
"Tisha.. "
"Tisha bangun.."
"Jangan buat aku khawatir gini"
"Maaff..."
Lirih Seok Jin dengan lembut sambil memegangi tangan Tisha dengan erat.
"Ahh Tisha..." Seok Jin tersentak.
"Yaa" Jawab Tisha yang terbangun.
"Kamu gapapa kan? Aku minta maaf" lirih Seok Jin seraya tiba-tiba memeluk.
"Aku gapapa ko, tapi aku minta jangan lakuin itu lagi aku ga suka kamu tiba-tiba gitu,, terus kalo misalkan Taehyung liat gimana?" ujar Tisha.
"Kamu suka Taehyung?" Tanya Seok Jin seraya melepaskan pelukannya dan menatap Tisha dengan kecewa.
"Bu,, bukan gitu"
"Terus kenapa?"
"Kenapa kamu khawatirin dia, sementara aku khawatirin kamu? " ucap Seok Jin memegangi pundak Tisha, dengan tatapan seolah ingin marah namun tak bisa.
"Aku tau, cuma Taehyung udah baik banget sama aku dan kita juga diapartemennya sekarang,, kamu ngerti kan?" Ucapku seraya mengalihkan pandangan.
"Jadi cuma karena Taehyung nganterin kamu terus ngizinin kamu tinggal di apartemennya kamu bilang dia baik? terus kamu mikir tentang aku gimana? Banjing*n kah?" Tanya Seok Jin dengan smirk.
"Kamu lupa udah ninggalin aku hah? Kamu fikir aku bisa pulang sama Taehyung juga gara-gara siapa?"
"Kamu sendiri yang bilang mau jagain aku tapi kamu malah gini, lagian kamu kenapa sih toh kita bukan siapa-siapa kan" ucap Tisha dengan nada tinggi.
"Ikut aku.. "ucap Seok Jin seraya menarik tangan Tisha.
"Mau kemana? Taehyung gimana? A, aku masih pake piyama"
Seok Jin terdiam menatapku,, lalu melepaskan kemejanya untuk menutupi tubuh Tisha agar tidak kedinginan.
"Pake ini. Cepet aku gendong ucap Seok Jin sambil berjongkok membiarkan Tisha naik ke punggung nya.
Saat membuka pintu..
"Aku mau bawa Tisha ke apartemenku, dan kamu mending pulang" ucap Seok Jin pada Taehyung.
Terlihat wajah Taehyung yang kecewa, namun Taehyung pasrah saat melihat Seok Jin begitu ingin membawa Tisha pergi, sekilas terlihat juga dengan jelas dia menghawatirkan Tisha.
*Skippp....
||Apartemen Seokjin*||
Seok Jin membaringkan Tisha dikasurnya dengan hati-hati dan lembut. Sementara Tisha hanya diam dan mulai tersenyum kecil.
"Hhehe" tawa ledek Tisha pada Seok Jin.
"Ngapain kamu ketawa? Apa yang lucu?" Tanya Seok Jin dengan tegas.
Alih-alih bukanya menjawab pertanyaan Seok Jin Tisha malah semakin tertawa geli"hahaha,, aku baru tau kamu punya sisi lembut gini, harusnya dari dulu dong kaya gini" ucap Tisha sambil terus tertawa.
"Kamu berani ngetawain aku" bentak Seok Jin seraya mengangkat tangannya seolah akan menampar Tisha.
"Ahh jangann" Tisha gemetar ketakutan melihat Seok Jin yang hendak menamparnya.
Seok Jin hanya terdiam sebentar lalu tersenyum melihat Tisha yang gemetar ketakutan. Tidak lama Seok Jin segera memeluk Tisha lalu berkata "jangan takut, aku tidak akan memukulmu Tisha, aku sangat mencintaimu, kumohon jangan tinggalkan aku".
Tisha sedikit ambigu dengan kata-kata tersebut, pasalnya menurut Tisha mereka baru kenal beberapa waktu, mengapa Seok Jin mengatakan seperti itu lagi pula tidak ada hubungan spesial diantara mereka.
"Kenapa kau mengatakan itu" tanya Tisha seraya melihat langit-langit kamar.
"Apa!" Seok Jin menoleh ke arah Tisha sekejap.
"Aku tanya kenapa kau mengatakan itu? Bukankah aku hanya sekedar pemuas hasrat **** mu ya?" Cetus Tisha sambil menyeringai.
"Kau tidak akan paham itu Tisha" Seok Jin memeluk Tisha lebih erat kemudian tidur bersama.
-
-
-
-
Hallo semuanya jangan lupa Like komen and vote ya supaya author lebih semangat buat novelnyaヽ(✿゚▽゚)ノ