Our Story

Our Story
Kenangan



Aku pun menoleh ke belakang dan melihat namja tampan yang berbicara tadi seraya membulatkan mata karna ternyata Seok Jin tengah menunggunya.


"Se.. Seok Jin" ucapku terbata-bata.


Aku pun menoleh sebentar ke arah Lily dan Pamela merasa tidak enak. Sementara Seok Jin mengisyaratkan agar Lily dan Pamela pergi tanpa aku ketahui karna aku membelakanginya.


"Ahh.. baiklah aku tidak mengganggu kalian berdua saja aku dan Lily pulang dulu dahhh Tasha" ucap pamela seraya menarik tangan Lily dan buru-buru meninggalkan aku dan Seok Jin.


"Tishaa.." ucap Seok Jin dengan lembut seraya berjalan menghampiriku.


"i.. iyaa ada apa? " jawabku gugup sambil menunduk.


"Aku mau menagih janjimu" jawab Seok Jin sambil tersenyum.


"Jan,, janjii yang mana?" Ucapku seraya membulatkan mata dan melirik ke arah Seok Jin.


"Jangan pura-pura lupa atau aku akan marah" jawab Seok Jin seraya memasukan tangan nya ke kantong celana dan menatapku.


"Ehh.. iya hehe baiklah apa yang kau minta" ucapku sambil menggaruk-garuk kepala.


Seok Jin mengeluarkan tangannya dari kantong celana dan mendorongku ke tembok secara perlahan.


Aku hanya menatap wajah nya dengan pandangan kosong, begitu terasa kehangatan yang belum pernah ku rasakan selama bersama pria yang belum memiliki ikatan apapun.


"Tisha aku hanya minta satu padamu" ucap Seok Jin seraya menatap wajahku dengan penuh gairah.


"A.. apa yang kau minta" jawabku dengan wajah yang mulai memerah.


Seok Jin terus mendekat hingga pen*s nya bersentuhan dengan v*gina ku.


"Akhhh apa-apaan ini" batinku.


"Tutup matamu Kim Tisha" ucap Seok Jin dengan lembut.


Seok Jin pun mendekatkan bibirnya ke bibirku dan mulai melumatnya, aku tidak menyangka ciuman pertamaku diambil oleh namja tertampan disekolahku.


"Nikmatilah ciuman pertama ku yang ku berikan padamu Tisha" ucap Seok Jin disela-sela ciuman itu.


Aku hanya bisa terdiam dan menikmatinya, hingga ta sadar ada yang melihat adegan itu di ujung lorong yg terlahang tembok.


"Ahh.. Tisha, Seok Jin apa yang mereka lakukan!! " batin Taehyung.


"Heii.. sedang apa kau" ucap Jungkook sambil menepuk pundak Taehyung.


"Ehh.. bukan apa-apa ayo pulang" jawab Taehyung.


"Ayo cepat jangan hiraukan Seok Jin aku tau kau cemburu kan pada mereka" ucap Jungkook sambil tersenyum dan menepuk-nepuk pundak Taehyung.


"Apaan si ayo pulang!" Ajak Taehyung pada Jungkook tergesa-gesa.


"Haha sepertinya hatimu mulai tergores" goda Jungkook pada Taehyung.


"Heii diam!!" Teriak Taehyung.


"Eh siapa itu" ucapku seraya menjauhkan badan Seok Jin dan menoleh ke ar suara tadi.


"Kau salah dengar mungkin sudahlah ayo pulang aku sudah puas" jawab Seok Jin seraya meraih tanganku.


"Baiklah.. tapi tadi aku beneran denger suara orang masa kamu ga denger sih?" Ucapku meyakinkan.


"Sudahlah biarkan saja" jawab seok jin.


"Tapi kalau mereka lihat kita gimana?" Ucapku sambil menatap Seok Jin.


"Jangan dipikirkan itu paling Jungkook dan Taehyung" jawab Seok Jin.


"Eum.. Taehyung?" Ucapku.


