
...Bab 71. Tamu dan Kemampuan yang menarik...
Setibanya di kantor, seperti yang kuduga tamu yang sedang menunggu adalah Fay dan seorang gadis seumuran Fay yang mana dia adik dari Exile.
"Selamat pagi, Tuan Hunter Rizal. Aku Silvi. Salam kenal dan terimakasih atas bantuan Tuan," ucap Silvi dengan sedikit membungkukkan badannya.
"Sama-sama, Silvi. Bagaimana keadaan mu?"
Silvi pun menegakkan badan nya. "Sudah jauh lebih baik. Ini semua berkat kakak," jawab Silvi dengan senyuman kecil.
Kelvin yang ada disamping ku sontak terpesona dengan Silvi yang mana dia seumuran dengan nya. Dia pun sontak merapihkan penampilan nya dan mengulurkan tangannya.
"Aku Kelvin, salam kenal!"
"Silvi, salam kenal juga!" ucap Silvi seraya menerima tangan Kelvin.
Aku pun tersenyum kecil melihat sikap Kelvin yang kekanak-kanakan. Lalu, aku beralih ke Fay.
"Fay, kenapa kamu ada disini?"
"Aku ingin bergabung dengan Guild Kakak!"
Mendengar itu, Aku dan Kelvin saling bertukar pandang.
Tidak lama juga, Silvi mengatakan yang sama. "Aku juga ingin membantu kakak disini. Meski aku bukan seorang Hunter namun, aku sangat ahli dalam membersihkan dan memasak."
Mendengar itu, Kelvin sontak meraih kedua tangan Silvi. "Kamu diterima. Karena sosok ahli masak yang kami butuhkan." Kelvin melihat kearah ku, "Bukan kah begitu ketua Rizal?"
"Baiklah, karena kalian bukan orang asing bagiku. Kalian diterima."
Silvi sontak melepaskan tangan Kelvin dan menundukkan kepalanya.
"Terimakasih, Ketua Rizal."
Lalu, Fay juga menyusul. "Terimakasih, Ketua Rizal."
Dan, kedua gadis remaja pun bergabung di Guild pada hari kedua Guild Eden resmi dibuka.
Sepulang dari kantor, aku pun memutuskan untuk berjalan kaki.
Sebenarnya, aku bisa saja pulang mengunakan skill Teleportasi seperti Shadow Change atau skill Gate milik Saito. Namun, saat ini aku ingin menikmati dua bulan yang bersinar cerah dihiasi dengan bintang-bintang.
Dan, aku memutuskan untuk bersantai di taman sebelum melangkah ke Dungeon kembali.
Akan tetapi, kedamaian tidak pernah datang.
Tiba-tiba aku mendengar suara wanita yang berteriak.
"Maling!"
Mendengar itu, aku sontak menoleh kearah sumber suara yang mana itu berasal dari seorang wanita yang tas nya di curi oleh seseorang.
Melihat itu, aku pun bergegas membantu dan mengejar maling itu hingga langkah ku terhenti di stasiun yang mana terdapat banyak orang disana dan sosok nya menghilang.
Dimana dia? Mungkin kah, dia bisa mengunakan skill Stealth.
Karena tidak bisa menemukan maling itu, aku pun menutup mata dan mengunakan sense ku untuk merasakan aura nya dan aku pun menemukan nya yang mana dia berganti pakaian serta gaya rambut.
Disitu kah? Dan, seperti nya aku mendapatkan kemampuan yang bagus.
Lalu, aku pun mengikuti nya dari belakang tanpa disadari sampai berjalan beberapa km, dia menghentikan langkah dan menoleh kebelakang.
Aku pun memberikan senyuman dan lambaian tangan.
Menyadari itu, maling sontak berlari dengan panik.
Karena lari nya tidak begitu cepat, aku pun dengan mudah mengikuti nya dari belakang sampai maling itu masuk kedalam mall dan ke toilet umum disana.
"Main petak umpet kah," ucap ku seraya meledek sang maling.
Pertama aku memasuki toilet pria namun, tidak di temukan.
Mungkinkah, dia bersembunyi di toilet wanita.
Lalu, aku pun melangkah memasuki toilet wanita yang mana beberapa wanita keluar.
"Kyaaaaa!"
....
Memahami situasi itu, aku mengambil kesimpulan bahwa maling itu ada di dalam kamar mandi wanita.
Dia sungguh niat atau bodoh.
Sesudah para pengunjung wanita keluar, aku masuk kedalam toilet dan memeriksa satu persatu pintu yang mana ada satu pintu yang tertutup rapat.
Aku pun menduga maling ada di balik pintu itu dan mengetuk nya.
