Our Story

Our Story
mantan dan kekasih



" Bang Doni!" Seru riang Yasmin, berjalan menuju bar tander menghampiri Doni yang sedang membuat kopi pesanan pelanggan. Dan monoleh saat namanya di panggil.


" Yasmin." Sapa Doni, sedikit terkejut kehadiran gadis sma yang sudah dua minggu lebih tak mengunjungi cafe milik bosnya.


Duduk di kursi tinggi, dua tangan bersandar di meja bar dan tersenyum lebar menatap karyawan pacarnya. Rasanya sudah lama saja dirinya tak pernah mengobrol dengan Doni, padahal hanya dua minggu saja Yasmin tidak pernah kunjung di cafe Aiman.


Dulu tiap hari pulang sekolah selalu ke cafe, bertemu dengan Doni dan karyawan lainnya. Tidak lupa juga selalu merecoki Aiman yang bekerja atau sedang menganggur di ruang kerjanya.


" Kak Aiman mana bang." Tanya Yasmin, mengedarkan pandangan menatap sekeliling tempat cafe.


" Mas Aiman belum datang Yas." Ucap Doni. " Mau di buatin apa?" Imbuhnya lagi, selesai membuat pesanan pelanggan dan di antarkan temannya.


" Kayak biasanya Bang." Jawab Yasmin, membuat Doni mengangguk. " Tumben Kak Aiman belum datang. Biasanya orang itu selalu on time."


" Lagi sibuk mungkin... Apa lagi sekarang ada mantan ceweknya yang tiap hari datang ke cafe." Kata Doni, membuat Yasmin mengerutkan kening mendengarnya.


Doni belum sama sekali tau tentang hubungan Yasmin dan Aiman, Yang dia tau Yasmin dan Aiman hanya berteman dan bosnya itu sudah menganggapnya adik, tidak lebih. Karena jarak Aiman dan Yasmin terpaut cukup jauh. Dan tak mungkin juga bosnya itu menyukai gadis ingusan seperti Yasmin. Ya, meskipun gadis ingusan tapi bila di lihat-lihat Yasmin cantik serta cukup dewasa meskipun terkadang masih bersifat manja seperti anak kecil.


" Mantan pacar Bang? Memang setiap hari selalu datang ke cafe ya bang." Tanya Yasmin.


" Hmm tiap hari mantan pacarnya Mas Aiman ke sini. Cantik sih.. Tapi sayang sombong!" Cibir Doni, menyerahkan minuman pada Yasmin.


" Pernah keluar bareng gak Bang kak Aiman sama mantan pacarnya." Tanya Yasmin penasaran.


Sebenarnya Yasmin tak lagi terkejut bila Aiman mempunyai mantan pacar, karna Aiman sudah pernah bercerita padanya. Dan meluruskan kesalah pahaman yang di lihatnya waktu itu.


Aiman berciuman dengan wanita cantik.


Tapi yang membuatnya sedikit terkejut dan heran. Kenapa mantan pacar Aiman masih saja datang ke cafe. Bukannya hubungannya mereka sudah selesai?


" Pernah cmdua kali kalau enggak salah. Tapi setelah itu enggak lagi. Meskipun di paksa gimana pun, Mas Aiman gak mau mau keluar sama mantan ceweknya." Terang Doni. Membuat Yasmin kembali mengerutkan kening.


Dua kali?


Itu berarti setelah kejadian itu, Aiman keluar kembali dengan mantan pacarnya. Tanpa Yasmin di beritahu, atau hanya sekedar ijin padanya.


Suara lonceng berbunyi, membuat Doni menatap pintu masuk dan melihat Aiman berjalan bersama seorang wanita.


" Tu.. Mas Aiman. Ternyata sama mantan ceweknya." Ucap Doni.


membuat Yasmin menoleh cepat ke belakang dan melebarkan mata kala apa yang di katakan Doni benar adanya. Aiman bersama mantan pacarnya dan wanita itu bergelayut manjan pada lengan Aiman. Sedangkan Aiman mencoba untuk melepaskan tangan wanita itu tanpa tau siapa yang sedang menatapnya kesal saat ini. Hingga Aiman sudah berada di depan Yasmin dan Doni.


" Lepasin Sya!" Geram Aiman, membuat Marsya mengerucutkan bibir dan melepaskan tangannya dari lengan Aiman.


" Nyebelin deh kamu Ai!!" Sebal Marsya dengan manja. " Mas, Mocha dingin ya." Ucap Marsya.


" Baik Kak." Ucap Doni.