"Kenapa kau suka Taehyung hah?" Ucap Seok Jin dengan nada tinggi.


"Ehh.. ngga bukan gitu maksudku" ucapku


"Hehh" ucap Seok Jin seraya berjalan pergi meninggalkanku.


Disisi lain..


"Hiss kau ini apa-apaan berisik sekali nanti kalau mereka denger gimana" bisik Jungkook seraya menutup mulut Taehyung dan menariknya untuk pulang.


"Baiklah ayoo" ucap Taehyung.


"Eh tunggu bukan nya itu Tisha, kok sendirian Seok Jin kemana" ucap Jungkook.


"Ehh iyaa apa aku samperin aja" ucap Taehyung.


"Yaudah kalo gitu aku duluan semoga berhasil" ucap Jungkook seraya pergi meninggalkan Taehyung.


Taehyung menghampiriku yang tengah kebingungan dengan sikap Seok Jin.


"Eh Tisha kamu kok sendiri" tanya Taehyung.


"Eumm.. gapapa kok" jawabku sambil menunduk.


"Taehyung gak liat aku kan tadi" batinku.


"Yaudah kalo gitu pulang bareng yuk kamu sendirian kan?" Ajak Taehyung.


"Ehh beneran gapapa?" Ucapku seraya menatap mata Taehyung.


"Iyaa gapapa ko.. cepet nanti keburu sore" ucap Taehyung seraya meraih tanganku.


"Eh iyaiyaa.." ucapku sambil mengikuti tuntunan nya dari belakang.


"Ayo masuk" ucap Taehyung seraya membukakan pintu mobil.


"Iya terima kasih" ucapku seraya memasuki mobil.


Taehyung menutup pintu lalu berhenti sejenak menatap mobil Lamborghini di depannya.


"Aihh itu mobil Seok Jin sepertinya dia melihat Tisha masuk ke mobilku" batin Taehyung.


"Ehh ngapain bengong disitu ayo masuk katanya mau pulang" ucapku sambil mengetok-ngetok kaca mobil.


"Ehh.. iya maaf-maaf" ucap Taehyung seraya berjalan ke arah pintu mobilnya di sebelah kanan.


"Maaf ya lama" ucap Taehyung.


"Iya gapapa, kamu ngapain si bengong?" Tanyaku.


"Gapapa kok hehe, kita jalan ya" jawab Taehyung seraya menunjukkan senyum kotaknya.


Taehyung menancapkan gas perlahan dan melajukan mobilnya keluar dari gerbang sekolah.


"Ahh iyaa rumah kita dekat kan?" Tanya Taehyung.


"Ohh iya bener rumah kita se komplek" jawabku.


Drttt drttt..


"Eh Taehyung bentar ya mamah ku nelpon nih" ucapku.


"Yaudah jawab aja" ucap Taehyung.


Pembicaraan telepon..


"Hallo Tisha.." panggil mamah.


"Iya mam ada apa" jawabku.


"Mamah sekarang udh diperjalanan mau ke luar kota kamu nginep aja ya dirumah temen mu jangan sendirian dirumah" ucap mamah.


"Loh ko mamah ninggalin aku si" jawabku.


"Iya sayang mamah minta maaf tapi ini penting" ucap mamah.


"Tapi kan aku ga punya temen deket mah kan baru aja pindah sekolah" ucapku.


"Atau nginep aja ditetangga terserah kamu maaf ya sayang" ucap mamah.


"Tapi mah.. " belum selesai aku bicara tiba-tiba.


"Udah dulu ya sayang mamah sibuk banget" potong mamah.


"Aihh yasudahlah" ucapku seraya menutup telepon.


"Kamu ditinggalin? " tanya Taehyung.


"Ehh iya, gimana nih aku takut sendirian dirumah" ucapku.


"Yaudah kalo gitu nginep aja dirumahku" ajak Taehyung.


"Dia bakal kaya Seok Jin ngga ya aku takut" batinku.


"Eh Tisha ko bengong si gimana mau ga" ucap Taehyung.


Next..