Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 69. Exile dan Rachel



...Bab 69. Exile dan Rachel....


Saat ini aku bersama Arwah pemuda sedang berada di tangga darurat rumah sakit.


"Arise."


Sesaat aku menyebut itu, sang arwah pemuda berubah menjadi ras bayangan dan berubah menjadi ...


[Shadow Human / Rank: Unique Normal / Unique Skill: Bandit Secret.]


Sesaat arwah itu berubah menjadi ras bayangan, dia sontak berlutut satu kaki dihadapan ku. Lalu, sistem pun memberikan sebuah saran.


Ding!


[Silahkan memberikan nama!]


Lalu, aku pun memberikan nama pada ras bayangan itu ...


"Exile."


Setelah itu, aku berkomunikasi dengan mengunakan skill Shadow Share.


"Terimakasih, Tuan. Anda telah mengabulkan permintaan saya."


"Sekarang, jelaskan kemampuan Bandit Secret mu!"


"Baik."


Lalu, Exile pun menjelaskan kemampuan nya yang mana dia mampu mencuri kemampuan orang lain hanya dengan menyentuh nya saja.


Setelah kemampuan nya dicuri maka Bandit Secret akan bisa mengembangkan nya, menyalin, menyatukan dan memberikan kepada target yang dibutuhkan.


Mendengar kemampuan yang begitu luar biasa, aku pun jadi sedikit heran kepada nya.


"Kamu memiliki skill yang luar biasa. Kenapa bisa mati semudah itu?"


"Meski skill ini luar biasa namun, saya baru membangkitkan kemampuan hingga belum banyak memiliki skill yang bisa di ambil terlebih lagi saya terlalu naif untuk mencuri kemampuan orang lain."


"Oh, begitu. Aku mengerti." Aku pun mengulurkan tangan, "Exile, kedepannya. Mohon kerjasama nya!"


"Baik, Tuan. Mohon bimbingannya juga!"


Dengan ini proses selesai dan aku pun pergi meninggalkan rumah sakit seusai mengurus semua administrasi.


Sekembalinya ke rumah, aku dikejutkan dengan sosok gaids cantik berambut panjang gelombang yang sedang bersandar dan tidur di depan pintu masuk. Gadis itu juga terlihat mabuk dan ini terlihat dari wajah nya yang memerah dengan bau alkohol yang menyengat.


Aku yang tidak tahu dengan sosok gadis itu. Maka, aku bertanya kepada Nova.


"Nova, Siapa kah gadis ini?" tanya batin ku.


Aku bertanya kepada nya lantaran Nova memiliki kemampuan Petapa Agung atau google berjalan.


[Dia bernama Rachel, umur 21 tahun, tinggal tepat di sebelah kakak dan masih single.]


"Masih single? Apakah itu penting?"


[Karena kakak masih single. Tentu hal itu penting.]


Setelah menjawab itu, aku pun menyamakan ketinggian dengan jongkok. Lalu, menepuk pelan pipi nya.


"Permisi? Apakah kamu baik-baik saja?"


Meski aku menyapa nya namun, tidak ada respon dan dia terlihat sudah tertidur lelap. Maka dari itu, aku memutuskan untuk membantu nya.


"Maaf, sebelum nya."


Seusai mengatakan itu, aku mengambil kunci rumah nya dari tas kecil yang dibawa nya.


"Ketemu."


Setelah itu, aku mengendong nya didepan seperti mengendong seorang putri dan pergi kerumahnya yang mana juga pagar serta pintu dibukakan oleh Shadow Human ku.


Ditengah aku mengendong nya, Exile memberikan laporan nya.


[Tuan, saya telah mendeteksi skill High Brain.]


[Apakah Anda ingin mencuri nya? Iya / Tidak.]


Mendengar itu, Aku menghela nafas panjang. "Exile, tahan dahulu. Biarkan aku membantu nya dahulu."


Lalu, aku pun mengabaikan itu dan melangkah masuk kedalam rumah nya. Setelah itu, aku merebahkan nya disalah satu kamar yang paling besar di rumah itu dan memberikan nya selimut dengan jaket yang ku kenakan.


Seusai merebahkan nya, Exile memberikan penjelasan kemampuan milik Rachel.


[Skill Rank Warrior.


Nama: High Brain.


Rincian: Skill yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kinerja otak lebih cepat dibandingkan dengan manusia umum.


Penilaian: Potensi normal. Pemilik skill belum mengetahui skill nya.]


Melihat itu, aku pun mengambil kesimpulan.


Lalu, aku memerintahkan Exile. "Exile, curi kemampuan nya!"


