Shadow And System

Shadow And System
Shadow And System | Bab 70. Monster ubur-ubur dan Hunter Rank B



...Bab 70. Monster ubur-ubur dan Hunter Rank B....


Ditengah perjalanan ke kantor, Rizal dan Kelvin terhalang oleh Invasi monster yang besar dengan wujud ubur-ubur raksasa.


"Lari!"


"Cepat Lari!"


"Monster telah menyerang!"


"Lari!"


....


Berbagai teriakan dari warga sipil terdengar dari kejauhan sedangkan, Rizal dan Kelvin tidak beranjak satu langkah pun.


Tidak lama kemudian, sebuah pemberitahuan datang di awali dengan sirene.


Wuii!


"Perhatian-perhatian! Bagi para warga harap tenang dan segera evakuasi ke tempat yang di tentukan! Para Hunter akan segera datang!"


Saat itu juga aplikasi Hunter berbunyi yang bertuliskan keterangan monster Rank B muncul dan Hunter disekitar harap mengatasi nya.


"Kak Rizal, apa yang kita harus lakukan?"


"Kita awasi saja dahulu."


"Kenapa?"


"Karena sudah ada Hunter yang lebih cepat dari kita."


Sesaat kemudian, sosok Hunter berbadan besar dengan kulit sawo matang dan mengenakan senjata perisai disertai kapak, dia bernama Angga, seorang Hunter Rank B.


"Warga tetap tenang. Jangan khawatir! Aku Angga seorang Hunter rank B dari Guild Merpati dan aku tidak akan membiarkan kota ini hancur," ucap bangga Angga.


Beberapa warga yang masih ada disana mengenali sosok nya.


"Dia Angga, Hunter Rank B. Syukurlah dengan ini kita bisa terselamatkan!"


"Berjuanglah Angga!"


....


Mendengar itu, Angga tersenyum kecil. "Dasar orang-orang bodoh!" gumam Angga.


Tidak lama kemudian, sosok gadis Hunter yang lain datang dengan berpakaian jubah merah atau terlihat dia seorang Fire Magician.


"Kak Angga, apakah kamu membutuhkan bantuan?" tanya gadis Fire Magician.


"Tentu saja. Aku akan menahan dan kamu fokus pada serangan!"


"Oke, kak!" jawab gadis Hunter Fire Magician.


Dan, pertarungan pun terjadi yang mana Angga dan Gadis Hunter Fire Magician melesatkan serangan bertubi-tubi hingga membuat monster ubur-ubur terjatuh.


"Seperti nya monster itu sudah sekarat dan aku yang akan menyelesaikan nya," ucap Gadis Hunter Fire Magician dan dia pun sontak melesatkan tombak api kearah monster ubur-ubur dan berhasil tertancap oleh tombak api serta api besar menyelimuti tubuh nya akan tetapi, monster itu masih bergerak.


"Sial! Seperti nya Bjingan ini memiliki ketahanan terhadap serangan api," ucap kesal Angga.


"Astaga, Kakak bisa kah menahan lebih lama lagi sampai Hunter Rank B keatas datang kesini membantu kita?" tanya Gadis Hunter Fire Magician.


Mendengar itu, Hunter Angga sempat terdiam. Lalu, dia mengambil sebuah pil merah dari saku nya dan sontak meminum nya.


Rizal yang berada di sudut gedung, melihat Hunter Angga yang sedang memakan pil merah.


Melihat nya, Rizal pun menjadi penasaran.


"Pil apa ya itu?"


Disaat yang bersamaan angga meminum pil, monster ubur-ubur menyerang gadis Hunter Fire Magician dan melilit nya dengan tentakel nya.


"Kak Angga, Tolong aku!"


Saat Gadis Hunter Fire Magician berteriak, ubur-ubur raksasa itu melesatkan skill hingga membuat gadis Hunter pingsan.


Namun, disaat yang bersamaan juga. Hunter Angga melompat dan memotong tentakel itu hingga Hunter gadis berhasil terselamatkan.


"Oi, kamu tidak apa-apa?" tanya Hunter Angga saat mengendong depan gadis Hunter.


Lalu, gadis itu pun membuka matanya dengan berat. "Kepala ku sangat sakit?" ucap gadis Hunter seraya memegang kepalanya.


Memahami itu, Hunter Angga sontak menurunkan gadis Hunter.


"Berlindung lah ditempat yang aman!" seru Angga.


"Maaf," jawab Gadis hunter yang sontak bersembunyi.


