Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 27. Dungeon Hijau Rank D dan Vampir



...Bab 27. Dungeon Hijau Rank D dan Vampir....


Saat ini aku bersama anggota Guild Harapan yang lain, Sarah dan Hendra masuk kedalam kota Goblin yang mana disana kami sontak disambut beberapa Goblin dan Hobgoblin namun, aku berhasil melawan nya dengan mudah.


Sebenarnya, bisa saja aku mengunakan pasukan bayangan namun, aku belum ingin menunjukkan nya kepada orang lain dan standar Goblin saja, aku masih bisa melakukan nya seorang diri.


Meski begitu, saat kami mencapai pertengahan kota Goblin. Disana sangat lah sepi dan tidak ada Goblin yang menyerang.


Hal ini sangat mencurigakan.


Lalu, Sarah juga menyatakan pemikiran yang mana.


"Saya yakin Goblin yang menyerang secara berkala tapi aneh, ini terlalu sepi."


Setibanya di pusat kota Goblin, kami melihat banyak jasad Goblin, Hobgoblin bahkan Goblin Champions.


"Itu?!" kaget Sarah.


"Mungkinkah ada penikung Dungeon, Itu Gila. Mereka sangat cepat!" sambung Hendra.


Melihat itu, aku pun memeriksa jasad Goblin.


Masih hangat. Jika kami cepat, kami bisa mengejar nya.


Setelah itu, aku bangkit berdiri. "Sebaiknya kita cepat menyusul mereka."


Lalu, kami pun berlari menuju ruang bos Dungeon yang mana setibanya disana kami melihat ada tiga Hunter di dekat pintu gerbang bos.


"Mereka ... dari Death Coffin," ucap Hendra saat melihat simbol yang dikenakan oleh ketiga Hunter tersebut.


Salah satu dari mereka maju, "Haa, Sial! Ini menyebalkan."


Aku pun melihat aura mereka yang mana salah satu dari mereka terlihat Hunter Rank A sedangkan kedua teman nya Hunter Rank B.


"Aku akan melawannya sendiri. Sarah, berikan aku Buff Agility saja! Lalu, berikan semua Buff pada Hendra!"


Mendengar itu, Sarah menjadi khawatir.


"Rizal, saya tahu kamu kuat karena melihat kekuatan mu dengan mata ku sendiri. Tapi, Hunter Manusia lebih mengerikan daripada monster."


"Aku mengerti. Jika makin berbahaya, aku akan memberitahu kalian. Ku serahkan sisanya kepada kalian jika terjadi."


"Kami mengerti," jawab Sarah dan Hendra juga menganggukkan kepalanya.


Lalu, Sarah memberikan Buff Agility nya meski Buff Sarah tidak sehebat Permatasari namun, tidak masalah karena ini sudah lebih dari cukup.


Setelah itu, aku berlari kearah para Hunter Coffin.


Melihat kehadiran ku, salah satu Hunter mengeluarkan skill perisai nya yang mana memunculkan perisai area yang mengelilingi nya.


Saat melihat itu, aku sontak merubah mode senjata.


"Greet mode Glove."


Sesaat kemudian, pedang hitam berubah menjadi sarung tangan dan sontak melesatkan skill.


"Bare Skill. Magic Breaker!" seru ku seraya memukul perisai sihir dan perisai itu sontak pecah seperti kaca yang terpecah. Lalu, aku merubah greet kembali menjadi pedang hitam. "Sword Skill. Triple attack."


Dengan kecepatan tinggi, aku menebas mereka bertiga namun, dari tiga Hunter ada satu Hunter yang masih bisa bertahan.


Hunter yang bertahan ini, dia terlihat membaca semua gerakan ku. Maka dari itu, aku mempercepat kecepatan. "Rush."


Kecepatan ku menjadi lebih cepat hingga membuat Hunter Rank A itu kewalahan meski, dia Hunter bertipe assassin yang mengandalkan kecepatan namun, kecepatan nya jauh lebih lambat dibandingkan dengan ku.


Hingga sampai akhirnya, kedua Dagger yang gunakan nya patah dan melihat itu, aku sontak merubah Greed menjadi Dagger. Lalu, melancarkan skill. "Dagger Skill. Assassinated."


Dalam sekejap, aku berhasil menusuk dan membunuh nya.


Dengan ini pertarungan selesai dan saat melihat itu, Hendra serta Sarah menghampiri ku.


"Rizal, kamu baik-baik saja?" tanya Sarah yang merasa khawatir.


Aku pun tersenyum melihat Sarah dan menganggukkan kepala. "Iya, aku baik-baik saja."


Sarah pun membalas nya dengan senyuman juga.


"Aku berencana untuk langsung melawan Bos Dungeon ini. Apakah kalian tidak keberatan?"


"Saya tidak masalah," jawab Hendra.


"Saya juga," sambung Sarah.


Namun, tidak lama kemudian aku merasakan hawa keberadaan yang aneh.


Perasaan apa ini?


Tidak lama kemudian, sosok Hunter Assassin itu sudah berada di tengah Sarah dan Hendra yang mana Hunter Assassin sontak menyabet leher Sarah dan Hendra.


Melihat itu, aku pun sontak melompat horizontal dan mengayunkan pedang dengan kecepatan tinggi hingga Hunter Assassin itu terpental.


