
...Bab 47. Bekerja sebagai Tim Penambang....
Saat ini aku sedang berada di dalam Dungeon rank A namun, masuk kedalam Dungeon itu bukanlah sebagai tim penyerang melainkan menjadi tim penambang.
Dungeon rank A memiliki ruang yang sangat luas yang mana rank atau peringkat sendiri tidak ditentukan oleh peringkat monster didalamnya melainkan melalui pengukuran energi sihir nya.
Jika gelombang energi sihir nya berukuran besar maka ukuran luas skala Dungeon nya pun juga besar.
Dan, saat ini aku tengah berdiri di dekat lorong yang mana aku merasakan gelombang sihir yang besar dan ku menduga energi sihir ini berasal dari Boss Dungeon yang belum dikalahkan nya.
Lalu saat sedang memperhatikan itu, beberapa anggota tim penambang memberikan komentar nya.
"Hei, apa kau dengar? Orang baru itu Hunter Rank F."
Rekan yang lain terkejut, "Apa? Rank F? Apa mereka juga merekrut Hunter Rank F?"
"Benar."
"Sebenarnya, apa yang dipikirkan oleh kepala Tim penambang?"
"Itu juga yang kupikir dan ku sangat yakin kita tidak bisa selesai tepat waktu."
Mendengar itu, aku pun menghela nafas panjang.
Dimana pun berada Hunter Rank F selalu dihadapkan dengan diskriminasi lagipula, aku tidak lama disini.
Sesaat kemudian, tim pembersih sudah datang dengan membawa bangkai monster dan seperti itulah sistematis pekerja di Dungeon.
Seusai barulah tim penambang yang masuk untuk mengali mineral didalam nya.
Didalam dunia baru ini, selain mineral. Bangkai dari jasad monster juga bisa menguntungkan yang mana beberapa bagian dari jasad monster itu bisa digunakan untuk membuat senjata, armor, potion dan sebagainya.
Dan, manusia tidak akan jauh dari uang meski dunia sudah berganti lebih kejam dan bahaya.
Sambil menunggu selesai nya tim Pembersih, aku melihat ada jasad monster yang sangat besar dengan kondisi hangus terbakar dan tim pembersih mengambil apapun yang berharga didalam tubuh nya.
Saat melihat itu, kepala tim berdiri disamping ku dan membuka pembicaraan.
"Kamu pasti terkejut karena ini pertama kali nya masuk kedalam Dungeon rank A."
"Ya, monster nya lebih besar dari yang kuduga." Lalu, aku bertanya ke topik yang lain. "Jadi, semua monster sudah dikalahkan kecuali Boss Dungeon?"
"Benar sekali. Tim penyerang tidak bisa membunuh Boss Dungeon karena akan membuat Dungeon nya tertutup. Karena itulah, Dungeon Boss dibiarkan sampai tim pembersih dan tim penambang menyelesaikan pekerjaan nya."
"Kalau begitu, apa yang terjadi jika Boss Dungeon keluar dari ruangan nya?"
"Situasi itu jarang terjadi, Tapi jika itu terjadi kita semua yang ada disini pasti mati."
"Apa anda tidak takut dengan monster yang mengerikan di sekitar mu?" tanya ku.
"Tidak sama sekali."
Saat itu, aku pun memahami bahwa mengabaikan kadang bisa menyenangkan meski begitu, aura yang dikeluarkan bos Dungeon ini bisa membuat tubuh gemetar.
Beberapa saat kemudian, tim penambang memulai pekerjaan nya dan aku pun mulai menambang.
Anggota tim penambang yang lain sontak terkejut melihat kecepatan dan kemampuan ku.
"Ketua, apa benar dia bilang baru pertama kali kerja?"
"Iya, benar," jawab kepala Tim penambang.
"Apa dia sungguh Hunter Rank F? Kecepatan dan skill nya tidak normal," sambung rekan kerja yang lain.
"Tentu saja, aku melihat lisensi nya. Apa kau pikir aku akan menerima orang tanpa melihat lisensi nya," jawab Kepala Tim penambang.
"Terus, bagaimana menjelaskan kemampuan nya?"
Kepala Tim penambang pun terdiam dan dia pun menjawab seadanya.
"Mungkin, dia memiliki kemampuan khusus menambang."
Beberapa saat kemudian, kepala tim penambang memberitahu sesuatu.
"Waktu nya istirahat makan!"
"Siap!" jawab rekan kerja Penambang.
Lalu, kepala tim penambang menghampiri ku.
"Rizal, kamu tidak ikut istirahat dan makan?"
"Tidak, aku sudah makan."
"Oh? Kalo begitu, Tolong sementara bekerja sendiri dulu!"
"Baik, pak."
Seusai itu, kepala tim penambang meninggalkan seorang diri di lokasi penambangan.
Dan, ini merupakan kesempatan untuk ku pergi berburu bos Dungeon dan aku hanya memiliki waktu bebas selama satu jam.
Namun, ditengah itu tiba-tiba ada suara yang tidak asing ditelinga ku dari belakang.
