
...Bab 53. Shadowmancer VS Necromancer I...
"Pasukan terbaik ku keluar lah dan mari kita berpesta!"
Semuanya dimulai dengan kata-kata itu hingga membuat aura jauh lebih besar dari gelombang energi sihir dari Lich yang menyebar ke mana-mana.
Namun, itu bukan satu-satunya perubahan yang terjadi.
Seiring dengan aku melepaskan kekuatan sihir, bayangan di bawah kaki ku menyebar juga. Dan itu menutupi seluruh permukaan ruangan dengan kecepatan yang menakutkan, seolah-olah seseorang telah menuangkan seember tinta hitam pekat ke lantai.
Para Hunter pun sontak terheran-heran seraya melihat sekeliling nya.
"Apa ini?"
"Apa yang sebenarnya terjadi?" gumam Gadis Healer.
Bayangan ku pun sampai kebawah para Hunter hingga membuat mereka ketakutan dan gemetar.
Atha yang berbaring di tanah, tanpa daya mulai gemetar hebat sambil menatap ku dan bertanya.
"Ap-apa yang kamu rencanakan?"
Mendengar itu, aku menoleh kebelakang dan menjawab nya. "Membunuh mereka semua. Istirahat lah dahulu."
Atha pun tersenyum, "Aku serahkan kepada mu."
Mendengar itu, aku tersenyum dan menganggukkan kepala.
Sesaat kemudian, bayangan ku yang sudah menyebar kini terkoyak dan memunculkan berbagai jenis pasukan bayangan dari manusia, ksatria, magician dan berbagai jenis monster dengan berbagai ukuran.
Lalu, para rank General dan Elite Knight mengelilingi ku dan aku pun memberikan perintah pertama.
"Permatasari, gunakan tingkatkan kekuatan!"
Mendengar itu, bayangan Permatasari sontak mengunakan skill Madness hingga membuat seluruh pasukan bayangan mendapatkan Buff.
Lalu, sistem juga memberitahu.
Ding!
[Skill Madness diaktifkan!]
[Semua statistik pasukan bayangan meningkatkan 30 persen.]
Melihat itu, aku pun tersenyum kecil, "Good Job!"
Melihat kehadiran pasukan bayangan, beberapa Undead yang memiliki kecerdasan mulai mundur selangkah demi selangkah setelah akal mereka ditakuti oleh tekanan berbahaya yang dipancarkan oleh ku dan pasukan bayangan ku.
Para Hunter yang melihat itu, dia pun memberikan komentar nya.
"Lich dan High Zombie mundur?"
"Apa Arti nya ini?"
"A-apakah kamu merasakan itu?"
“Ya.”
“Bisakah … apakah itu masuk akal?”
Hunter tipe penyihir sensitif terhadap energi sihir dan mereka memeriksa energi sihir ku hingga membuat mereka terkejut lantaran energi sihir itu berasal dari seorang Hunter Rank F yang mengantikan membawa barang-barang mereka.
"Tidak, tunggu! Apakah ini bahkan energi sihir?"
"Kalau dipikir-pikir, energi magis ini bahkan lebih tidak menyenangkan daripada yang dipancarkan oleh Lich itu!"
Aku yang mendengar semua komentar itu sontak menoleh kebelakang hingga para Hunter takut akan tatapan ku.
Aku pun tidak begitu mempedulikan dan memberikan komentar, "Tenang saja. Aku berada di pihak kalian dan bawa Ketua Atha ke tempat yang aman serta sembuh dia!"
Semua Hunter terdiam terkecuali Gadis Healer dan Fransiska.
"Baik."
Lalu, mereka berdua pun membawa Atha ke dekat pintu masuk karena disana lah tempat yang aman. Melihat itu, para Hunter yang lainnya sontak mengikuti Fransiska dan Gadis Healer.
Aku pun kembali menghadap ke depan yang mana ada ribuan Undead di ketiga sisi ku. Meski, pasukan bayangan ku hanya ada seratus lebih namun, mereka memiliki kekuatan setara dengan bos Dungeon rank B atau bahkan diatas nya.
Lich yang melihat itu, dia pun sedikit gentar dan memberikan perintah nya
“Apa yang sedang kalian lakukan?! Bunuh manusia itu sekarang juga!"