Sesaat memberikan perintah itu, muncul buku hitam Bandit Secret yang memunculkan aura merah yang terhisap dari tubuh Rachel dan terhisap ke buku hitam.


Seusai proses selesai, sistem memberikan laporan nya.


Ding!


[Anda berhasil mencuri Skill Rank Warrior - High Brain dan tersimpan di Bandit Secret. ]


Melihat itu, aku tersenyum kecil.


"Baiklah, skill apa lagi yang harus ku curi?"


Keesokan paginya, aku kedatangan tamu dan saat membuka pintu terlihat lah sosok Rachel yang masih mengenakan kaos tidur nya serta membawa jaket yang sudah rapih.


"Selamat pagi, kak! Terimakasih untuk kemarin malam. Ini jaket kakak, Nama ku Rachel," ucap Rachel dengan senyuman kecil seraya memberikan jaket ku.


"Sama-sama. Aku hanya melakukan apa yang perlu aku lakukan sebagai pria. Nama ku Rizal. Salam kenal!" ucap ku seraya menerima jaket tersebut.


Rachel pun tersenyum, " Iya, aku tahu. Kakak kan sangat terkenal dan menjadi trending topik beberapa hari ini."


"Begitu kah, aku malah tidak tahu."


Aku dan Rachel pun saling bertukar senyum.


Lalu, aku beralih topik. "Sekarang, bagaimana keadaan mu? Sudah lebih baik."


"Aku baik-baik saja dan sudah terbiasa, kakak tidak perlu khawatir."


"Syukurlah, senang aku mendengar nya."


Sesaat kemudian, pembicaraan kami di potong oleh Kelvin yang baru saja datang ke rumah ku.


"Sela-" ucapan terhenti saat melihat ku dan Rachel. Lalu, dia sontak beralih topik. "Kak Rizal, sejak kapan kakak berpacaran di belakang ku!" ucap Kelvin seraya menunjukkan jari nya kearah ku.


Saat mendengar itu, kami sontak menoleh kearah Kelvin dan sedikit terkejut dengan ucapan keras nya.


Namun, aku masih bisa menjawab nya dengan santai. "Jangan bicara sembarangan! Dia tetangga ku."


Kelvin yang mendengar itu, dia sontak merapihkan penampilan dan batuk paksa untuk memperindah suara nya. Setelah itu, dia menghampiri Rachel.


"Hei, Nona. Aku Kelvin, wakil ketua dari Guild Eden. Salam kenal!" ucap Kelvin seraya memberikan tangan nya.


Rachel pun dengan ramah menerima tangan Kelvin dan memperkenalkan dirinya. "Hei, Aku Rachel, salam kenal juga!"


"Jadi, Kelvin. Apa keperluan mu disini?" ucap potong ku.


Saat aku bertanya itu, Kelvin sontak melepaskan tangan nya dan menoleh kearah ku. "Oh, Iya. Ada seseorang yang ingin bertemu dengan kakak. Dia menunggu di kantor."


"Siapa?"


"Tidak tahu, dia terlihat seperti mahasiswa," jawab Kelvin.


Mendengar itu, aku menduga tamu itu Fay.


Ditengah pembicaraan itu, Rachel memotong pembicaraan.


"Kak, aku pamit dulu."


"Ya, Rachel. Terimakasih sudah mengantar jaket ku."


Rachel pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Setelah itu, dia pun pergi meninggalkan kami.


Dan, tidak lama juga aku dan Kelvin pergi ke kantor.


Lalu, ditengah perjalanan kami pun berbincang-bincang.


"Kak Rizal, apakah kakak tidak pernah terpikir untuk berjalin hubungan?" tanya Kelvin.


"Kamu bicara apa Kelvin. Dalam keadaan dunia seperti itu, aku mana bisa berpikir untuk hal seperti itu."


"Aish ... bersantai lah kak! Nikmati lah hidup kakak sesekali."


Mendengar itu, aku sontak membuka jendela mobil dan menaruh tangan di sisi jendela seraya melihat kesamping. "Aku akan mempertimbangkan nya."


"Menurut ku, Rachel gadis yang cantik."


Iya, Rachel gadis yang cantik dan aku pun berhutang skill kepada nya.


Sesaat kemudian, muncul retakan langit berwarna merah di hadapan kami dan tidak lama kemudian, muncul monster ubur-ubur raksasa yang memiliki mata satu sedang mengobrak-abrik kota.


Melihat itu, kami menghentikan mobil dan keluar.


"Kak Rizal, apa yang kita harus lakukan?"


"Kita awasi saja dahulu."


Dan, monster itu pun bernama ..


[Giants One Eyes Jellyfish.]