
...Bab 41. All dan Pertarungan melawan Dark Elf....
"Shadow Extraction."
Sesaat aku mengatakan itu, arwah Ali yang ada didalam jasadnya keluar yang menjadi sosok ras bayangan akan tetapi sosok nya berubah drastis yang mana tubuh menjadi sangat besar dengan tinggi 3 meter serta mengenakan baju zirah dilengkapi perisai dan kapak. Lalu, mata nya bercahaya dengan kulit ungu menyatu dengan api ungu disekitar nya.
[Shadow High Human Lv. 7 / Rank: Elite Knight.]
Melihat itu, aku pun terkejut dibuatnya karena baru pertama kalinya kebangkitan berbeda dengan jasad nya.
Dan, sesaat kemudian sosok bayangan Ali itu berlutut satu kaki dihadapan ku. Tidak lama juga sistem memberikan saran.
Ding!
[Shadow istimewa telah terdeteksi. Silahkan berikan nama!]
"All ... itu lah namamu!"
Ding!
[Shadow All telah berganti peringkat menjadi rank Elite Knight - Private.]
Keterangan yang baru pun muncul dan aku yang belum mengerti sontak melihat penjelasan nya.
Rank Elite Knight - Private merupakan kelas khusus bagi para pasukan bayangan yang memiliki nama yang mana kelas ini akan memberikan penambahan kemampuan dan kekuatan 20 persen.
Memahami itu, aku sontak melihat kedalam menu Unit Shadow dan disana tertera, semua Shadow yang memiliki nama masuk kedalam rank tersebut.
Salah satu nya, Cobalt, Permatasari, Sarah, Hendra, Agil dan beberapa Shadow yang kuberikan nama.
Tidak hanya itu saja, pasukan bayangan yang berada di rank General. Mereka memiliki penambahan kemampuan dan ketrampilan mencapai dua kali lipat dari semasa hidupnya.
Meski tidak ada penjelasan namun, aku menduga Ali memiliki roh yang kuat hingga sosok nya berubah.
Seusai aku memerintahkan All yang untuk masuk kedalam bayangan.
Tidak lama kemudian, Fay dan Hunter lainnya sontak menghampiri ku.
"Kak Rizal, kakak baik-baik saja?"
Aku pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Lalu, Aisyah yang hendak bertanya kepada nya dia pun menghentikan nya lantaran kesepakatan sebelumnya.
Tidak lama kemudian, aku merasakan aura yang mengerikan dari luar Dungeon dan aku menduga, dia bos Dungeon nya.
"Mereka datang."
"Siapa?" tanya Aisyah.
Aku pun tidak menjawab nya dan pergi keluar untuk memeriksa pemilik aura tersebut.
Setibanya diluar, kami melihat ada banyak pasukan Dark Elf yang sudah mengepung kami semua dan salah satu nya, sosok Dark Elf yang menunggangi Wyvern tanah dan mengenakan pakaian lebih mewah dibanding Dark Elf lainnya.
Aku menduga dialah Bos Dungeon nya.
Lalu, Aisyah dan beberapa Hunter lain nya terkejut melihat pengepungan dari Dark Elf tersebut.
"Dark Elf?!" kaget Aisyah.
"Dan, jumlah lah mereka puluhan!" sambung Hunter yang lain.
Lalu, sang pemimpin Dark Elf itu bergumam sesuatu kepada anak buahnya.
"Disana cuman ada satu yang lebih berguna dari sampah lainnya," ucap pemimpin Dark Elf.
Mendengar itu, aku sontak menjawabnya. "Apa? Apa kau baru saja memanggil kami sampah?"
Pemimpin Dark Elf itu sontak melihat ku tajam. "Oh, Jadi kau tahu bahasa kami?"
Saat Dark Elf itu mengatakan itu, aku pun terkejut lantaran aku bisa mengerti ucapan nya dengan sendirinya tidak hanya itu saja, Aisyah juga terheran dan bertanya kepada ku.
"Rizal, kamu bisa bahasa monster?"
