
...Bab 96. Terjebak oleh Hunter Killer Jeriko....
Dalam penglihatan ku melalui Shadow Connect dari beberapa pasukan bayangan ku yang dimana aku melihat beberapa monster yang bisa membunuh para Hunter seperti kura-kura tempurung pohon stroberi yang memangsa dan memakan para Hunter.
Ada pun para Hunter yang mengikuti suara Sato namun, sebenarnya itu suara dari burung yang unik yang menjebak para Hunter ke sebuah jebakan dan jebakan itu pun memakan banyak jiwa.
Meski rawa ini menjadi petaka untuk Hunter yang lain namun, tidak dengan ku lantaran ini kesempatan ku untuk farming dan naik level.
Ding!
[Anda telah naik level.]
Setelah lama berkonsentrasi mencari bayangan ku yang ada di bayangan Cindy dan Felix. Akhirnya, aku menemukan nya.
Setelah itu, aku berlari dengan kecepatan tinggi menuju lokasi Cindy dan Felix lantaran lokasi mereka tepat berada didekat Jeriko.
Aku berharap mereka baik-baik saja.
****************
Disisi lain, Cindy dan Felix masih terus berlari untuk mencari jalan keluarnya.
"Aduh, seperti nya kita kehilangan jejak dari para Hunter lain nya yang ada di depan kita," ucap Cindy.
"Cindy, menurut mu ke arah mana kita harus pergi?"
"Didepan ada suara, ayo kita ikuti!" seru Cindy.
Setelah itu, Felix dan Cindy berlari kearah suara itu akan tetapi, setibanya disana. Felix sontak menghentikan langkah dengan mendadak dan juga menghentikan laju lari Cindy.
"Cindy, berhenti lah!" seru Felix.
Cindy pun sontak menghentikan langkahnya.
"Disana! Mereka bukan pelari namun, pengepungan," jawab Felix seraya mengarah pandangan ke depan.
Memahami itu, Cindy sontak melihat kedepan yang mana terlihat sosok Jeriko sedang dikepung oleh beberapa Hunter lain nya.
"Jeriko, kami tahu bahwa kamu pembunuh berantai dan kamu telah membunuh rekan kami," ucap salah satu Hunter pengepung.
"Kami akan mengampuni mu jika kau berjanji untuk tidak memasuki Tower of Trial lagi," sambung Hunter yang lain nya.
Jeriko pun tersenyum, " Baiklah. Tapi, bagaimana dengan nyawa kalian?"
"Hah?! Apa maksudmu?" tanya Hunter pengepung.
"Sederhana saja. Aku akan membunuh kalian disini jadi selama nya kalian tidak akan bisa masuk ke Tower Of Trial lagi begitu juga aku. Bagaimana kesepakatan yang adil, bukan?" jawab Jeriko.
Mendengar itu, para Hunter pengepung sontak marah dengan kesal dengan Jeriko.
"Bjingan!"
"Sebelum itu terjadi, kami membunuh mu!"
Lalu, Hunter pengepung sontak menyerang secara bersamaan dari segala sisi.
Sesaat kemudian, Jeriko mengeluarkan pisau nya seraya menghindari serangan para Hunter pengepung. Lalu, dia mengayunkan pisau nya seperti menarik dan menebas leher mereka hingga membuat mereka mati seketika.
Dan, hanya tersisa satu Hunter yang ketakutan saat melihat rekan-rekan terbunuh dengan mudah.
Lalu, Jeriko melihat Hunter pengepung yang tersisa.
"Selanjutnya," ucap dingin Jeriko dengan tatapan tajam dan senyuman dingin.
Melihat sosok Jeriko, Hunter pengepung itu pun semakin ketakutan dan membuat nya terduduk tidak bergerak.
"Am-"
Sebelum menyelesaikan ucapannya, Jeriko sontak menebas lehernya dan membuat nya mati.
"Lalu? Kalian juga ingin ikut bertarung?" tanya santai Jeriko.
Lalu, Jeriko berjalan pelan kearah Cindy dan Jeriko dengan senyuman dingin.
Cindy yang memahami situasi itu, dia pun memikirkan sebuah strategi.
"Paman, setelah kuberikan tanda. Kita lari ke arah berlawanan!" bisik Cindy.
"Apa?!" heran Felix.
"Dia Hunter yang kuat. Kita berdua tidak mungkin menang melawan nya dan kita juga tidak bisa membuang-buang waktu untuk pertarungan yang sia-sia," sambung Cindy.
"Iya."
Diarah berlawanan Jeriko semakin mempersempit jarak dan terus jalan berlahan dengan permainan pisau di tangan nya. Lalu, sesaat kemudian Cindy melihat celah dan memberikan kode.
"Sekarang!" seru Cindy.
Dengan seruan itu, Cindy dan Felix sontak berlari ke arah dua sisi yang berbeda.
Jeriko yang melihat itu, dia tidak kaget malah memberikan senyuman lebar.
"Pilihan yang bijak," ucap Jeriko dengan senyuman lebar.
Sesaat kemudian, terlihat ada seseorang yang datang dari kejauhan dan saat menoleh kearah sosok yang datang itu, Jeriko tersenyum senang yang mana sosok yang datang adalah Felix yang kembali dengan membawah sebuah kayu panjang sebagai senjata nya.
"Mungkin, aku tidak akan bisa menang tapi juga aku tidak bisa menutup mataku melihat semua ini maka, aku tidak akan sungkan bertarung dengan mu!"
Diarah yang berbeda, Cindy yang tengah berlari terkejut saat melihat Felix yang kembali dan menantang Jeriko untuk bertarung.
"Paman Felix?!"
Disaat yang bersamaan, Felix berlari kearah Jeriko untuk melancarkan serangan nya.
"Hiyaaa!"
"Hmm ... aku terkesan dengan raut wajah mu."
Sesaat kemudian, jarak Felix semakin dekat kearah Jeriko dan dia mengayunkan kayu panjang nya namun, Jeriko dengan mudah menghindari nya.
"A-Apa?!"
Jeriko pun tidak hanya menghindari nya. Namun, dia melakukan serangan balik dengan memukul perut Felix dan hendak menangkap wajah Felix akan tetapi sebuah serangan dadakan dari sebuah pedang hitam yang terbang kearah nya.
Jeriko yang melihat itu, dia pun sontak menghindari nya dengan melompat mundur. Selain laju pedang, Jeriko juga dapat merasakan aura pembunuh yang mirip dengan nya.
Lalu, tidak lama kemudian kobaran bayangan hitam muncul dari pedang dan keluar lah sosok yang tidak asing bagi Felix.
"Rizal?!"
Rizal pun sontak menoleh kearah Felix, "Syukurlah, kak Felix. Aku tepat waktu," jawab Rizal dengan senyuman senang.
"Iya. Terimakasih."
"Ehh?! Seperti nya, ada Hunter yang cukup menarik," ucap Jeriko.
Rizal sontak kembali melihat Jeriko.
"Senang bertemu dengan mu, Aku Rizal dan cobalah hibur aku dengan kemampuan mu!"
"Aku Jeriko, dengan senang hati."
Rizal dan Jeriko pun saling bertukar senyum dingin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...