Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 24. Dungeon Shadow



...Bab 24. Dungeon Shadow....


Dalam pemahaman ku ada beberapa jenis Dungeon yang turun ke bumi dan jenis itu terlihat dari warna nya ada yang Dungeon aman dan ada juga Dungeon yang bahaya.


Dungeon yang paling aman ialah Dungeon abu-abu yang mana Dungeon ini merupakan Dungeon aman lantaran didalam Dungeon ini sudah tidak ada monster atau pun Bos monster dan hanya tersisa sumber daya nya saja.


Dungeon putih ialah Dungeon yang dihuni oleh monster-monster rank F yang mana monster ini juga bersifat liar dan tidak memiliki Bos Dungeon salah satu nya Dungeon ini adalah Dungeon Kelinci bertanduk.


Dungeon Biru ialah Dungeon normal yang memiliki banyak monster dan Bos Dungeon didalam nya namun, Dungeon ini diizinkan keluar masuk sampai bos Dungeon dikalahkan barulah tertutup.


Dungeon Merah ialah Dungeon misi yang dimana penyusup harus mengalahkan bos Dungeon untuk bisa keluar dari Dungeon.


Dungeon Hijau ialah Dungeon ini memiliki peraturan yang sama seperti Dungeon Merah namun, Dungeon ini akan terhubung langsung ke planet The Another Moon.


Dungeon Hitam ialah Dungeon yang tidak bisa dimasuki namun monster yang ada didalam nya bisa keluar dan fenomena ini sering disebut Dungeon Break.


Dungeon Orange atau jingga, pada Dungeon ini hanya bisa dimasuki saat memiliki kunci masuk kedalam dan biasanya disebut Private Dungeon.


Dari semua Dungeon itu ada satu yang memiliki kesamaan sifat yaitu semakin besar gelombang portal Dungeon maka Dungeon itu akan semakin bahaya dan monster didalam nya akan semakin kuat.


Lepas dari itu semua, saat ini aku sedang mencoba skill baru dari Shadowmancer yakni Dungeon Shadow yang mana sesaat mengunakan muncul gerbang portal berwarna ungu.


Meski ada rasa sedikit ragu untuk masuk, aku pun tetap memberanikan diri melangkah masuk kedalam nya yang mana disana tidak ada apapun kecuali ruangan serba hitam dengan bola merah melayang di tengah nya.


Aku yang penasaran sontak menghampiri bola merah yang dimana sistem memberikan informasi nya.


Ding!


[System telah mengambil alih A.I System Dungeon.]


[ Shadowmancer memiliki hak penuh atas Dungeon ini.]


[Gelar ditambahkan Dungeon Master Shadow.]


Sesaat gelar itu diberikan, System memberikan penjelasan tentang Dungeon yang ku terima yang mana ada beberapa poin penting yang harus ku ingat.


Pertama, nilai tukar dari Dungeon master ialah mana. Setiap Dungeon master akan mengunakan mana nya untuk menciptakan sebuah ruang di Dungeon.


Dan, setiap Dungeon hanya bisa dimiliki oleh seorang Job Mancer dengan unit tergantung pada Mancer tersebut.


Mengetahui poin kedua itu, aku menduga bahwa ada Mancer lain selain aku. Yang mana bisa saja manusia atau penghuni The Another Moon.


Setelah itu, aku pun memutuskan untuk coba membuat Dungeon namun, System memberitahu.


Ding!


[Anda memiliki Template Dungeon dengan tipe istana. Apakah anda ingin membuat nya? ]


Melihat pesan itu, aku cukup senang lantaran tidak perlu bersusah payah lagi dalam membangun Dungeon.


"Baik, gunakan!"


Sesaat kemudian, suasana gelap berubah menjadi bangunan istana bergaya Eropa abad pertengahan dengan suasana malam yang penuh bintang serta langit yang memiliki Aurora ungu.


Meski suasana malam tanpa lampu dan pencahayaan namun, aku masih bisa melihat normal.


Setelah terbangun sempurna, System memberitahu penilaian nya.


Ding!


[Anda telah memakai Overload sebesar -750.000 mana.]


[Proses rehabilitasi diaktifkan.]


Sesaat kemudian, pandangan ku menjadi buram dan terjatuh tidak sadarkan diri.


Beberapa saat kemudian, aku pun sadarkan diri dan membuka mata yang mana pandangan pertama ku melihat atap mewah dengan lampu kristal besar akan tetapi tidak dalam kondisi menyala.


Lalu, Permatasari mendekatkan diri melihat ku dengan senyuman kecil.


Setelah itu, aku mengingat-ingat yang terjadi kepada ku yang mana aku jatuh pingsan karena mengunakan mana secara berlebihan.