Setelah nya, aku langsung memeriksa keadaan Sarah dan Hendra namun, kedua nya sudah tidak bisa terselamatkan.


"Sial! Kenapa lagi-lagi!" gumam kesal ku seraya memukul tanah hingga berlubang.


Sesaat kemudian, Hunter Assassin itu bangkit berdiri kembali.


Saat melihat Hunter itu, dia pun sudah berubah yang mana dia memiliki kuping panjang, kulit merah dan kedua taring yang panjang.


"Siapa kamu sebenarnya?"


"Aku adalah manusia masa depan yang akan menjadi saksi Tuan ku menjadi penguasa di bumi ini," ucap bangga Hunter Assassin seraya melihat tangan nya keatas.


"Siapa Tuan mu?"


"Hunter rendahan seperti mu tidak pantas untuk mengetahui Tuan ku."


Mendengar itu, aku tersenyum kecil. "Oiya, kalau begitu, aku akan tunjukkan siapa yang lebih pantas yang disebut Tuan."


"Menarik! Tunjukkan kepada ku!" jawab Hunter Assassin seraya memainkan kedua Dagger nya.


Sesaat kemudian, Hunter Assassin itu pun berlari kearah ku begitu juga aku. Namun, aku tidak sekedar berlari yang mana aku sontak merubah Greed menjadi cambuk dan merapalkan skill.


"Whip Skill. Bind."


Seusai merapal itu, cambuk bergerak sendiri dan mengikat nya.


"Apa?!" ucap panik Hunter Assassin.


Melihat keadaan itu, aku sontak menariknya dan mengeluarkan Dagger seraya merapalkan skill.


"Dagger Skill. Assassinated."


Dengan skill itu, aku sedang cepat menusuk dan memenggal nya. Lalu, pertarungan pun berakhir.


"Tugas mu belum selesai, Hunter bodoh ... Resurrection."


Sesaat kemudian, Hunter Assassin yang sudah berubah wujud bangkit kembali menjadi ras bayangan dengan pakaian yang berubah hitam, kulit ungu dan mata yang bercahaya yang mana dia sontak berlutut satu kaki.


[Shadow Half Vampir Assassin Lv. 3 / Rank: Elite Knight.]


Setelah itu, aku mengunakan skill Shadow Share untuk berkomunikasi.


"Siapa kamu sebenarnya?"


"Saya adalah anggota dari Guild Death Coffin yang diutus untuk membunuh dan membawa jasad Hunter ke vampir yang dahulu saya layani yang akan digunakan untuk makanan."


"Siapakah vampir itu?"


"Jenderal kepolisian, Sambo."


Mendengar itu, aku pun menghela nafas lantaran ini akan menjadi masalah yang cukup rumit. Selain itu, Jenderal Sambo terlihat seperti manusia biasa dan tidak hanya itu, dia juga salah satu dari Hunter Rank S.


Memahami itu, aku pun memutuskan untuk memantau nya saja dan kembali kepada Hunter bodoh.


"Sekarang, aku membuat pilihan untuk mu Mengabdi kepada ku atau pergi ke nirwana?!"


"Tuan, saya tidak ingin mati kedua kali. Izin kan saya mengabdi kepada anda!"


"Baiklah, jika itu pilihan mu."


Hunter bodoh itu menundukkan kepala dan pergi masuk kedalam bayangan ku.


Sesudah itu, aku kembali ke jasad Sarah dan Hendra. Lalu, aku membangkitkan nya.


"Resurrection."


Setelah itu, Sarah dan Hendra bangkit kembali menjadi ras bayangan.


[Shadow Human Healer Lv. 1 / Rank: Elite. ]


[Shadow Human Tanker Lv. 1 / Rank: Elite.]


Lalu, aku kembali mengunakan skill Shadow Share.


"Hendra, Sarah. Maaf, aku tidak bisa melindungi kalian."


Sarah pun menggelengkan kepalanya, "Tidak, Tuan. Anda sudah maksimal melindungi kami."


"Benar sekali, ini salah kami karena kami yang lemah."


"Terimakasih atas pengertian kalian. Sekarang, tentu kan pilihan kalian! Ikut dengan ku atau pergi ke nirwana?!"


"Jika kemampuan ku bisa membantu, Tuan. Izinkan saya mengabdi kepada anda," jawab Sarah.


"Tuan, saya seorang Hunter yang cukup kuat dan pasti akan bisa membantu anda," jawab Hendra.


"Baiklah, ikut dengan ku!"


Setelah itu, Sarah dan Hendra masuk kedalam bayangan ku. Lalu, aku pun masuk kedalam ruang bos Dungeon yang dimana aku menghadapi Goblin king namun, kemampuan nya sangat lemah hingga aku dengan mudah menghabisi nya.


Dan, penaklukan pun berakhir.


Lalu, aku pun keluar dari Dungeon dan setibanya di luar, aku melaporkan semua kejadian yang ada di Dungeon juga terpaksa menunjukkan kemampuan Shadowmancer ku dengan memunculkan Hendra dan Sarah yang mana mana membuat Ketua Felix terkejut namun, dia berkata lain.


"Aku sudah lelah dikejutkan oleh kemampuan mu. Namun, satu pesan ku. Berhati-hatilah! Guild Death Coffin tidak akan diam!"


"Baik, ketua. Aku mengerti."