Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 89. Aku tidak seperti sebelumnya



...Bab 89. Aku tidak seperti sebelumnya....


Suatu penyesalan yang selalu menghantui ialah pingsan satu tahun di rumah ku yang telah berubah menjadi Dungeon F.


Namun, saat ini aku tidak sendiri dan selemah dari waktu sebelumnya.


Ding!


[Anda telah memasuki Dungeon rank F.]


Melihat itu, aku tersenyum senang.


"Akhirnya tiba! Permainan yang ku tunggu-tunggu!"


Tidak lama kemudian, datang pesan yang lain.


Ding!


[Penempatan Player Quest.


Takluk Dungeon.


Hadiah:



Menjadi player.


Kotak pemula +1.


Status poin +10. ]



Tidak lama kemudian, sosok Goblin datang menghampiri ku.


[Goblin.]


"Lama tidak berjumpa Goblin kecil. Mungkin dahulu aku lemah namun ... Apakah kamu bisa menghadapi anak buah ku?" ucap ku seraya meluruskan tangan. "Keluarlah Shadow Direwolf!"


Sesaat kemudian, Shadow Direwolf muncul didepan ku dan aku sontak memberikan nya perintah.


"Bunuh semua Goblin disini!"


Seusai memberikan perintah itu, Shadow Direwolf sontak berlari kearah Goblin yang menerkamnya hingga Goblin tercabik-cabik dan pemberitahuan muncul.


Ding!


[Anda naik level.]


Tidak lama kemudian, beberapa Goblin datang dan menyerang Shadow Direwolf namun, kemampuan Shadow Direwolf yang lebih unggul membuatnya mudah mengalah para Goblin tersebut.


Ding!


[Anda naik level.]


[Anda naik level.]


Setelah berhasil membunuh para Goblin itu, aku sontak membangkitkan nya.


"Shadow Extraction."


Sesuai merapalkan itu, keluarlah sosok Goblin berkulit hitam pekat.


[Shadow Goblin / Rank: Normal ]


Meski Goblin lemah namun, jika disandingkan dengan Direwolf maka dia akan kuat. Itulah rencana ku.


Lalu, aku pun memanggil dua Shadow Direwolf lain nya untuk disandingkan dengan Dua Goblin lain nya.


[Shadow Goblin Rider / Rank: Normal.]


Setelah itu, aku memberikan perintah kepada nya.


"Pergi dan bunuh Goblin yang lain!"


Tanpa membuang waktu mereka pun pergi dan memangsa Goblin yang lain.


Aku pun pergi ke tempat bos Dungeon ini yang berlokasi kan di kamar tidur kedua orang tua ku.


Setibanya disana terlihatlah Hobgoblin sudah menunggu kehadiran ku.


"Yo, maaf menunggu lama."


"Gigigigi ..."


Tidak membuang waktu lagi, Hobgoblin sontak berlari seraya mengayunkan tombak nya namun, para Shadow Goblin Rider sontak melompat dari belakang ku dan menusuk Hobgoblin secara bertubi-tubi berikut juga Shadow Direwolf hingga pertarungan pun usai dengan mudah.


Tidak lama kemudian datang pemberitahuan.


Ding!


[Boss berhasil ditaklukan.]


[Dungeon berhasil di taklukkan.]


[Selamat! Anda terpilih sebagai Player.]


[Karena anda sudah menjadi Player. Maka anda akan dinyatakan sebagai Operator Player.]


[Anda berhak klaim hadiah;



Kotak pemula +1.


Status poin +10.]



Ding!


[Menu Player berhasil dibuka.]


Melihat pemberitahuan itu semua, aku tersenyum senang.


"Syukurlah, aku tidak pingsan." Aku menoleh keluar. "Sekarang waktunya untuk mendapatkan apa yang telah ku tinggalkan sebelum nya."


Tanpa membuang waktu lagi, aku sontak meningkatkan kemampuan status ku dan status poin ku tingkatkan pada Strength dan Agility.


[Status.


Nama: Rizal Purnomo | Lv. 3


Job: Shadowmancer Lv. 20


Title: Tidak ada.


HP: 250 | MP: 50


Fatigue: 0 %


Strength: 11 | Vitallity: 6


Sense: 7


Status Poin: 0.]


Lalu, aku membangkitkan kembali Hobgoblin.


"Shadow Extraction."


Sesaat kemudian keluar lah sosok Goblin hitam yang memiliki tinggi sama seperti ku.


[Shadow Hobgoblin / Rank: Normal.]


Sesudah itu, aku berganti pakaian dan membawa bekal makanan serta peralatan yang dibutuhkan.


"Baiklah, sekarang waktu berpetualang di dunia akhir jaman.'


Dan, aku pun melangkah keluar meninggalkan rumah.