Sesaat memberikan perintah itu, para Undead pun memulai serangan dengan raungan keras dan Undead yang memiliki senjata, mereka mengangkat senjata nya.
Tidak hanya Undead, para pasukan bayangan juga memulai serangan dengan cepat dan membunuh satu persatu Undead seperti jerami.
Disini aku melihat perbedaan kekuatan dan kemampuan yang jauh terutama para General dan Iris. Mereka bukan lagi bertarung melainkan melakukan pembantaian.
Lalu, aku yang tidak mau melewatkan kesenangan itu. Aku pun turut serta bertarung dan membunuh semua Undead terutama High Zombie yang memiliki kekuatan dan pemulihan besar namun, tidak bagi ku dan Greed.
Dalam sekilas, aku mendengar beberapa komentar dari para Hunter.
"Itu ..."
"Benar, dia seperti wakil ketua. Bertarung dengan monster seperti menari saja."
"Bukan, ini lebih dari itu. Jika wakil ketua menari, dia topan bersama pasukan bayangan dan dia lah sebagai inti topan nya."
Para Shadow great monster dengan rusuh nya, dia membasmi semua Undead.
Lalu, All dan para Shadow Human Tanker serempak mengunakan skill Provoke nya. Namun, gagal. Hingga membuat mereka harus maju sendiri menghampiri para Undead.
Sikap para Shadow Monster dan Shadow Tanker yang rusuh membuat ku merasa kasihan terhadap para Undead.
Disisi lain, Iris, Alter, Agni dan saka. Mereka dengan elegan dan efisien menebas kepala semua Undead.
Prajurit Bayangan rank Biasa merasa sulit untuk melawan para Undead, tetapi mereka memiliki stamina yang tidak tahu arti kelelahan, dan kemampuan untuk beregenerasi hampir tanpa henti.
Dan, para Shadow magician menghujani para Undead dengan api.
Hingga jumlah Undead berkurang secara drastis dalam waktu yang sangat singkat.
Memahami situasi itu, Lich sontak marah.
"Serangga rendahan! Berani nya kamu!" seru Lich seraya menatap ku dan aura nya mengatakan dia akan memfokuskan untuk membunuh ku.
Aku menduga, dia berencana membunuh ku agar pasukan bayangan menghilang dan itu mimpi nya.
Lalu, dia melesatkan sihir kutukan berupa Skill Song Of Curse.
Lima jenis kutukan yang berbeda diselesaikan dalam sekejap dan terbang menuju korban yang dia tuju yang tidak lain yakni aku.
"Sihir yang menarik," ucap santai ku.
"Meski kamu menyadari sihir ku tapi, terlambat. Mati lah kau manusia!"
Lich itu pun percaya diri bahwasanya dia bisa membunuh dengan sadis dan tersiksa namun, dia tidak tahu bahwa aku memiliki;
Skill Rehabilitasi.
Yang mana, skill ini memiliki kemampuan kebal terhadap semua jenis penyakit, zat beracun serta semua bentuk debuff status lainnya. Lalu, selama proses tidur, tingkat pemulihan ku akan meningkat secara luar biasa.
Dan, disaat yang bersamaan. Sistem memberikan laporan nya.
Ding!
[Anda telah terjangkit Status Abnormal.]
[Skill Rehabilitasi telah diaktifkan!]
[Semua Status Abnormal telah dihapus.]
Dan, kelima status Abnormal dihilangkan bahkan sebelum kutukan memiliki kesempatan untuk aktif di tubuh ku.
Menyadari Lich sontak terkejut, "A-Apa? Bagaimana bisa? Serangga seperti mu!"
Mendengar itu, aku tersenyum dan menjawab nya remeh. "Kutukan seperti itu tidak akan mempengaruhi ku."
"Tidak masuk akal!" seru kesal Lich.
Pemikiran itu wajar karena secara teori untuk menghilangkan kutukan, seseorang membutuhkan sihir pemurnian, atau berkah dari makhluk yang memiliki kekuatan lebih besar daripada kutukan itu sendiri.
"Jika kutukan tidak mempan maka, aku akan membunuh kalian semua!" seru Lich seraya mengangkat tangan nya dan memunculkan bola api raksasa dari tangan nya bahkan jika dilihat sihir api itu seperti miniatur matahari.