Lalu, Hunter Angga kembali melihat monster yang mana monster ubur-ubur juga sontak melesatkan seluruh tentakelnya untuk menyerang Hunter Angga.


Melihat itu, Rizal pun menyadari sesuatu. "Mungkin kah pil merah itu yang membuat nya semakin kuat?"


Hunter Angga yang sedang menahan serangan monster ubur-ubur, dia pun sontak membuang perisai nya dan melompat dengan petir di seluruh tubuh nya. Lalu, dia melesatkan tebasan vertikal dari atas hingga membuat monster ubur-ubur terbelah dan mati.


Seusai itu, Hunter Angga geram kesakitan hingga membuat diri nya terduduk seraya memegang dada nya disertai muntah darah.


Gadis Hunter yang khawatir, dia pun menghampiri nya. "Kakak!"


Sesaat menghampiri nya, Hunter Angga menoleh kearah gadis Hunter dengan ekpresi menakutkan.


Namun, Gadis Hunter itu menjadi semakin khawatir.


"Kakak! Kamu kenapa?"


Saat itu Hunter Angga tahu bahwa dirinya sedang mengalami efek samping obat yang diminum yang mana dia berusaha mengendalikan emosi dan berhasil.


"Tidak apa-apa. Aku hanya terlalu banyak mengeluarkan tenaga dan kelelahan saja," jawab santai Hunter Angga.


Gadis Hunter pun menghela nafas lega. "Kakak mengangetkan ku saja."


Setelah itu, para warga menyambut mereka dan bersorak-sorai lantaran invasi berhasil di selesaikan.


Rizal yang masih disisi gedung tersenyum kecil. "Seperti aku memang tidak perlu terlibat."


Krak!


Suara aneh terdengar oleh Rizal yang mana berasal dari tubuh ubur-ubur yang mengkloning diri menjadi tubuh yang lebih kecil.


Setelah itu, ubur-ubur kecil itu melompat kearah ku. Melihat itu, Rizal hanya tersenyum kecil.


"Terimakasih. Langkah mu menghemat waktu dan tenaga ku. Sekarang, kemampuan mu akan menjadi milik ku."


Sesaat ubur-ubur itu melompat, Rizal mengeluarkan senjata Greed nya dengan bentuk pisau. Lalu, dia dengan mudah menusuk monster itu dan menangkapnya.


"Terlalu dini untuk melawan ku. Monster kecil."


Setelah itu, Rizal pun mengunakan skill untuk mencuri kemampuan nya.


"Shadow Connect. Exile. Unique Skill Bandit Secret."


Sesaat kemudian, aura hitam muncul dari tubuh monster dan terserap kedalam tubuh Rizal.


Seusai itu, pemberitahuan datang dari sistem.


Ding!


[Anda berhasil mencuri Skill mental Blast.]


[Skill Rank Warrior.


Nama: Mental Blast.


Rincian: Skill yang memiliki kemampuan target di lemparkan skill ini akan mengalami sakit kepala dan bisa pingsan.


Penilaian: Anda bisa membuat pusing target anda.]


Melihat itu, Rizal tersenyum kecil. "Kemampuan yang menarik."


Beberapa saat kemudian, gadis Hunter Fire Magician datang menghampiri Rizal dan saat melihat nya, dia pun terkejut.


"Hunter Rizal, anda disini!"


Rizal pun menghela nafas panjang dan melempar jasad monster kearah gadis Hunter.


"Kalian harus lebih berhati-hati dan melihat apakah monster itu benar-benar mati atau tidak."


Gadis Hunter itu membungkukkan badannya. "Maaf, Hunter Rizal. Kami ceroboh."


Rizal pun berbalik badan, "Karena disini hanya ada kamu. Berpura-pura lah tidak melihat ku!"


"Baik, Hunter Rizal."


Rizal pun tersenyum kecil dan berjalan kearah Kelvin yang masih menunggu nya di dekat mobil.


Setibanya di dekat mobil, Kelvin sontak menyambut Rizal.


"Kak Rizal, anda darimana saja?"


"Iya, hanya ke minimarket sebelah untuk mencari makanan."


Lalu, Kelvin pun menatap Rizal dengan seksama yang mana dia tidak memegang belanjaan apapun.


"Kakak Rizal berbohong dan diam-diam, kakak membantu mereka."


Rizal hanya tersenyum kecil dan mengalihkan topik. "Lebih baik, ayo kita bergegas! Kasihan tamu di kantor menunggu."


Setelah itu, Rizal dan Kelvin melanjutkan laju mobil nya yang sudah berangsur normal.