"Keluarlah! Aku tahu kamu ada didalam. Kamu msum atau bodoh."
Maling itu tidak menjawab atau pun membuka pintu.
"Kalau kamu tidak mau keluar maka, aku yang masuk."
Lalu, aku pun menendang pintu untuk membuka paksa.
"Sebenarnya, apa yang kamu lakukan? Kembali kan tas itu!"
"Iya, Kakak. Aku salah. Tolong ampuni aku! Ini pertama kalinya aku mencoba kemampuan ini," ucap takut maling.
"Aku hanya tertarik dengan kemampuan mu yang mampu merubah pakaian bahkan suara juga. Tapi, sayang nya kamu tidak bisa merubah bentuk fisik mu."
Maling itu pun menghela nafas panjang seraya memunculkan tas yang curi nya dari sihir ruang nya.
"Iya, aku memang bukan orang yang beruntung mendapatkan kemampuan seperti ini dan ..." maling memberikan tas yang di curi nya, "Ini tas wanita itu, ku kembali kan dan aku nitip maaf kepada nya!"
"Iya, baiklah. Aku akan menyampaikan nya," jawab ku seraya menerima tas. "Mulai sekarang, carilah pekerjaan yang benar dan hidup normal."
"Baik. Baik. Baik. Aku tidak akan mencuri lagi. Terimakasih telah mengampuni ku kali ini! Aku sangat bersyukur," ucap maling dengan senyuman paksa.
Lalu, aku pun tersenyum kecil karena dia berpikir naif. Aku kesini bukan lah untuk mengambil tas melainkan tertarik dengan kemampuan nya.
"Urusan kita belum selesai. Aku katakan tadi hiduplah yang normal."
Aku pun meluruskan tangan ku dan merapalkan skill, "Mental Blast."
Sesaat kemudian, maling itu pingsan dan saat itu lah, aku mencuri kemampuan nya.
"Steal Skill."
Ding!
[Anda mendapatkan skill baru dan tercatat di Bandit Secret.
[Skill Rank Warrior.
Nama: Costume Change.
Rincian: Kemampuan untuk merubah penampilan mu seusai dengan keinginan pemilik skill.
Penilaian: kamu tidak perlu cemas jika tidak membawa baju.]
Memahami itu, aku pun sontak mencoba nya.
"Costume Change."
Lalu, aku yang awal nya memakai sweater kini aku memakai stelan jas kantoran dilengkapi dengan dasi dan sebagainya.
Aku pun tersenyum kecil lantaran skill ini mudah di gunakan.
Sesaat kemudian, datang beberapa penjaga keamanan menghampiri ku.
"Permisi, kami mendengar laporan bahwa ada orang aneh yang masuk kedalam kamar mandi wanita. Apakah anda mengetahui sesuatu?"
"Iya, aku melihat nya. Dia pria berpakaian wanita yang diam-diam masuk ke toilet wanita."
Mendengar itu, penjaga keamanan sontak terkejut. "Apa? Jika seperti, ayo kita bergegas mengambil tindakan!"
Beberapa penjaga keamanan pun menangkap maling yang masih berpakaian wanita.
Setelah itu, aku kembali ke wanita yang tas nya diambil.
Setibanya disana, wanita itu terlihat bersama dengan gadis Hunter yang tidak asing menemani wanita kemalingan.
"Nona, ini tas anda. Aku sudah menangkap pelaku nya juga!" ucapku seraya memberikan tas milik nya.
Wanita itu dan gadis Hunter melihat kearah ku.
"Kak Rizal?"
Dan, aku pun melihat nya yang mana dia ...
"Lama tidak bertemu, Aisyah."
Aku dan Aisyah pun saling bertukar senyum. Sedangkan, wanita itu sontak menerima tas nya.
"Terimakasih, Hunter Rizal."
"Iya, sama-sama."
Setelah itu, wanita kemalingan itu pergi meninggalkan ku dan Aisyah.
"Jadi, apa yang sedang kamu lakukan disini?" tanya Aisyah.
"Berjalan-jalan saja. Kamu?"
"Berbelanja. Seperti yang kamu lihat," ucap Aisyah yang memamerkan kantong belanjaan nya. Lalu, Aisyah teringat sesuatu, "Oiya, Bolehkah aku meminta nomor telepon mu? Pertemuan sebelum nya, aku tidak sempat meminta nya."
"Iya, tidak masalah."
Lalu, aku pun saling bertukar nomor telepon dengan Aisyah.
"Terimakasih, kak Rizal. Ini sudah malam, aku harus segera memasak untuk adik-adik ku."
"Iya."
Seusai itu, Aisyah pun pergi meninggalkan ku dan aku kembali pulang.