Jujur aku juga tidak tahu dan sejak kapan namun, aku yakini ini adalah fitur dari sistem itu sendiri.
"Sampai bisa berbicara dengan kami. Sungguh hebat! Maka dari itu, aku akan memperkenalkan sosok prajurit terbaik kami dan dia juga yang memberitahu bahwa ada manusia kuat masuk ke area ini dan orang ini yang akan menjadi lawan mu .. Jad-"
Tiba-tiba ucapan pemimpin Dark Elf itu terhenti saat melihat sosok Dark Elf yang diperkenalkan nya itu kepala nya sudah terpenggal oleh serangan gabungan Stealth dan Slash dan aku sudah berada dibelakang pemimpin Dark Elf.
"Kau terlalu banyak bicara."
Melihat kejadian itu, Dark terdiam dan tidak lama, dia tersenyum lebar. "Ternyata kau orang yang menarik!"
Setelah itu, aku melesatkan serangan Dagger dengan cepat namun, pemimpin Dark Elf itu dengan mudah menangkis nya hingga membuat ku harus kembali ke depan para Hunter yang lain.
Memahami kemampuan ku, Pemimpin Dark Elf itu bernegosiasi.
"Aku punya penawaran dan itu tidak akan merugikan mu. Tapi pertama, biarkan aku bertanya kepada mu. Meski kau bukan manusia, kenapa kau berada di sisi manusia?"
Mendengar itu, aku pun bingung. "Sebenarnya, apa kau bicarakan?"
Pemimpin Dark Elf itu sontak tertawa terbahak-bahak. "Hahaha ... Apa kau belum menyadari nya? Dan, di kepala ini ada suara yang terus-menerus menyuruh kita untuk membunuh manusia. Tapi, aku tidak mendengar nya saat berhadapan dengan mu."
Mendengar ucapan itu, aku sontak menduga dia memiliki skill yang mirip dengan sistem ataukah ada sistem yang lain di dunia lain ini.
"Tidak perlu bagi kita untuk bertarung dan kami pun tidak mau ada korban yang sia-sia. Jadi, cukup serahkan manusia yang dibelakang mu dan aku akan mengampuni mu. Bagaimana? Apa kau setuju dengan penawaran kami?"
Mendengar itu, aku tersenyum kecil dan menjawab dengan dingin. "Aku menolak."
Aku pun tersenyum dan berdiri tegak seraya memasukkan kedua tangan ke saku celana. Jumlah? Apa maksudnya dengan jumlah?" ucap ku seraya memanggil puluhan pasukan bayangan terbaik ku.
"Ap-apa ini?"
"Monster bayangan keluar!"
Kehadiran pasukan bayangan membuat semua Hunter ketakutan saat melihat beberapa pasukan monster besar seperti ular raksasa, kelabang bahkan Wyvern tanah yang berukuran besar.
"Ini seperti Dungeon Break!" ucap kaget Aisyah.
Pemimpin Dark Elf yang melihat itu, dia sontak tersenyum lebar. "Ini sungguh trik murahan."
Lalu, aku menjawab nya dengan senyuman remeh. "Apakah benar ini, trik murahan? Rasakan saja sendiri."
Setelah itu, pertarungan antar dua pasukan terjadi hingga membuat Aisyah, Fay dan Hunter lain nya pergi area pertarungan dan bersembunyi di dalam Goa.
"Mundur! Ini bukan pertarungan yang kita bisa ikuti didalamnya!" seru Aisyah seraya masuk kedalam Goa bersama Hunter yang lain.
Disisi lain, aku memang melihat kemampuan dari pemimpin Dark Elf tidak lah lemah hingga bisa mengatakan bahwa trik murahan lantaran dia dengan mudah mengalahkan pasukan bayangan dan membuatnya kembali kedalam Dungeon Shadow untuk menunggu kebangkitan nya kembali.
Seusai mengalahkan banyak pasukan bayangan, pemimpin Dark Elf itu memperkenalkan diri nya. "Nama ku Raksaka dan Kau?"
"Rizal."
