Melihat itu, aku sontak mengambil dan memeriksa kekerasan nya.


"Ini terlihat pedang biasa saja." Aku pun terpikir sesuatu. "Bagaimana jika aku alirkan mana?"


Sesaat kemudian, pedang Slime itu mengeras dan berubah menjadi ungu. Lalu, aku mencoba menebas etalase dan aku berhasil memotong nya dengan mudah.


Lalu, aku ke rencana berikut nya yakni merubah mode.


"Ubah dagger!"


Tidak lama kemudian, pedang berubah menjadi Dagger hitam pekat.


Dengan ini percobaan ku berhasil.


Lalu, aku juga membangkitkan 10 Slime lain untuk menemani sang induk.


Setelah semua nya selesai, aku pun keluar dari supermarket yang mana kehadiran ku membuat Ketua Felix terkejut dan menghampiri ku.


"Rizal, aku mengerti. Pasti kamu menyerah juga ya. Sudah tidak apa-apa, setidak-tidaknya kamu sudah berusaha," ucap ketua Felix dengan menepuk pelan punggung ku.


Aku pun tersenyum kecil mendengar kesalahpahaman nya.


"Aku sudah selesai, pak dan berhasil membunuh bos Dungeon nya."


Sesaat mengatakan itu, portal Dungeon break berlahan tertutup dan menghilang.


"Benar. Dungeon berhasil ditaklukan."


Lalu, Ketua Felix melihat ku dengan tatapan bangga dan memegang kedua bahu ku.


"Kamu memang hebat, Rizal!"


Aku pun menjawab nya dengan tawa kecil.


Sesudah Ketua Felix menyatakan penakluk selesai, para tim pembersih Dungeon sontak masuk kedalam untuk mengambil jasad monster dan membersihkan semua nya.


Tidak lama kemudian, salah satu anggota tim pembersih datang menghampiri ku dan ketua Felix.


"Pak, bisa tunggu sebentar!"


Mendengar itu, aku dan ketua Felix menghentikan langkah.


"Ada apa?" tanya Ketua Felix.


Lalu, anggota tim pembersih melihat kearah ku, "Apakah kamu yang menaklukkan Dungeon Break ini?"


Aku pun mengangguk kepala, "Iya. Apakah ada yang salah?"


"Apakah kamu menaklukkan bos Dungeon nya?"


Lalu, Ketua Felix memotong pembicaraan. "Apakah ada masalah dengan hal itu?"


"Iya, kami tidak menemukan jasad monster dari Bos Dungeon," jawab anggota Pembersihan.


"Apa?! bagaimana bisa?!" kaget Ketua Felix. Lalu, dia menghadap ku. "Rizal, apakah kamu tidak melawan Bos Dungeon?"


Mendengar pembicaraan itu, aku tersadar bahwa aku bersikap ceroboh karena jasad di Bos Dungeon itu sudah menjadi pasukan bayangan ku.


Aku pun terpaksa berbohong.


"Iya, beruntung Dungeon Break kali ini tidak ada bos Dungeon maka dari itu, aku Hunter Rank F bisa menaklukkan nya," jawab santai ku.


"Oh, begitu. Pantas saja. Tapi ... aneh saja," jawab ragu tim pembersih.


Memahami situasi itu, Ketua Felix sontak menengahi nya. "Sudah-sudah yang penting Dungeon break telah teratasi."


"Yasudah terimakasih atas keterangan nya," jawab anggota tim pembersih yang sontak meninggalkan aku dan ketua Felix.


"Baiklah, karena masalah sudah selesai. Kamu beristirahat lah dan untuk pembayaran nya serahkan kepada ku," ucap bangga Ketua Felix.


"Iya. Ketua Felix. Terimakasih atas bimbingan nya!"


Setelah itu, aku pun pulang dan beristirahat.


Hari ini sungguh melelahkan.