
...Bab 30. Black Inspektur, Dandy...
Black office merupakan pekerjaan ilegal yang mana dirinya melakukan sesuatu diluar pemantauan legalitas tempat dirinya bekerja.
Dan, saat ini aku bertemu dengan salah satu karyawan yang melakukan Black Office yang mana dia membunuh para narapidana di dalam Dungeon hingga membuat kematian narapidana itu terlihat wajar jika itu tidak ada saksi mata.
Namun, saat ini aku dan Haikal melihat sendiri aksi dari Inspektur Hunter yang membunuh ketiga narapidana yang diawasinya.
Dia Dandy.
"Sungguh menarik rank F. Kamu ternyata memiliki Indra yang cukup tajam sebenarnya aku hanya diperintahkan untuk membunuh mereka dan tidak perlu membunuh Hunter yang lain. Tapi, kali ini berbeda. Kalian sudah menjadi Saksi dan itu sangat menganggu bisnis ku. Maka dari itu, aku akan membunuh kalian sama seperti mereka."
Haikal yang melihat itu, dia sontak kesal.
"Apa tujuan mu sebenarnya?"
"Tujuan hanya lah ingin membunuh narapidana ini karena perintah seseorang. Jika kamu ingin menyalahkan salah kan orang tua gadis yang diprkosa oleh narapidana ini. Jadi, aku hanya membunuh namun, lain cerita jika kalian melihat semua ini. Aku harus membunuh kalian."
"Apa?!"
Saat mendengar itu, aku pun ingin langsung melawan nya namun, Haikal memegang bahu ku.
"Tidak, dia bukanlah seseorang yang bisa kamu kalahkan. Aku akan melawan nya!"
Mendengar perkataan Haikal, aku pun membiarkan nya bertarung.
Setelah itu, Haikal melangkah maju dengan menghunuskan pedangnya.
"Sudah lama sekali, aku tidak menghunuskan pedang kepada manusia."
Sesaat kemudian, Senja datang bersama Budi yang mana mereka sontak bingung dengan kejadian yang ada dihadapannya.
"Apa yang terjadi?" tanya kaget Senja.
Saat melihat Haikal yang ingin bertarung dan memahami situasi, Budi juga sontak menghunuskan pedang nya juga.
"Kak Haikal, aku akan membantu!" ucap Budi.
"Senja, berikan aku Buff Penguatan fisik!"
"Baik!" jawab Senja yang mana dia sontak memberikan Buff itu kepada Haikal dan Budi.
Dengan kecepatan yang tinggi, Dandy melesat seraya mengayunkan belati nya yang membuat Budi sontak terkena sabetan nya.
"Aaa...!" teriak sakit Budi yang terpental ke dinding.
Haikal yang melihat itu, dia pun menjadi panik. "Budi!"
Melihat kesempatan itu, Dandy sontak mengarah belati nya kearah Haikal meski begitu, Haikal masih bisa menahan nya.
Disisi lain, Senja yang melihat itu sontak bergegas mengobati Budi.
Lalu, ditengah adu senjata nya Dandy memberikan penilaian nya.
"Normalnya seorang penyihir akan lemah jika melawan seorang Assassin dan cukup bagus ada magician yang mampu mengunakan senjata namun, dia tetap lah magician."
Diakhir adu senjata nya, Haikal memutar pedang dan melesatkan sabetan pada Dandy.
"Aku pasti bisa mengalahkan mu."
Sesaat Haikal menebas tubuh Dandy, dia pun menghilang menjadi kabut dan berpindah ke jarak yang cukup jauh dari Haikal.
"Gerakan mu cukup bagus! Meski sudah di Buff, teknik berpedang mu cukup lumayan, Tapi ... cukup disitu saja!" ucap Dandy yang sontak melesatkan serangan cepat kearah Haikal hingga membuat luka pada bahunya.
Senja yang melihat itu sontak merapalkan sihir penyembuh nya. Dandy yang melihat nya sontak berpaling kearah Senja dan melesatkan serangan nya.
Akan tetapi, Haikal berhasil menahannya dengan serangan belakang. Lalu, Dandy sontak berbalik dan menahan serangan tersebut.
"Seperti nya kamu bukan orang biasa." Lalu, Dandy sontak menghilang dan menjadi kabut. "Tapi, hanya sebatas itu."
Melihat sosok Dandy hilang, Haikal pun menjadi panik dan melihat sekitar nya.