Setelah itu, aku mengeluarkan Greed dalam bentuk Dagger dan melesatkan beberapa serangan disertai skill namun, kecepatan dan kekuatan Raksaka lebih tinggi setiap serangan ku berhasil dihindari nya.
Begitu juga aku hanya berhasil menghindari serangan cepat nya.
Beruntung, sebelumnya aku sudah meningkatkan kemampuan ku jika tidak mungkin aku bisa kalah dengan nya.
Disisi lain, Raksaka tersenyum lebar. "Sudah lama sekali aku tidak merasakan sesenang ini!"
Seusai mengatakan itu, Raksaka melompat horizontal kearah ku dengan kecepatan tinggi dan disaat yang bersamaan para pasukan bayangan magician melesatkan sihir api nya dan melihat itu, aku sontak mengambil kesempatan untuk memanggil para General.
"Agni, Alter, All, Permatasari."
Sesaat Permatasari muncul, dia sontak memberikan buff kepada kami semua.
Dan, disaat yang bersamaan juga Raksasa melompat dari dalam kobaran api.
Melihat itu, All sontak melesatkan skill nya.
"Provoke."
Dengan skill itu, Raksaka mendapatkan tekanan untuk melawan all.
"Sampah menyebalkan! Aku akan menebas mu terlebih dahulu!"
All yang melihat itu, dia sontak menahannya dengan perisai besar nya dan langsung mengayunkan kapak nya akan tetapi Raksaka sontak melompat menghindari serangan tersebut.
"Hahaha ... Prajurit lemah ini tidak akan sebanding dengan ku!"
Lalu, Aku muncul dibelakang nya bersama Alter.
"Benarkah? Bagaimana kalau kami berempat?"
Lalu, aku dan Alter sontak melesatkan skill Dagger secara bersamaan meski begitu, dia berhasil menghindari nya.
Disaat yang sama juga Agni mengayunkan pedang nya namun, Raksaka juga berhasil menghindari nya.
Meski begitu, aku tidak menghentikan serangan yang mana aku merubah Greed menjadi pedang dan melesatkan skill pedang ku.
"Vital Strike."
Serangan itu pun mengenai Raksaka tepat di tangan nya hingga terputus.
Hal itu membuat Dark Elf melompat mundur.
"Kau sampah lumayan tangguh juga."
"Kau tidak dalam kondisi yang seharusnya bilang semacam itu. Bagaimana kalau kau melihat sekitar mu?"
Raksaka sontak melihat sekitar nya dan membuat nya terkejut yang mana seluruh pasukan nya sudah mati.
"Apa hanya itu kemampuan pasukan mu?"
Mendengar itu, Raksaka semakin kesal. "Kau brengsek! Semua prajurit akan hilang jika aku membunuh mu!" seru Raksaka seraya melompat kearah ku.
Lalu, All menghalangi pandangan Raksaka seraya menangkis serangan nya dengan perisai namun, Raksaka melompat dengan perisai kearah dibelakang All yang mana disana Agni sudah menunggu dan dia melesatkan tebasan tapi lagi-lagi digagalkan oleh Raksaka yang menendang pedang dan melanjutkan lompat kearah ku yang dibelakang Agni.
"Mati!"
Dengan kecepatan tinggi, dia berhasil menusuk dada ku namun, sebenarnya bukan aku melainkan Alter yang merubah fisik nya menjadi ku dan saat itu, Alter dengan penuh senyuman sontak memeluk erat sekuat tenaga Raksaka agar tidak bisa kabut dari serangan ku yang sederhana yakni meniadakan Stealth dan menebas kepala.
Dan, pertarungan pun berakhir.
Lalu, para pasukan bayangan bersorak-sorai merayakan kemenangan mereka dan hal itu, aku baru tahu bahwa sifat sebelum dari mereka akan tetap ada meski sudah menjadi ras bayangan.
...## Shadow And System ##...
Terima kasih sudah membaca novel ku ini dan pada hari ini, kita merayakan hari kemenangan untuk kita semua.
Aku [FX] Ryz mengucapkan minal aidzin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin!
Selamat hari raya idul Fitri 1444 H.