Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 34. Peningkatan dan bergabung nya Kelvin



...Bab 34. Peningkatan dan bergabung nya Kelvin....


Ding!


[Anda telah naik level.]


[Anda telah berhasil membunuh penyusup Inter Dimensional.]


[Anda berhasil menaklukkan Dungeon.


Silahkan ambil hadiah anda;



Skill point +5.


1,5 juta koin emas.


Kotak acak emas +1.


Green Key Dungeon +1. ]



Melihat itu, tanpa ragu aku mengklaim hadiah nya. Tidak lama kemudian, pintu gerbang Dungeon terbuka namun, sebelum keluar aku pun membangkit ksatria dahulu.


[Shadow Human Rune Knight Lv. 2 / Rank: Elite Knight.]


Setelah nya aku lanjutkan dengan membangkitkan bos Dungeon.


[Shadow Crazy Werewolf Lv. 1 / Rank: Elite Knight.]


Melihat dirinya langsung berlutut dihadapan ku, aku pun sedikit iba kepada nya.


"Terimakasih, meski kita tidak bertarung dengan ku. Namun, kamu berkenan menjadi bawahan ku. Mohon bimbingannya!"


Mendengar itu, Werewolf pun sontak menghadap keatas dan meraung.


"Auuu!"


Para Shadow Direwolf yang lain juga mengikuti.


Terakhir, aku pun menyimpan bayangan.


5 unit Shadow Great Direwolf.


Dan, 5 unit Shadow Horned Direwolf.


Setelah itu, aku melangkah keluar dari Dungeon dan kembali pulang.


Sekembalinya ke rumah, aku pun pergi ke Dungeon Shadow yang mana setibanya disana Shadow Human Rune Knight sedang latih bersama Agni namun, Rune Knight itu kalah telak.


"Masih butuh 100 tahun untuk kamu bisa mengalahkan ku dan Yang Mulia," ucap sombong Agni saat berhasil menjatuhkan Shadow Rune Knight.


"Latihan yang bagus!" ucap ku memuji kedua nya.


Sesaat melihat ku, Agni dan Rune Knight itu berlutut dihadapan ku.


"Yang mulia, anda sudah tiba," ucap Agni.


Lalu, aku mengunakan Skill Shadow Share untuk


"Iya, Agni dan maksud kedatanganku ke sini untuk berbicara empat mata dengan Rune Knight itu." Aku melihat kearah Rune Knight. "Kamu ikut dengan ku!"


"Baik," jawab shadow Rune Knight.


Lalu, aku pun pergi meninggalkan ruangan bersama Rune Knight di belakang ku dan pergi menunju ruang pertemuan.


"Shadow Rune Knight. Nama mu kepanjangan, aku akan memberikan mu nama Runer. Jelaskan kepada ku siapa kamu? Dan, siapa aku didalam sudut pandang mu?"


"Baik, yang mulia. Saya akan jelaskan..."


Lalu, Runer pun bercerita bahwasanya dirinya penduduk asli dari planet The Another Moon atau Runer menyebutnya Phantasia.


Sejak beberapa tahun ini, tiba-tiba sebuah sihir portal terbentuk yang mana memunculkan manusia-manusia yang memiliki kemampuan luar biasa atau Awakening.


Ada dari mereka yang baik namun, tidak sedikit juga para manusia dunia lain hanya membunuh dan menjarah.


Dan, Runer sendiri bertugas untuk membunuh manusia dunia lain itu sebelum menyelesaikan Dungeon dari perintah didalam kepala nya.


Mendengar itu, aku yakin bahwa para pribumi juga ada beberapa dari mereka memiliki sistem.


"... Yang ku ketahui hanya sebatas itu, Yang mulia. Mohon maaf!"


"Tidak apa, informasi ini juga sangat membantu. Terimakasih."


Sesudah itu, aku pun keluar dari Dungeon dan melakukan aktifitas seperti biasa yakni lari pagi serta beberapa pemanasan hingga sistem memberitahu hadiah nya.


Ding!


[Anda mendapatkan;



Stat poin +2



Tidak lama kemudian, panggilan telepon berdering dan aku pun menghentikan lari lalu, mengangkat telepon yang mana terlihat pada layar panggilan itu berasal dari Pak Rendy.


"Hei."


"Rizal, kamu lagi dimana?" tanya Pak Rendy.


"Iya, pak. Aku sedang olahraga."


"Jika begitu, bisakah Rizal datang ke kantor? Ketua Felix mencari mu!"


"Iya, baiklah. Aku akan kesana."


Sesudah itu, aku kembali pulang untuk membasuh diri, berganti pakaian dan setelah nya, aku pergi ke kantor Guild Harapan.


Setibanya disana, aku dikejutkan oleh seorang Hunter D yang baru saja bergabung di Guild Harapan.