"Kamu pikir bisa menandingi kecepatan seorang assassin, sungguh naif!"
Lalu, Dandy melesatkan serangan dengan sangat cepat dan tidak terlihat sehingga membuat banyak luka di sekujur tubuh Haikal.
Setelah itu, Dandy muncul dihadapan Haikal yang sedang terluka.
Senja yang melihat itu, dia ingin bergegas menyembuhkan namun, Haikal memberikan kode tangan untuk tidak menghampiri nya.
Melihat kode itu, Senja pun menghentikan langkah dan dia hanya bisa menangis seraya menutup mulutnya.
"Sebagai apresiasi ku, maka aku akan membunuhmu tanpa rasa sakit."
Lalu, Dandy mengangkat pisau nya dengan hawa pembunuhan yang kuat dan melesatkan pisau nya.
"Matilah kau!"
Melihat itu, aku pun tidak membiarkan nya maka aku menepisnya hingga membuat Haikal, Senja bahkan Dandy terkejut dengan kecepatan ku.
"Kau lagi! Siapa sebenarnya diri mu? Dan, apa rank mu?"
"Aku Rizal. Hunter Rank F."
Lalu, Dandy melompat mundur untuk memperlebar jarak dengan ku.
"Rank F? Omong kosong!" seru kesal Dandy.
Dandy berkata seperti karena serangan ku membuat tangan Dandy gemetar.
Senja yang melihat itu, dia pun terheran.
"Rizal, bagaimana kamu bisa melakukan nya?"
Lalu, Dandy membuat analisa kepada ku.
"Jika kamu tipe Fighter tidak mungkin rank F memiliki kekuatan sebesar ini. Lebih dari itu, kecepatan mu tidak normal bahkan mampu menahan serangan ku dua kali. Apa kau tipe assassin? Bukan, tipe keduanya. Apa kamu menyembunyikan kekuatan mu?"
Haikal yang mendengar itu, dia yang sedang terduduk dibelakang ku yang penuh dengan luka memberikan komentar nya. "Mungkinkah, kamu. Fake Ranker?"
"Jika memang Fake Ranker maka tidak akan membiarkan siapapun yang melihat kemampuan nya tetap hidup. Maka hanya ada satu jawaban nya, Re Awakening."
Senja dan Haikal yang mendengar itu, mereka pun terkejut. "Apa? Kebangkitan kembali?"
Re Awakening merupakan kebangkitan kedua setelah memperoleh kemampuan khusus sebelum nya.
"Meski begitu, kamu tetap kurang berpengalaman maka, aku akan memberikan pengajaran kepada mu," ucap Dandy dengan senyuman lebar.
Sesaat kemudian, Dandy sontak menyerang dengan kecepatan tinggi meski begitu, aku masih bisa menahan nya.
"Kau pikir menaikan rank itu mudah, Rank F!" seru senang Dandy seraya melesatkan sabetan belati berkali-kali.
Sampai aku berhasil membuat celah dan mencoba menusuk nya namun, gagal. Dandy telah berubah menjadi kabut.
"Lambat?" ucap Dandy yang berlahan menghilang.
"Benarkah?" jawab ku yang mencoba mengarahkan pisau dari sumber suara.
Lalu, Dandy berhasil menepis dan saling adu belati terjadi lagi dengan kecepatan yang sama sampai dia terpikir untuk melesatkan serangan terhadap Senja.
"Lebih baik, aku membunuh Healer dahulu!" gumam Dandy seraya mengarah lari nya ke Senja.
Melihat itu, aku sontak pasang badan dan Dandy sendiri melepaskan puluhan sabetan pisau kearah ku.
Beruntung aku memiliki Vitallity yang tinggi hingga mampu menahan serangan nya.
"Hah?! Daya tahan mu cukup tinggi juga," ucap Dandy.
Disisi lain, sistem aktif dengan sendirinya karena luka dan hawa pembunuh dari Dandy.
Ding!
[Quest Darurat.
Disini ada manusia jahat yang memiliki hawa pembunuh terhadap anda. Bunuh mereka dan pastikan kamu selamat. Jika gagal, maka jantung mu akan berhenti.
Jumlah manusia jahat 1 manusia.
Jumlah manusia yang terbunuh 0 /1.]
Melihat itu, aku pun tersenyum kecil.
"Terimakasih, sistem kamu telah memberikan ku alasan untuk membunuhnya. Sekarang giliran ku!"