Lalu, aku menduga jika bola itu dijatuhkan maka kami semua akan mati termasuk pasukan Undead nya sendiri.
"Apakah kamu sudah putus asa sampai mengorbankan anak buah mu sendiri?"
"Hahaha ... untuk membunuh mu. Aku rela melakukan nya dan setelah nya, aku akan membangkitkan mereka lagi termasuk kamu yang akan menjadi budak ku selamanya!"
Sesaat kemudian, bola api raksasa itu jatuhkan. "Matilah, kalian semua!"
Melihat itu, para Hunter sontak ketakutan dan gemetar bahkan beberapa dari mereka sudah siap untuk mati.
Tapi, aku tidak mengizinkan hal itu.
"Siapa pun yang menjadi party ku didalam Dungeon? Tidak akan kubiarkan mati. Iris!"
Dengan cepat Iris berlari mendekati bola raksasa dan dia meluruskan tangan nya seraya merapalkan skill unik nya.
"Gluttony."
Sesaat mengatakan itu, keluar asap hitam dari tangan Iris yang berlahan menutup bola api raksasa dan berlahan mengecil sampai asap itu kembali ke dalam tangan Iris.
Setelah itu juga bola api raksasa langsung menghilang tanpa jejak dan kejadian itu tentu membuat Lich dan para Hunter terkejut.
Lalu, para Hunter memberikan komentar nya.
"Skill apa itu?"
"Skill yang berbahaya."
"Beruntung, Rizal berada di pihak kita!"
Disaat yang bersamaan, Lich juga terkejut kesal.
"Berani nya kamu manusia sudah mempermainkan ku!"
Melihat nya, aku pun meledek nya. "Jadi, kamu masih memiliki mana untuk marah dan berbicara?"
Sejujurnya, aku bisa saja melenyapkan Lich tepat di awal pertempuran jika ku mau. Namun, aku memilih untuk tidak melakukannya lantaran aku ingin menanamkan rasa takut ke dalam hati Lich itu, seperti dia berhasil melakukan nya kepada para Hunter di ruangan ini.
Namun, sepertinya itu tidak cukup untuk membuat monster arogan itu merasakan arti sebenarnya dari ketakutan.
Maka, aku memutuskan untuk memberikan pertunjukan kepada nya.
"Kalau begitu, izinkan aku menunjukkan kepada Anda tontonan yang menarik!"
Seusai mengatakan itu, membangkitkan mereka.
"Arise."
Ding!
[Proses Ekstraksi Bayangan di mulai!]
Mendampingi pesan Sistem yang memperingatkannya tentang aktivasi keahliannya, teriakan mengerikan yang menyerupai pergolakan kematian bergema dari suatu tempat yang tidak diketahui.
Melihat proses itu, Lich pun terkejut.
"Apa kamu lakukan?!"
Aku pun hanya memberikan senyuman kecil.
Lalu, tidak lama kemudian dari bayangan Undead muncul ras bayangan salah satu ras bayangan dari Undead Orge yang berubah menjadi ...
[Shadow Orge / Rank: Elite.]
Dan, beberapa Undead lainnya berhasil dibangkitkan kembali dan berubah dari Undead menjadi ras bayangan.
"Tidak mungkin. Bagaimana bisa Undead ku telah berubah menjadi ras Bayangan?!" Lalu, dia teringat sesuatu. Yang artinya, para prajurit yang Bedebah panggil ini adalah…?"
Lich itu pun akhirnya menyadari bahwa manusia tak dikenal itu sama sekali tidak menggunakan panggilan biasa. Dan pada saat yang sama, ia juga menyadari betapa tidak menguntungkannya mereka melawan kekuatan musuh.
Hal itu wajar karena ada 410 pasukan bayangan yang baru dibangkitkan dan jika ditambah dengan jumlah pasukan bayangan ku, total nya 550 pasukan.
Yang mana pasukan Undead juga sudah hampir musnah.
Lich yang melihat pasukan bayangan ku, dia tidak bisa berkata-kata dan terduduk di kursi tahta nya.
Rencanaku untuk membuat Dukun bergidik ketakutan sampai akhir adalah sukses besar.
Aku pun menoleh sambil tersenyum kearah para Hunter dan disana, aku melihat seorang yang tidak asing bagiku dan membuat ku terkejut.
"Cindy, apa yang dia lakukan disini?"