"Salam kenal, saya Kelvin. Mohon bimbingannya, Kak Rizal!" ucap Kelvin seraya menundukkan kepalanya.


Lalu, Pak Rendy menyambung ucapan nya.


"Ketua Felix mengatakan bahwa dia hanya ingin satu party dengan mu. Maka ..." Pak Rendy memegang bahu kanan ku. "Bimbingan lah dia."


Mendengar itu, aku pun menolak nya. "Tunggu, tapi aku kan Hunter Rank F?"


Saat aku berkata seperti itu, Kelvin sontak meraih kedua tangan ku. "Kak Rizal, saya sama sekali tidak pernah membedakan rank dan mohon bimbingannya!"


Mendengar itu, aku hanya bisa merespon datar. "Ehh?!"


Lalu, aku melihat kearah pak Rendy yang mana dia hanya memberikan senyuman kecil. Maka dari itu, aku mau tidak mau menerima nya dan hal itu membuat ku menghela nafas panjang.


"Ahufuu. Iya. Ya, aku menerima nya."


"Terimakasih, Kak Rizal!" seru senang Kelvin dan aku yang mendengar itu hanya memberikan senyuman kecil.


Seusai itu, Pak Rendy memberikan kami misi gabungan yang mana lokasi Dungeon berada di dalam Mall Queen Plaza dengan Rank B. Maka dari itu, dibutuhkan sejumlah anggota besar dari Hunter.


Aku pun menerima misi itu yang ditemani oleh Kelvin dan seperti sebelumnya, tugas ku dalam party itu hanya sebagai Poter.


Setibanya di depan pintu mall, kami semua pun berkumpul dan melakukan briefing terlebih dahulu.


Yang mana tidak lama kemudian terlihat sosok pemuda seumuran dengan ku dan aku pun cukup mengenalnya.


Pemuda itu pun jalan dan berdiri ditengah kumpulan.


"Terimakasih para Hunter sekalian yang sudah bersedia menjalankan Raid Dungeon Rank B ini. Saya Arya, Hunter Rank B dengan Tipe Fighter di Guild Wijaya Kusuma dan pada Raid ini, saya yang memimpin. Mohon bimbingannya!"


Lalu, Kelvin yang berdiri disamping ku. Dia memberikan komentar nya.


"Kak Rizal, ketua itu cukup terkenal lho di media sosial apalagi dia salah satu anggota Guild dari Top 3 di New Indonesia.


Mendengar komentar itu, aku pun hanya tersenyum kecil.


Lalu, Arya menyambung pidato nya. "Seperti yang kalian ketahui bahwa dua hari yang lalu, Dungeon Rank B ini telah terbuka namun, ada beberapa Hunter yang tidak bisa kembali dan meninggalkan dunia. Maka dari itu, saya mengajukan Raid gabungan ini untuk mencegah jatuh korban lagi. Maka saya mohon kerjasama!"


Beberapa Hunter yang mendengar itu menjadi merasa bersemangat dan mempertajam matanya mereka untuk mendengarkan dengan seksama.


Arya tersenyum senang saat pidatonya diterima baik. Lalu, Arya pun melanjutkan kembali pidato.


“Baiklah, sekarang buat tim kalian dengan maksimal 4 orang lalu dalam 10 menit. Kita akan berangkat menuju Dungeon"


“OOOOO!” seruan semangat para pemain.


Pidato pun usai dan Arya berkumpul kembali dengan rekan satu tim nya yang duduk paling depan.


Saat semua sibuk untuk bergabung dan berkenalan, Kelvin juga melihat-lihat Hunter yang masih sendiri.


Melihat itu, aku pun menegur nya.


“Kelvin, jangan cari lagi! Kita berdua sudah cukup."


“Tap-” ucap Kelvin pun terhenti disaat aku menatap tajam dirinya.


“Hehe, baiklah,” sambung jawab Kelvin seusai melihat tatapanku.


Aku pun mengalihkan pandangannya kearah Arya.


Yang mana dia masih memiliki sifat yang suka pamer.


Sebelum ada nya The Another Moon, aku berteman baik dengan Arya yang mana dia merupakan sosok pemuda yang periang dan sangat menyukai anime dan novel ringan.


Namun, Arya memiliki sifat menjilat sehingga di sekolah dia juga dihormati oleh para pembulli sekolah.


Waktu pun berlalu, Arya kembali ke tengah depan barisan.


"Semua! Apakah kalian sudah siap?!" seru semangat Arya.


"Oooo!" jawab semua Hunter dengan penuh semangat.


"Sekarang, ayo kita berangkat!" seru Arya dengan mengangkat pedang nya keatas.


Setelah itu, 18 Hunter yang terdiri dari lima kelompok masuk kedalam Dungeon dan aku serta Kelvin berada di kelompok lima.