"Siapa kamu? Sedang, apa kamu disini?"
Mendengar itu, aku pun mengangkat tangan dan berbalik badan. Lalu, menjawab nya dengan santai.
"Aku sedang istirahat dan tersesat disini."
Dan, benar seperti dugaan ku. Suara itu berasal dari Cindy.
"Kak Rizal, kenapa kakak ada disini?"
"Oh, Cindy. Lama tidak berjumpa. Aku disini bekerja sebagai tim penambang."
Mendengar itu, Cindy pun mengerutkan keningnya dan melihat name tag yang ku kalung kan.
"Jadi, kakak hunter rank F. Kenapa kakak tidak cerita dari dulu?"
Lalu, aku pun menurunkan tangan. "Apa yang bisa dibanggakan dari Hunter Rank F?"
Cindy menghela nafas panjang, "Itu tidak penting bagiku. Tapi, aku senang bisa bertemu kak Rizal disini."
Aku pun tersenyum kecil, "Aku juga senang bisa bertemu Cindy."
Lalu, kami pun saling bertukar senyum.
"Lebih baik kak Rizal segera pergi dari ruangan ini dan berhati-hatilah!"
"Ya, baik."
Setelah itu, aku pun meninggalkan Cindy dan kembali ke rombongan tim penambang yang mana kami sudah selesai menambang dan hendak keluar Dungeon.
Lalu, Kepala Tim penambang yang berjalan disamping ku memberikan pujian.
"Kamu tersesat dan malah bertemu dengan Hunter Cindy. Bukankah kamu beruntung. Jarang sekali dia mau diajak bicara."
Mendengar itu, aku hanya tersenyum kecil.
Dan, hal ini berbeda dengan sifat Cindy yang ramah kepada tetangga sekitar.
Mungkin ini disebabkan karena profesi nya yang sudah mencapai rank S.
Tanpa terasa pagi menjelang dan tim penambang sudah menyelesaikan serta menguras semua kristal dan material didalam Dungeon tersebut.
Dan, tim penambang yang merupakan pekerjaan honorer jadi pada pagi itu juga semua pekerja tim penambang mendapatkan upah nya.
"Kerja Bagus, Rizal. Plus, aku sudah menambahkan bonus untuk mu," ucap kepala tim penambang seraya memberikan amplop yang berisikan upah kerja.
"Terimakasih," jawab ku seraya menerima upah tersebut.
Lalu, ada rekan kerja tim penambang yang menepuk bahu kanan ku seraya memuji.
"Rizal, kamu memang hebat. Aku pikir kau bawa Excavator setelah melihat mu menambang kristal mana seperti itu."
"Berkat dirimu juga kita bisa menyelesaikan pekerjaan ini 2 jam lebih cepat dan aku tidak menyangka, kita bisa selesai sebelum tim pembersih," sambung Kepala Tim penambang.
"Hahaha ... kalian terlalu memuji."
"Aku sudah bertemu dengan banyak orang dalam pekerjaan ini dan ini pertama kalinya, aku bertemu seseorang seperti mu. Kau punya bakat penambang."
Mendengar pujian itu, aku hanya bisa menghela nafas panjang dan memberikan senyuman kecil kepada nya.
"Aku tidak biasa bilang seperti ini. Tapi ... Apa kau mau bekerja dibawah ku kalau kau mau? Aku akan menjaga mu."
Seperti nya, kepala tim penambang sangat senang aku bekerja di tim nya namun ...
"Terimakasih atas kebaikan anda Tapi ... aku sudah punya pekerjaan yang lain."
"Oh, begitu. Maaf. Tapi, bisakah kamu bekerja lagi besok? Soalnya, besok Guild Garuda akan ada Raid Rank A dan aku masih butuh banyak pekerja."
Mendengar itu, aku menjadi sedikit tertarik untuk mengikuti tim penambang lagi.
"Jadi, Guild Garuda akan melakukan Raid lagi besok?"
"Tentu saja. Ada Dungeon Rank A lain nya. Tapi yang melakukan nya Tim penyerang adalah Tim B sebagai pengganti tim A untuk besok."
"Tim B?"
"Iya, inilah kekuatan dari Guild Garuda yang mungkin satu-satunya Guild New Indonesia yang bisa membagi Tim penyerang menjadi dua untuk menyelesaikan Dungeon rank A."
Saat mendapatkan informasi itu, aku semakin yakin untuk menyusup dan mengalahkan bos Dungeon yang mana sebelumnya aku telah gagal karena ada nya Cindy.
"Dimana aku harus datang?" tanya ku.
"The Lost World Castle. Tempat ini berada di Kepuharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman." Kepala tim penambang memegang bahu kanan ku. "Rizal, kau sudah membuat keputusan yang tepat dan aku akan bicara dengan atasan agar kau dapat dua kali bayaran mu. Kamu memang pantas mendapatkan dua kali upah bagi seseorang yang bisa melakukan pekerjaan setara lima orang."
"Ah, terimakasih."