Setibanya diluar, aku mendengar suara gemuruh monster, tembakan dan ledakan dimana-mana. Saat itu, aku tahu bahwa tempat yang menjadi Dungeon tidak hanya rumah ku saja melainkan beberapa tempat lainnya dan nama Dungeon itu ...


Dungeon Outside.


Sesaat aku meninggalkan rumah terlihat salah satu rumah juga sudah berubah menjadi Dungeon dan rumah itu rumah Rachel.


"Rachel? Aku harap dia baik-baik saja."


Mengetahui itu, aku sontak berlari menghampiri rumah itu namun, rumah itu sudah berubah menjadi Dungeon bertipe merah yang mana tidak bisa dimasuki oleh siapapun. Tapi, tidak dengan ku.


Salah satu dari kemampuan Operator Player adalah ...


Unlock


Yang dimana kemampuan itu dapat membuka dungeon tanpa syarat dan kunci.


Memahami kemampuan itu, aku sontak menyentuh perisai dan merapalkan fitur nya.


"Operator Player Priority. Unlock."


Sesaat kemudian, tangan ku menjadi tembus kedalam dan aku pun sontak masuk kedalam nya.


Setibanya didalam terlihat beberapa Goblin sedang menyerang keluarga Rachel dan sosok pria tinggi bersama ayah nya berjuang untuk melawan para Goblin sedangkan Rachel dan ibunya sedang bersembunyi.


"Matilah!" teriak Kakak nya Rachel.


Melihat itu, aku pun tersenyum kecil dan menduga bahwa sang kakak kedepan nya akan menjadi Hunter sombong yang melupakan adik nya.


Tidak akan kubiarkan, kamu menyakiti Rachel lagi. Tidak lama kemudian, sistem memberikan laporan nya.


Ding!


[Quest: Bunuh semua monster dan selamatkan keluarga di Dungeon.]


Lalu, tanpa ragu aku memerintahkan Shadow Goblin Rider yang masih bersama ku.


"Bunuh Para Goblin!"


Sesaat kemudian, pada Shadow Goblin Rider sontak menyerang para Goblin di rumah itu dengan cepat dan melihat sosok monster bayangan, mereka sontak ketakutan.


"Makhluk apa ini?"


Melihat kepanikan itu, aku pun sontak menghampiri nya.


"Tidak perlu takut. Mereka adalah makhluk panggilan ku dan menurut kepada ku."


Mendengar itu, sang kakak dan ayahnya menurunkan senjata asalnya seperti pisau dan sabit.


Disaat yang bersamaan, sistem memberikan laporan.


Ding!


[Anda telah naik level.]


[Anda telah naik level.]


[Anda berhasil membunuh Bos Dungeon.]


[Dungeon berhasil ditaklukan.]


[Quest berhasil. Anda berhak mendapatkan hadiah;



Stat poin +5.


Kotak acak +1.]



Setelah itu, aku menghampiri Rachel dan keluarga.


"Kalian tidak apa-apa?"


Rachel dan keluarga menjawab dengan anggukan kepala.


Lalu, sang kakak menghampiri ku.


"Jadi, kakak sudah memiliki sihir. Apalagi sihir pemanggilan?"


"Hahaha ... iya, begitu lah dan jangan panggil kakak! Aku masih SMA. Nama ku Rizal yang tinggal di tentang sebelah."


"Aku Teguh dan ini adik ku Rachel."


Aku pun memberikan senyuman kecil kepada Rachel dan dia juga tersenyum.


Lalu, sang ayah menyambung ucapan nya.


"Teguh, bagaimana kamu kalau nak Rizal memiliki sihir? Dan, mungkin saja dia monster juga," ucap sang ayah yang menatap ku dengan tajam.


"Bukan, ayah. Era dunia sudah berganti dan dunia ini mirip seperti permainan game." Teguh melihat kearah ku, "Bukan kah begitu, Rizal?"


"Iya, pak. Anda tidak perlu cemas. Lagipula keselamatan keluarga lebih penting dari apapun."


"Baiklah, aku percaya kepada kalian."


Setelah itu, aku terpikir sesuatu yang mana aku mengambil sebuah belati bernama Assassin Dagger yang mana kudapatkan dari kotak pemula. Lalu, aku memberikan belati itu kepada Teguh.


"Kak Teguh, gunakanlah ini untuk melindungi keluar kakak!"


Melihat itu, Teguh sontak membuka mata nya lebar-lebar. "Rizal, ini terlihat mahal dan kuat. Apakah kamu yakin?"


"Iya, aku harap kakak bisa menjadi Hunter yang hebat."


"Terimakasih, Rizal. Tapi, ngomong-ngomong. Apakah Kamu juga seorang Hunter?"


"Iya, Aku Hunter rank F."


Mendengar itu, Teguh sontak terkejut. "Eh? Yang benar saja?!"


...****************...