
...Bab 56. Peningkatan dan Pengujian ulang....
Siapa sangka bahwa aku harus menunjukkan kemampuan kepada banyak orang terutama sosok yang tidak kuduga kepala Pengawasan, Juan.
Dan, sekembalinya di Metropolis Jakarta. Aku pun di suruh untuk melakukan pengukuran ulang disana.
Sebenarnya, untuk sekarang ini aku juga cukup kesulitan menghadapi situasi dunia saat aku masih berada di Hunter Rank F.
Dunia ini sudah berubah yang dimana peringkat Hunter menjadi tolak ukur kehidupan seseorang bukan lagi jabatan ataupun uang yang dimiliki.
Selain itu, Hunter Rank F tidak diperkenankan untuk masuk dan membeli peralatan atau senjata sihir di Hunter Mall yang mana untuk pergi kesana membutuhkan lisensi paling rendah Hunter peringkat D.
Sedangkan, untuk pelelangan Hunter dibutuhkan lisensi Hunter B keatas.
Memahami itu, aku memutuskan untuk tidak menyembunyikan kemampuan ku lagi dan pergi ke Kantor Pusat Asosiasi Hunter New Indonesia untuk tes pengukuran ulang energi sihir.
Namun, sebelum itu aku melakukan peningkatan dahulu.
Saat ini aku sudah memiliki level 54 dan status poin berjumlah 30.
Melihat status poin itu, aku meningkatkan kecepatan dan kemampuan fisik lagi.
Hingga sistem memberitahu hasil nya.
Ding!
[ Nama: Rizal Purnomo | Lv. 54
Job: Shadowmancer Lv. 12
Title:
• Goblin Slayer.
• Insect Slayer.
• Lord of Shadow
• Wolf Slayer.
HP: 5.100 | MP: 2.800
Fatigue: 0 %
Strength: 130 (+20) | Vitallity: 77
Agility: 144 | Intelligence: 70
Sense: 71
Status Poin: 0. ]
Melihat itu, semoga saja dalam hasil pengujian nanti aku akan mendapatkan hasil yang bagus.
Lalu, selanjutnya aku meningkatkan Job Shadowmancer ku yang awal nya berlevel 12 kini menjadi 14 dari Job poin yang ku miliki.
Karena itu, sistem memberitahu hasil nya.
Ding!
[Anda berhasil meningkatkan skill Shadow Resurrection menjadi 550.]
[Anda berhasil meningkatkan Skill Save Shadow menjadi 275.]
[Anda mendapatkan Skill baru - Shadow Exchange.]
Dalam keterangan nya, skill Shadow Exchange memiliki kemampuan perpindahan ruang yang mana pengguna skill mampu bertukar tempat dengan shadow nya dan ini terlihat seperti sihir Teleportasi.
Dan, menurut ku ini sebuah kemampuan yang luar biasa.
Sesudah memahami itu, aku pun menempatkan Shadow Great Wolf untuk menjaga rumah ku dari penyusup dan maling.
Setelah semua itu, aku merapihkan diri dan pergi ke Kantor Pusat Asosiasi Hunter.
Setibanya disana, Aku disambut oleh banyak orang yang memiliki kepentingan sendiri-sendiri namun, di tempat ini memang tidak pernah sepi meski tengah malam sekali pun.
Mengabaikan itu, aku melangkah mendekati meja resepsionis yang dimana ada seorang wanita berpakaian rapih dengan rompi hitam, kemeja putih dan dasi kupu-kupu serta rambut yang terikat rapih.
Lalu, terlihat juga name tag di dadanya yang bertuliskan nama dan pekerjaan nya sebagai resepsionis.
Setibanya aku disana, wanita itu sontak menyambut ku.
"Selamat pagi, Kak! Ada yang bisa saya bantu?"
Aku yang mendengar sapaan itu sontak mengeluarkan kartu lisensi Hunter dan surat rekomendasi dari Juan. "Aku ingin melakukan uji pengukuran ulang energi sihir."
"Oh, begitu. Kalau begitu, saya periksa dahulu," ucap resepsionis seraya memeriksa kartu dan surat. Lalu, dia mengingat sesuatu. "Oh, jadi. Rizal. Pak Juan sudah memberitahu dan silahkan pergi ke ruang B! Disanalah tempat pengujian nya dan ini nomor antrian anda!" jawab resepsionis seraya memberikan nomor antrian dan mengembalikan kartu Hunter.
"Terimakasih atas Informasinya."
"Sama-sama. Semoga anda mendapatkan hasil yang terbaik."
Aku pun tersenyum mendengar ucapan nya dan pergi meninggalkan nya menuju ruang pengujian.
