
...Bab 94. Ujian Lantai Pertama....
Setelah lama menunggu kedatangan dimulai nya Trial. Akhirnya, penguji pun datang diawali dengan suara alarm yang keras dan kata sambutan seusai alarm dimatikan.
"Maaf sudah menunggu lama dan sekarang, waktu pendaftaran peserta ujian Tower Of Trial telah berakhir dan ujian akan dimulai!"
Seusai mengatakan itu, tiba-tiba pintu yang berbentuk dinding batu yang besar terbuka secara perlahan-lahan ke atas dibelakang sosok penguji tersebut.
Memahami itu, semua Hunter sontak berantusias dan mempersiapkan diri.
"Saya akan ingatkan kalian lagi. Trial ini bertujuan untuk menguji kemampuan kalian sebagai manusia jika kalian hanya memiliki sedikit keberuntungan dan kemampuan maka, kalian akan berakhir dengan luka serius bahkan kematian. Siapa yang berani menerima resiko itu? Silahkan ikut saya! Jika tidak, kembali lah ke dunia kalian!" ucap penguji.
Lalu, penguji itu melihat sekeliling nya yang dimana tidak ada Hunter yang memilih untuk mundur dan pergi.
Lalu, penguji menyambung ucapan nya.
"Baiklah, jika itu keputusan kalian. Maka, 500 Hunter akan ikut serta dalam ujian tahap pertama!"
Seusai itu, penguji membalikkan badannya membelakangi semua Hunter dan menggerakkan tangan dan kakinya untuk siap-siap bergerak.
Lalu, dia memulai langkah nya yang mana semua Hunter juga mengikuti nya termasuk aku.
Lalu, kami berjalan dengan lambat mengikuti pengujian dan ditengah itu, Felix memperhatikan sekitar nya yang mana dia harus berjalan di tumpukan barisan para Hunter.
"Aih ... Jumlah Hunter tidak ada yang berkurang. Padahal aku berharap ada beberapa Hunter yang menyerah meski sedikit," ngeluh Felix.
Cindy dan aku hanya memberikan senyuman kecil. Namun, lepas dari itu semua. Langkah jalan penguji semakin cepat bahkan ada yang sudah berlari kecil.
"Ada yang aneh?"
"Kenapa?" tanya Cindy dan Felix juga melihat kearah ku.
"Langkah jalan penguji semakin cepat. Kita juga harus mengikuti kecepatan nya."
Cindy dan Felix sontak melihat kearah yang dimana beberapa Hunter didepannya sudah berlari namun, penguji masih berjalan.
Hal itu membuat Felix sedikit kebingungan.
"Eh? Yang bener saja. Bagaimana bisa dia berjalan secepat itu?"
"Jika itu manusia bumi maka tidak mungkin bisa namun, dia bukan manusia bumi melainkan penduduk asli The Another Moon atau pribumi."
Sesaat kemudian, penguji itu memperkenalkan diri nya.
"Mohon maaf. Saya lupa memperkenalkan diri. Saya Sato, penguji di lantai pertama. Saya akan mengantar kalian ke tempat ujian lantai kedua."
Mendengar itu, Hunter yang berpakaian ninja mempertanyakan nya.
"Kedua? Lalu, ujian lantai satu apa?"
"Sedang kalian lakukan."
"Maksud nya saat ini?" tanya Hunter Ninja.
"Benar sekali, ujian nya sangat sederhana. Kalian hanya harus mengikuti saya sampai ke lantai kedua dan ini lah adalah ujian lantai pertama."
Hunter ninja tersenyum senang. "Jadi, itu saja?"
"Ya. Saya tidak bisa mengatakan dimana atau kapan kalian akan sampai dan tugas kalian hanya perlu mengikuti saya."
Disisi lain, semua Hunter yang mendengar itu sontak kebingungan.
"Eh? Sudah dimulai?"
"Jadi, ini bagian dari ujiannya."
....
Beberapa komentar terus dilontarkan hingga sampai ke telinga Felix dan Cindy.
"Ujian yang aneh," gumam Cindy.
"Aku yakin ini pasti ujian ketahanan. Meski begitu, hal ini tidak menjadi masalah buat ku. Apapun itu, aku pasti bisa mengikuti nya," sambung Felix.
