
"Are you oke?" Ucap Fani, duduk di samping Maria sambil Mengusap lengannya dan menggenggam tangannya.
Maria mengangguk, tersenyum tipis dengan air mata yang menahan. Firda memeluknya menenangkan sahabatnya yang sudah hancur berkeping-keping karena perceraian dan perselingkuhan.
Tidak bisa di pungkiri, lima tahun menikah dan mengabdikan hidupnya pada suaminya, ternyata membuat dirinya begitu bodoh. sebodoh bodohnya karena sudah mempercayai sepenuhnya pada mantan suaminya. Yang ternyata menghianati cintanya begitu tulus di belakangnya.
Sungguh, luar biasanya mantan suaminya itu?
Bagaimana bisa dia selingkuh darinya, apa dirinya tidak cantik atau dirinya tidak menggairahkan lagi di atas ranjang. Oh.. Sungguh ia sudah semaksimal mungkin mengimbangi suaminya. Tapi tanyanya, menjijikkan.
Hal yang tidak seharusnya suaminya itu lakukan, menghianati pasangan dan juga mendustai pernikahan sakral yang sudah lima tahun lamanya.
Tidak mudah memang mengambil keputusan bercerai saat rumah tangga yang di jalaninya begitu lama, apa lagi masih saling cinta. Sungguh, hal yang harus di sayangkan.
tapi, bertahan demi rumah tangga dan suaminya juga sangatlah tidak benar. Maria bukan wanita berlapang dada dan berhati sabar. Maria, wanita biasa yang banyak kekurangan dalam dirinya.
Andai, selingkuhan suaminya tidak hamil mungkin, ia bisa memaafkan. Nyatanya,ย selingkuhannya itu hamil, mengandung lima bulan.
Bagaimana dirinya bisa tau? Ya, dirinya tidak sengaja membaca pesan di ponsel suaminya dengan nama baby.
Ada beberapa pesan dan juga foto yang dia kirimkan pada suaminya. Pesan begitu manja dan foto yang membuat hatinya hancur saat melihatnya. Suaminya, begitu bahagia memegang lembar foto hitam putih, dengan selingkuhannya yang menyandarkan kepala di bahu suaminya juga ikut tersenyum ke arah kemera.
Foto lembar hitam putih, hasil dari pemeriksaan kandungan. Dan dirinya tau, bila itu foto rahim dari wanita di sebelah suaminya yang ternyata sedang mengandung.
Sesak, sesak sekali hati Maria. Kenapa, Kenapa? Hanya itu yang maria tanyakan. Apa salah dirinya? Hingga suaminya berselingkuh.
Apa karena dirinya...?
Tetes air mata membasahi pipi maria, ia mengingat perselingkuhan suaminya. Ia mengingat bagaimana pesan dan foto menjadi bukti terbongkar semua perselingkuhan suaminya. Hatinya sakit, sakit sekali. Lebih sakit dari penghinaan mertuanya.
" Maria?"
Maria menghapus air mata, dua wanita saling melepas pelukan dan mendongak menatap suara lelaki yang memanggil Maria.
Lelaki di hadapannya, mata terlihat sendu wajah menyiratkan penyesalan dan kesedihan sama seperti dirinya. Maria dan Fani berdiri dari dudukya. Sepasang mantan suami isti yang kiri resmi berpisah, saling menatap.
" Maria?" Panggilnya kembali dengan suara tercekat.
" Iya, ada apa Mas." Jawab Maria, berusaha tegar dan kuat di hadapan lelaki yang kini resmi menjadi mantan suaminya.
Maria tidak ingin lemah di hadapan lelaki itu, apa lagi kini ada ibu mantan mertua bersama wanita selingkuhannya yang juga hadir dalam persidangan dan sedang menatapnya tak jauh darinya.
Diam membisu, sulit sekali untuk mengucap. Mantan suaminya hanya bisa menatapnya dengan mata memerah.
Fani, melangkah sedikit jauh dari sepasang mantan suami istri itu. Untuk memberikan waktu pada mantan suami istri yang sedang saling berhadapan tapi sulit sekali untuk mengungkapkan kata-kata.
" Mas Aris mau bilang apa?" Kata Maria lagi.
Sulit sekali, bila dirinya mencoba baik-baik saja di hadapan lelaki yang masih di cintainya tapi tidak bisa membencinya, waluapun kesalahannya begitu fatal.
Ya, mantan suaminya bernama Aris. Tiga puluh tahun, pengusaha restoran. Pertemuan sangat singkat hingga lelaki itu melamarnya di saat usianya masih dua puluh tahun.
" Aku, minta maaf atas semua perbuatan aku." Kata Aris.
Maria tersenyum tipis, matanya ikut memerah mendengar permintaan maaf mantan suaminya. Selama dua bulan, tidak ada lagi keharmonisan dalam rumah tangganya, saat mengetahui perselingkuhan mantan suaminya. Hanya pertengkaran, dan kebisuan dalam rumah tangganya dalam dua bulan itu.
" Aku juga minta maaf, sebagai istri dulu.. Belum bisa menyempurnakan rumah tangga kita. Maaf mas, Maaf."
" Kamu gak perlu minta maaf Maria, tidak perlu. Aku yang salah di sini, bukan kamu. Aku sudah menghianati cinta kita, aku sudah selingkuh di belakang kamu. Aku -,"
" Jangan katakan lagi mas, jangan. Sudah, cukup?" Potong Maria, tidak sanggup untuk mendengar semuanya. Air matanya kembali menetes, tidak bisa lagi ia tahan di hadapan mantan suaminya.