Setibanya di ruang tunggu sudah ada tiga orang yang sedang menunggu giliran nya disini.
Aku yang tidak mengenal mereka hanya duduk dan memperhatikan sekitar.
Suasana disana cukup tegang dan gugup terlihat dari ketiga Hunter yang juga ingin melakukan pengujian ulang.
Hal itu menurut ku wajar, bagaimanapun juga arah hidup mereka akan diputuskan dengan hasil evaluasi pengujian hari ini.
Sejujurnya aku cukup cukup tegang karena aku tidak tahu peringkat apa yang bisa kudapatkan. Namun, aku memiliki keyakinan akan mendapatkan peringkat tinggi.
Dan, memikirkan itu membuat ku tersenyum kecil.
Melihat itu, Hunter yang duduk diseberang menyindir ku dengan tatapan yang kurang nyaman.
"Bagaimana kamu bisa tersenyum ditempat seperti ini?"
Aku pun tidak menjawab dan mempedulikan nya.
Lalu, dia menyambung ucapan nya. "Enak nya kamu bisa bersikap tenang dan tidak gugup sama sekali."
Mendengar itu, aku sedikit malu namun, tetap tidak ku tanggapi.
Hunter yang duduk disebelah ku menyambung ucapan Hunter diseberang.
"Meski melakukan pengujian ulang namun, hasil nya selalu sama. Aku hanya berharap evaluasi kali ini ada peningkatan."
Lalu, Hunter disebelah ku mengusap tetesan keringat dari dahinya dan mengulurkan tangannya ke arah ku.
"Kak, takdir kita bertemu seperti ini, jadi bagaimana kalau kita saling memperkenalkan? Namaku Jaya."
"Aku Rizal, salam kenal juga," jawab ku seraya menerima tangan nya.
Sesaat kemudian, pintu ruang pengujian terbuka yang mana keluar sosok gadis berseragam asosiasi dan Hunter baru selesai keluar.
"Nomor selanjutnya, silahkan!" seru wanita asosiasi.
Mendengar itu, Hunter di seberang masuk ke ruangan.
Lalu, Aku dan Jaya melihat Hunter yang baru keluar yang mana dia berekspresi kurang menyenangkan dan sangat jujur.
Jaya pun sontak menebaknya. "Kurasa dia mendapatkan peringkat dibawah D."
Tidak lama pintu terbuka lagi dan Hunter itu sama seperti sebelumnya yang mana dia memasang ekpresi kecewa.
Lalu, Hunter yang lain masuk dan Jaya menghela nafas panjang saat melihat Hunter sebelumnya mendapatkan hasil yang buruk dan untuk menenangkan diri nya. Dia pun berbagi cerita kepada ku.
"Apakah kamu sudah dengar, kalau bergabung di Guild besar kamu akan mendapatkan biaya muka saat menandatangani kontrak?"
Sebenarnya aku baru mendengar nya hal itu mungkin sebelum nya aku hanya bergabung di Guild kecil jadi tidak mendapatkan uang muka meski begitu, Guild hope cukup memberikan ku bantuan yang ku perlukan.
"Sebenarnya, aku berutang sejumlah uang ke rentenir dan karena itu, harus berpisah dari putri ku dan harus hidup sendiri untuk sementara waktu. Hal ini yang membuat ku gugup."
Mendengar itu, aku pun hanya tersenyum kecil dan dia mengomentari dirinya sendiri.
"Oh, maaf. Aku curhat kepada seseorang yang yang baru ku kenal dan ini sedikit memalukan. Saya terlalu banyak bicara jika jika tengah gugup seperti ini."
"Tidak apa-apa," jawab ku dengan senyuman kecil.
Sesaat kemudian, Hunter lain keluar yang mana dia tersenyum lebar dan ada kemungkinan dia mendapatkan hasil yang memuaskan.
"Nomor selanjutnya! Silahkan!" seru wanita asosiasi.
Antrian kali ini diperuntukkan Jaya namun, dia gemetaran dan keringat dingin. Melihat nya, aku sedikit khawatir.
"Kak Jaya, kamu baik-baik saja?"
Jaya pun menutup mata dan menggelengkan kepalanya.
"Aku belum siap. Apakah kamu keberatan jika masuk lebih dahulu? Sa-saya terlalu gugup."
"Baiklah, maaf. Aku duluan."
"Iya, si-silahkan!"
Setelah itu, aku beranjak diri dan masuk kedalam ruangan yang mana disana terlihat sebuah ruangan hal yang besar dilengkapi meja panjang dan peralatan khusus lalu, disamping meja besar itu terdapat bola hitam besar yang memiliki banyak kabel ke meja panjang.