Jika jarak yang ditempuh masuk ke akal sehat tidak masalah namun, pada dasarnya kita tidak tahu sejauh mana kita harus berlari dan ini juga menguji kekuatan dan mental para Hunter.
Tanpa kusadari sudah dua jam waktu berlalu yang mana kami hanya berlari tanpa arah tujuan. Ada beberapa Hunter yang sudah tumbang namun, ada juga yang masih bertekad untuk berlari. Tidak hanya itu saja, Penguji Sato semakin berjalan cepat dan jarak antara Hunter dengan dirinya semakin jauh.
Disisi lain, lari Felix mulai melambat dan bercucuran keringat yang mana dia sedikit kelelahan sedangkan, Cindy masih berlari seperti biasa.
Melihat itu, aku pun memberikan air mineral kepada Felix sambil berlari.
"Ini kak minum dulu!" seru ku seraya memberikan air mineral kepada Felix ditengah berlari.
"Terimakasih," jawab Felix yang sontak menerima air itu dan bergegas meminum nya.
Lalu, aku juga memberikan air mineral juga kepada Cindy dan dia dengan senang menerima nya.
"Terimakasih, Rizal."
Beberapa saat kemudian, terlihat seorang pemuda berwajah oriental melaju didekat kami dengan mengunakan skateboard.
"Hei, kamu memiliki kemampuan yang menarik. Siapa namamu?" tanya pemuda.
Felix yang melihat pemuda itu sontak marah dan kesal.
"Hei, bocah! Tunjukkan sedikit hormat mu pada Trial pertama ini!"
"Apa maksudnya, paman?"
"Kenapa kamu memakai skateboard? Itu Curang nama nya!"
"Kenapa curang?" jawab pemuda.
"Kenapa kau bilang?! Ini ujian daya tahan dan itu melanggar aturan. Apa kamu mengerti?!"
Mendengar itu, Aku dan Cindy menghela nafas.
"Kak Felix, tidak ada aturan seperti itu," jawab ku.
Pemuda dan Felix sontak menoleh kearah ku.
"Hah?! Rizal, apa yang kamu katakan?"
"Penguji hanya bilang agar kita mengikuti nya. Itu saja, tidak ada aturan yang mengatakan seperti itu."
"Oi, Rizal! Sebenarnya kamu berada di pihak siapa?"
Aku pun hanya menjawab dengan senyuman paksa.
Sesaat kemudian, pemuda memperlambat laju skateboard nya dan mengarahkan sejajar dengan ku.
"Hei, berapa umur mu?" tanya pemuda.
"18 tahun."
Mendengar itu, aku mendengar Cindy bergumam sendiri. "18 tahun, dia lebih muda dari ku."
Meski mendengar itu, aku tidak begitu menanggapi nya.
"Hmm ..."
Setelah itu, Pemuda menghentikan dan turun dari skateboard. Lalu, menangkap skateboard dengan satu tangan. Seusai itu, dia ikut berlari disamping ku.
"Seperti nya lebih nyaman ikut berlari saja," ucap pemuda.
"Ngomong-ngomong, aku Jung Wo Hoon. Hunter Rank A dari Korea Selatan. Salam kenal!"
"Iya, salam kenal juga. Aku Rizal, Hunter Rank F dari New Indonesia."
Mendengar itu, Jung Wo terkejut. "Apa? Hunter Rank F. Tapi, kenapa kamu memiliki stamina yang begitu besar? Jika Hunter Rank F umum maka 30 menit pertama saja pasti sudah tidak sanggup. Mungkin kah kamu seorang False Ranker?"
"Tidak mungkin, aku bukan orang yang seperti itu," jawab ku dengan senyuman lebar.
"Seperti nya kamu Hunter yang menarik. Bagaimana kalau kita berteman?" ucap Jung Wo seraya memberikan tangan nya kepada ku.
Aku pun menerima tangan dan memberikan senyuman. "Tentu saja."
Aku dan Jung Wo pun saling bertukar senyum.
Setelah itu, kami lari bersama yang mana penguji Sato juga mempercepat langkah kakinya hingga membuat semua Hunter juga menambah kecepatan lari nya.
Dan, itu sudah menghabiskan waktu empat jam sejak ujian dimulai dan ku perkirakan sudah 80 km. Kami tidak tahu harus seberapa jauh lari kami harus berlari.