Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 36. Dungeon Break di kampus



...Bab 36. Dungeon Break di kampus...


Kring! Kring!


Di pagi hari yang cerah, aku dibangunkan oleh suara dering masuk dari smartphone ku yang mana terlihat di layar itu berasal dari Fay.


"Hei. Pagi, Fay."


"Iya. Selamat pagi juga kak Rizal. Apakah kakak hari ini bisa?"


Saat bertanya itu aku pun teringat sesaat keluar dari Dungeon, aku masih harus memberikan bimbingan les pada Fay dan saat itu, paman dan bibinya meminta tolong kepada ku untuk mengantarkan Fay ke kampus untuk mengadakan tes disana karena paman dan bibi yang sibuk bekerja tidak bisa datang maka dari itu, paman bahkan Fay sendiri meminta ku untuk menjemput nya.


"Iya, aku akan segera kesana."


Setelah itu, aku pun bangun kasur, membasuh diri dan berganti pakaian. Lalu, pergi menjemput Fay yang mana dia sudah menunggu.


Lalu, aku menghentikan laju mobil didepan nya dan menyapa dari jendela kursi samping. "Fay, kamu sudah siap!"


"Iya, sudah siap!" jawab Fay dengan senyuman kecil seraya merapihkan rambut panjang nya yang menutupi telinga.


"Ayo masuk! Nanti terlambat!"


Fay pun mengangguk kepalanya dan masuk kedalam mobil. Lalu, aku melanjutkan laju mobil ke lokasi tes.


Selama di mobil, tidak ada kata-kata yang di ucapkan. Fay hanya terus tersenyum kecil dengan menundukkan kepalanya.


Melihat nya, ku pikir dia gugup maka dari itu, aku coba memberikan semangat untuk nya.


"Fay, tidak gugup. Aku yakin kamu pasti bisa lolos ujian masuk kampus."


Fay pun melihat kearah ku dan memberikan senyuman, "Terimakasih, kak Rizal. Saya tidak akan mengecewakan kakak."


Aku pun tersenyum dan menganggukkan kepala.


Setibanya di kampus, Fay pun turun dan aku memarkirkan mobil karena saat ini aku berencana menunggu nya sampai tes berakhir.


Ditengah menunggu, tiba-tiba aku mendengar suara jeritan.


"Aaa ... Dungeon break!"


"Lari!"


....


Mendengar gemuruh itu, aku sontak beranjak dari kursi dan melihat keadaan yang terjadi dari balik jendela yang mana ku melihat ada banyak monster serangga raksasa yang keluar dari Dungeon biru yang pecah


Melihat nya, aku pun ingin mencoba sesuatu.


"Shadow King Demon Cat. Bunuh mereka!"


Sesaat kemudian, kucing bayangan itu pun keluar dari bayangan dan pergi keluar tanpa menghancurkan jendela atau dinding.


Dengan kecepatan yang tinggi dan cakaran yang kuat, kucing bayangan itu dengan mudah membunuh puluhan serangga raksasa meski begitu jumlah tetap lah berpengaruh maka dari itu, aku memanggil Shadow Great Direwolf dan Shadow Direwolf hingga pembantaian sepihak terjadi.


Pertarungan itu menjadi momen tersendiri bagi para mahasiswa dan dosen yang mana dia merekam pertarungan tersebut.


Meski demikian, aku tidak begitu menanggapi nya karena aku mengincar bos Dungeon nya.


Lalu, aku mengenakan seragam Hawkeye dan kali ini, aku mengenakan masker gas respirator.


Setelah nya, aku mencari bos Dungeon nya dengan mengunakan Shadow Human Navigator yang mana bos itu masih berada didalam Dungeon. Lalu, aku pun masuk kedalam Dungeon.


Setibanya didalam, monster-monster lemah menyambut ku dan aku memanggil beberapa pasukan bayangan untuk mengalahkan nya. Sedangkan, aku sendiri terus melangkah sampai pada ruangan besar yang mana ruangan itu dihuni oleh satu serangga saja yang memiliki ukuran sangat besar, berwarna merah dan memiliki beberapa kaki serta capit di kepalanya.


[Evil Centipede.]


Melihat nya, aku pun tersenyum kecil. "Jadi, kamu kah Boss nya?"


Sesaat melihat ku, kelabang itu sontak menyerang ku dan aku juga mengambil Greed. Lalu, merubah nya menjadi pedang.


"Sword Skill. Slash."


Sabetan udara aku lesatkan yang membuat kepala kelabang itu terbelah dan sebuah pertarungan mudah di selesaikan dengan cepat.


Ding!


[Anda telah naik level.]


[Anda mendapatkan gelar Insect Slayer.]


Melihat sosok nya mungkin berguna di pasukan bayangan, aku pun memutuskan untuk merekrut nya.


Seusai dibangkitkan, ras evil Centipede berubah menjadi ...


[Shadow Evil Centipede Lv.1 / Rank: Elite.]