Lalu, dibalik meja panjang terdapat pria yang mengenakan jas hitam dan aku pun menghampiri nya.
"Selamat siang, kak. Siapa nama Anda?"
"Rizal."
"Kak Rizal, Tolong letakkan tanganmu di bola panel berwarna hitam di sana!"
"Baik."
Lalu, aku menghampiri bola hitam dan meletakkan tangan kanan ku disana.
Sesaat melihat dokumen ku, wajah pria itu berubah menjadi ekpresi remeh dan menghela nafas panjang.
Lalu, pria itu mengaktifkan alat pengukur bola hitam dengan malas.
Namun ....
Bzzzz!
Alat pengukur energi sihir berdengung dengan berisik.
Beberapa saat kemudian, pria itu menghentikan mengoperasikan karena hasil di layar dan hasil itu membuat nya panik.
"Hah?! Apa yang terjadi di sini?"
Mendengar suara aneh itu, aku sontak menoleh kearah pria dan melepaskan tangan nya. "Ada apa?"
"Maaf, tunggu sebentar! Disini ada sedikit masalah. Saya akan mencoba menilai ulang!" jawab pria.
"Oh, iya," jawab ku seraya menaruh tangan lagi.
Meski mencoba lagi, aku mendengar suara yang sama seperti sebelumnya.
Bzzzz!
Sampai dia meminta ku kembali mencoba meletakkan tangan ku kembali ke bola hitam namun ...
Bzzz!
Sudah ketiga kalinya, perhitungan gagal hingga membuat pria bingung.
"Kenapa begini? Apakah alat ini rusak?" gumam pria.
Melihat sesuatu yang tidak beres, aku pun mempertanyakan nya.
"Ada apa?"
"Maaf, Kami harap kakak bisa menunggu sebentar," jawab pria.
"Iya, baiklah."
Lalu, pria itu menyuruh asisten nya untuk memanggil seseorang yang ahli dalam peralatan tersebut.
Beberapa saat kemudian, datang sosok pria yang lebih tua datang ke ruangan yang mana pria itu sontak senang.
"Pak Manager, syukurlah anda datang!"
"Ada apa?" tanya manager.
"Alat pengukurnya tidak normal," ucap pria seraya menunjukkan hasil penilaian dilayar.
"Tidak normal seperti apa?" tanya manager.
"Pesan kesalahan ini terus muncul."
Lalu, karyawan pria itu mundur selangkah, Manager berdiri sebagai gantinya di depan monitor yang menampilkan hasil pengukuran.
Dan seketika itu juga ekspresi Manager membeku.
"Sudah berapa lama kamu bekerja di sini?"
"Sudah sekitar tiga bulan, Pak. Apakah saya menekan tombol yang salah?"
"Tidak. Ini bukan pesan kesalahan, tetapi mengatakan tidak mungkin diukur! Apakah kamu tidak mengerti apa artinya itu?"
"Eh? Itu bukan pesan kesalahan?"
“Kamu orang bodoh. Pesan ini berarti bahwa perangkat ini tidak dapat mengukur kekuatan sihir orang itu."
Pria karyawan itu semakin panik, "Bukan kah itu berarti?"
"Benar, dia peringkat S."
"Apa?!" kaget pria karyawan.
"Sekarang, cepat hubungi Kepala Juan!" seru manager.
Mendengar itu, aku pun menghela nafas. Meski, mereka memberitahu Juan pada akhirnya dia sudah tahu lebih dahulu.
Setelah itu, manager menghampiri ku.
"Permisi, Tuan Rizal. Izinkan saya untuk memulai kembali. Tidak mungkin mengukur output energi magic Anda dengan perangkat ini, Tuan Hunter Rizal. Kami perlu meminta izin dari atasan jika kami ingin menggunakan alat pengukur presisi, jadi apakah Anda keberatan jika Anda datang dan mengunjungi kami lagi dalam waktu tiga hari?
"Iya, tidak masalah."
Aku menjawab itu lantaran mendengar bahwa aku peringkat S saja sudah cukup dan kehidupan ku kedepannya bisa terjamin.
Kejadian ku merupakan peristiwa langka yang disebut Double Awakening atau kebangkitan ganda dan orang yang mendapatkan Double Awakening merupakan orang yang beruntung salah satu nya Aku.
"Terimakasih, Tuan Rizal. Kami akan mempersiapkan semua nya," ucap manager.
Aku pun menjawab nya dengan senyuman dan anggukan kecil lalu, berbalik badan meninggalkan ruangan.