Memahami itu, aku pun sontak bangun dari rebahan dan mengunakan skill Shadow Share.


"Permatasari, apa yang terjadi ku? Dan, Bagaimana proses pembangunan Dungeon shadow?"


"Yang Mulia, sesudah anda menyelesaikan pembangunan alam dan istana di Dungeon Shadow. Anda jatuh pingsan dan Tuan Agni membawa anda ke kamar anda dan aku bertugas untuk menjaga serta merawat anda."


Mendengar panggilan terhadap ku berubah, membuat ku penasaran namun, ku abaikan dahulu.


"Setelah selesai pembangunannya seluruh bawahan anda bisa tinggal disini dan Dungeon ini juga terhubung dengan bayangan anda sendiri."


Mendengar dan memahami itu, aku pun tersenyum senang.


Aku sungguh tidak menyangka kemampuan Dungeon Shadow sangatlah luar biasa.


Lalu, aku beralih pada topik yang lain. "Berapa lama aku tidak sadar diri?"


"Tiga hari, Yang Mulia."


Mendengar itu, aku hanya bisa menghela nafas panjang. Lalu, aku pun memutuskan untuk berkeliling Dungeon.


"Permatasari, antarkan aku berkeliling Dungeon ini!"


"Baik, Yang Mulia."


Setelah itu, aku beranjak dari kasur dan melangkah keluar ruangan. Lalu, sekeluarnya dari kamar tidur disana terlihat ada Alter yang sedang berjaga pintu.


Sesaat melihat ku, Alter sontak menundukkan kepalanya.


"Yang Mulia, anda sudah sadarkan diri."


"Iya."


Disaat yang bersamaan, Permatasari menundukkan kepalanya kehadapan Alter.


Disini aku dapat memahami bahwasanya pasukan bayangan ku memiliki hirarki tersendiri berdasarkan rank mereka.


"Alter, Permatasari. Kenapa kalian memanggil ku Yang Mulia?"


Lalu, Alter dan Permatasari menjawab dengan serempak. "Itu karena anda Raja, Yang mulia."


Mendengar itu, aku pun hanya menghela nafas panjang. "Terserah kalian saja."


Setelah itu, aku melanjutkan langkah mengelilingi istana besar yang mana ku melihat tidak hanya istana, di Dungeon Shadow juga memiliki hutan yang luas, laut dan pegunungan.


Saat melewati hutan, aku menemukan pohon buah yang berbentuk seperti apel. Lalu, aku pun mencicipinya yang mana buah itu memang apel.


Disaat memakan itu, aku teringat akan sesuatu. Lalu, aku bertanya kepada Alter yang menemani ku.


"Alter, apakah pasukan bayangan masih membutuhkan makanan?"


"Tidak yang mulia, disaat mereka menjadi Ras bayangan maka mereka tidak membutuhkan makanan, tidur dan kelelahan."


"Ras yang cukup membantu."


Seusai itu, aku pun memutuskan untuk kembali pulang dengan cara merapalkan skill yang mana sehingga memunculkan portal sebaliknya dan tiba di rumah ku.


Lalu, aku pun melihat kearah jam dinding yang mana waktu menunjukkan bahway aku berada di dalam Dungeon hanya memakan waktu satu jam sedangkan di Dungeon aku sudah 4 hari.


Peristiwa ini sama saat seorang Hunter memasuki Dungeon merah atau Hijau.


Sekembalinya aku di rumah, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu dengan suara lembut wanita.


Tok! Tok!


"Permisi, apakah ada orang?"


Mendengar itu, aku menghampiri pintu masuk dan membuka nya yang mana aku dikejutkan dengan sosok gadis yang tidak pernah kuduga, dia ...


Hunter Rank S, Cindy.


"Maaf, mungkin saya menganggu. Nama saya Cindy pemilik dari rumah yang baru saja selesai di sebelah rumah kakak. Dan ..." Cindy memberikan kue kecil kepada ku. "Ini hadiah seadanya. Mohon diterima!"


Sesaat Cindy memberikan kue kecil nya itu, aku pun menyadarkan lamunan dan menerima kue tersebut.


"Oh, iya. Terimakasih, Nona. Aku Rizal."


"Salam kenal ya kak Rizal!"


Aku pun tersenyum dan menganggukkan kepala. "Iya, salam kenal juga dan ... jika butuh apa-apa, Nona Cindy bisa bicara kepada ku."


"Aih, jangan panggil Nona! Cindy saja, Oke!"


"Iya, Cindy juga panggil aku Rizal saja."


Lalu, aku pun saling bertukar senyum dan siapa sangka sosok idol Hunter Rank S akan menjadi tetangga ku.