Lalu, aku pun menyimpan nya dan setelah nya, keluar dari Dungeon akan tetapi sekeluar nya dari Dungeon aku sontak kerumuni oleh beberapa mahasiswa, dosen dan wartawan yang sedang mengambil gambar atau video serta mengajukan beberapa pertanyaan.


"Bagaimana perasaan anda telah menyelesaikan Dungeon seorang diri?"


"Boleh tahu, siapa anda sebenarnya?"


....


Kerumunan itu pun membuat risih dan ku putuskan untuk mengunakan skill Stealth dan menghilangkan dari kerumunan hingga membuat heboh.


Setelah berjarak jauh dari kerumunan itu, aku menampakkan diri di tempat parkir dan memberikan pesan maaf untuk Fay karena pulang lebih dahulu.


Fay pun tidak mempermasalahkan nya.


Seusai itu, aku masuk mobil dan ku putuskan untuk istirahat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ditempat yang berbeda, ketua Felix sedang melihat berita terbaru tentang Hawkeye yang berhasil menaklukkan Dungeon break Rank D seorang diri dan hal itu membuat nya menghela nafas panjang.


"Lagi-lagi Rizal menarik banyak perhatian! Tapi ... dari beberapa, apakah aku bisa membimbing nya?" batin pesimis ketua Felix.


Tidak lama kemudian, pak Rendy mengetuk pintu. "Ketua, ada tamu untuk anda!"


"Masuklah!"


Mendengar itu, Pak Rendy membuka pintu dan membawa dua inspektur yang mana salah satu Inspektur Juan.


"Selamat pagi, Felix! Lama tidak berjumpa!" sapa dingin Juan.


Melihat Juan, Felix sontak beranjak diri dan menyambut nya.


"Pagi juga Inspektur Juan, mari silahkan duduk!" ucap Felix seraya mengarah Juan dan rekan nya untuk duduk di sofa sisi ruangan.


Juan dan rekan nya pun duduk. Lalu, Felix melihat kearah Rendy. "Rendy, buatkan kopi dan bawakan beberapa kue!"


"Baik, Ketua!"


Setelah mendapatkan perintah itu, Pak Rendy pergi keluar dan Felix memulai pembicaraan.


"Jadi, ada keperluan apa sampai kepala Devisi pengawas Asosiasi datang ke kantor kecil ini?"


"Apakah Hunter Rizal Purnomo ada di guild?"


"Iya, dia Hunter Rank F dari Guild Harapan."


Mendengar itu, Juan tersenyum kecil. "Rank F? Apakah kamu bercanda? Bagaimana mungkin ada Hunter Rank F lolos dari kematian dari rank Dungeon jauh diatas nya dan lepas dari itu semua, setiap keikutsertaan selalu ada kematian. Berawal dari Tower Of Trial, Dungeon Rank D, lolos dari pengkhianatan Hunter dan kehadiran sosok Hawkeye dengan pasukan bayangan nya!"


Felix terdiam seraya menatap tajam Juan, "Jadi, apakah kamu menuduh Rizal atas kematian beberapa Hunter dalam Dungeon?"


"Jika, Hunter itu orang biasa. Mungkin, asosiasi akan mengabaikan nya namun, Hunter Rank C bernama Alex adalah adik dari Hunter Rank S, Jacob yang saat ini bergabung di Guild Amerika, Scavenger. Selain itu juga, kamu dan Guild Harapan akan dituduh sebagai Guild hitam yang telah menyembunyikan False Ranker."


Mendengar itu, Felix hanya menghela nafas panjang.


"Aku sama sekali tidak tahu menahu terlebih lagi, aku tidak peduli. Aku lebih memilih kenyamanan dari anggota ku sendiri."


"Jika begitu, pilihan mu ada dua! Keluarkan Rizal atau membubarkan Guild!"


Felix pun tersenyum, "Inspektur Juan, aku akan lebih memilih membubarkan Guild daripada harus memecat Rizal."


"Kalau begitu ..." Juan bangkit berdiri. "Aku akan datang kembali dengan surat resmi untuk pembubaran nya. Kami permisi!"


Setelah itu, Juan dan rekan nya keluar dari ruangan. Lalu, Felix menyandar badan, merenggangkan dasi dan menghela nafas panjang.


"Ini sungguh merepotkan!"


Lalu, Felix melihat kearah luar. "Rendy, aku tahu kamu mendengar nya, datang lah kesini!"


Tidak lama kemudian, Rendy datang dan sontak membungkukkan badannya.


"Maaf, saya ketua. Gara-gara saya merekrut Rizal membuat ketua dalam kesulitan."


"Ini bukan salah siapa-siapa dan siapa juga yang tahu bahwa kita telah merekrut berlian di tumpukan sampah. Kita harus mempersiapkan skenario terburuk!"


Rendy pun mengembalikan posisi badannya, "Baik. Ketua."