Aris meraih tubuh Maria, membawanya ke dalam pelukannya. Menangis bersama untuk kesekian kalinya.
" Maaf, maafkan aku Maria?" Kata Aris, mendekap erat tubuh Maria.
Persetan dengan selingkuhannya, ia ingin waktu terakhirnya bersama Maria.
Ia harus memilih, antara Maria atau selingkuhannya yang sedang mengandung darah dagingnya.
Seandainya, Maria bersedia untuk di madu. Mungkin.. Tidak akan ada perpisahan atau perceraian dalam rumah tangga mereka yang sudah lama di bangunnya dengan penuh cinta.
Sayang.. Cinta Aris sudah terbagi dua. Tapi, percayalah, Hanya Maria yang memenuhi hati dan cintanya. Hanya mantan istrinya yang masih ada di hatinya dan yang masih ia cintai.
Dari kejauhan, selingkuhan dan mantan ibu mertua menatapnya. Hati siapa yang tak marah dan cemburu, melihat kekasihnya sedang memeluk mantan istrinya. Gadis hamil itu mengepalkan tangan, kaki akan melangkah tapi tertahan oleh tangan wanita tua yang ada di sampingnya mencengkram tangannya.
" Biarkan Aris bersama Maria dulu."
" Gak bisa Ma!" Tolak gadis itu.
membiarkan kekasihnya bersama mantan istrinya, yang benar saja!
" Mereka sudah berpisah, mereka tidak akan berbuat macam-macam."
" Tapi Mas Aria berpelukan Ma.. Sama dia?"
" Itu sebagai tanda perpisahan Sonya!" Geram ibu mertuanya.
Sebenarnya mengerti, gadis selingkuhan putranya itu sedang cemburu melihat Aris berpelukan dengan Maria. Tapi ia tahu, itu pelukan perpisahan dan juga pelukan perminta maafan apa yang sudah di lakukan putranya.
Sebagai seorang ibu dan sesama wanita, ia merasa kasihan. Tapi mau bagaimana lagi, ia juga membutuhkan pewaris dan juga cucu yang selama ini ia inginkan serta harapkan.
Maria tidak bisa memenuhi keinginannya, selama lima tahun ini suami dan dirinya mengharapkan seorang cucu. Nyatanya.. Sungguh, menyedihkan.
Sonya, gadis selingkuhan Aris hanya bisa berdecak tidak percaya dengan keputusan ibu mertuanya. Ia tidak bisa membantah, ia hanya bisa menghembuskan nafas kasar, melepaskan tangan ibu mertuanya.
Tidak apa, ini yang terakhir dan mereka sudah berakhir. Sonya akhirnya mengalah dan tidak ingin membuat keributan. sonya memilih berbalik arah, meninggalkan mereka.
Ibu mertua menatap kepergian Sonya, menatap sekilas Aris yang masih memeluk mantan menantunya. Hingga dirinya juga memilih pergi dan memberikan waktu pada putra serta mantan menantunya untuk terakhir kali.
Fani, tak kuasa menahan air matanya. Ia menangisi sahabatnya, menangisi kehidupan baru sahabatnya yang kini menjanda akibat perselingkuhan. Sesak sekali rasanya, sungguh.. Wanita mana yang kuat melihat suaminya selingkuh dan menghamili selingkuhannya. Wanita mana yang tidak sakit hati, apa lagi selingkuhannya begitu menyempurnakan rumah tangga.
Maria melepaskan diri dari pelukan Aris, sedikit mundur untuk menjaga jarak. Menghapus air mata yang membasahi pipinya. Ia tersenyum tipis, menatap lelaki yang kini sudah menjadi mantan suaminya.
Maria mengulurkan tangan, membuat Aris mengerutkan kening.
" Salam sebagai tanda perpisahan. Seperti awal pertemuan kita dulu." Ucap Maria.
Ya, ada salam pertemuan dan ada juga yang namanya salam perpisahan. Berkenalan dengan baik dan berakhirpun dengan baik.
Aris, juga menghapus sisa air matanya, ikut tersenyum dan membalas jabatan tangan mantan istrinya.
" Makasih, sudah pernah menjadi bangian dari hidupku selama lima tahun ini. Maaf, kalau aku punya salah. Dan aku doakan, semoga mas Aris bahagia." Imbuhnya, dengan senyum tulus tanpa dendam.
" Makasih juga, kamu pernah menjadi istri terbaikku. Maaf, aku sudah mendustai cinta kamu. Aku berharap semoga kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dari aku." Ucap Aris.
Maria hanya bisa tersenyum, dan melepaskan jabatan tangan.
" Boleh aku memeluk kamu sekali lagi, Maria?" Pinta Aris.
...****************...
Hay, hay, hay!!!! yuk ketemu lagi sama novelku.. udah hampir tiga bulan lebih gak nulis nih! Kangen gak, kalau kangen bilang ya.๐๐
Pastinya gak kangen sih! Kan banyak cerita-cerita yang menarik di sini. Kalau aku sih.. cuma author rempeyek๐ ๐ yang gak ada apa-apanya di banding author lainnya.
Tapi gak apa-apa tenang ya, aku akan berusaha buat cerita yang gak kalah menarik dari author lain.
Selamat menikmati dan sampai jumpa kembali ya. Salam jauh, cuzzie๐๐
Judul: KALA CINTA MENGGODA.