Aiman yang merasa bebas, menatap Doni dan terkejut saat pandangannya tertuju pada gadis sekolah duduk di hadapan Doni dengan menatapnya tajam.


" Yasmin?" Lirih Aiman, Marsya mendengar pun menoleh ke Aiman dan mengikuti pandangan Aiman yang menatap gadis sma di depannya.


" Hay kak?" Sapa Yasmin, tersenyum lebar.


" Kamu kenal Ai?" Tanya Marsya. Tapi tak di gubris Aiman.


" Dari tadi?" Tanya Aiman, duduk di samping Yasmin. Dan Marsya sebal melihatnya karna di abaikan perkataannya.


" Enggak. Barusan kak." Jawab Yasmin. " Kak Aiman dari mana."


Aiman yang sudah lama tidak bertemu langsung hanya saling vidio call itu merasa rindu. Dan mencubit pipi Yasmin dengan gemas, membuat Yasmin segera menepis tangan Aiman.


" Sakit kak!" Seru Yasmin, mengusap pipinya yang di cubit Aiman.


" Habisnya ngangenin sih?" Ucap Aiman, membuat Yasmin berdecak dan tersenyum malu.


" Ai.. Kamu kenal?" Tanya ulang Marsya. melihat keakrapan Yasmin dan Aiman, apa lagi saat ini Aiman tertawa senang dengan kehadiran gadis sekolah.


Aiman dan Yasmin menoleh ke Marsya. Merasa terganggu dengan Marsya yang masih berdiri di hadapannya.


" Kenapa?" Tanya Aiman datar.


" Siapa Ai?" Tanyanya lagi, menelisik Yasmin yang dari ujung kepala sampai ujung sepatu.


" Apa itu penting Kak?" Tanya Yasmin. Bukan Aiman.


Menatap sewot gadis sma. " Ya, itu penting bagiku." Jawabnya.


" Memang kakak siapa kak Aiman. Pacar? Bukan kan?" Kini Yasmin yang kembali sewot. berdiri dari duduknya, dan mengambil tas.


" Aku ke atas ya Kak?" Pamit Yasmin, dan sedikit menyodongkan tubuhnya pada Aiman serta berbisik di telinga kekasihnya.


" Jangan kasih tau.. Biar penasaran. Dan kakak masih punya hutang penjelasan sama aku." Lirih Yasmin, kembali menegakkan tubuhnya dan mengedipkan sebelah mata pada Aiman yang tersenyum manis padanya.


Yasmin melirik ke arah Marsya dan senyum mengejek pada wanita cantik tapi kegat*lan dengan kekasihnya. Berjalan menuju anak tangga, meninggalkan Aiman dan Marsya yang menatapnya.


" Siapa sih Ai.. Tu anak ingusan. Kenapa juga kamu perbolehkan dia naik ke lantai dua, ke ruangan kamu!" Kesal Marsya, menatap sebal Aiaman yang sudah berjalan menuju pantry. Membuat segelas minuman untuk dirinya.


" Ai!!" Seru Marsya, merasa marah karna di abaikan Aiman. Apa lagi gadis itu, juga membuatnya kesal.


" Mendingan kamu balik Sya. Pekerjaanku sedang banyak." Usir Aiman, kesabaran sudah habis karna mantannya seperti benalu saja dalam hari-harinya.


Tidak lelah mengganggu dirinya, bahkan di ponselnya pun penuh dengan panggilan dan pesan dari Marsya. Bukan pacarnya.


" Kamu ngusir aku Ai?" Tanyanya.


" Iya! Sebelum kesabaranku habis.. Dan menggeret kamu keluar dari sini." Geram Aiman, menatap tajam Marsya membuat mata Marsya berkaca-kaca.


" Tega kamu Ai?" Kata Marsya, berbalik badan berjalan keluar cafe. Tidak ingin Aiman melakukan itu di hadapan pengunjung.


Aiman menghembuskan nafas kasar. Menghadapi Marsya sangat membuatnya kehilangan kesabaran. Apa lagi saat ini dirinya harus berhadapan dengan kekasihnya, yang pasti sedang menunggu jawaban dan alasan tepat agar tidak lagi mengalami kesalah pahaman.


" Sudah pergi orangnya Mas?" Tanya Doni, membuka pintu dapur melongok ke depan untuk melihat wanita penuh drama itu ada atau tidak.


" Sudah hilang!" Ketus Aiman. Membuat Doni menganggukkan kepala.


" Untung gak aku buatin. Bisa-bisa gak bayar lagi tu cewek. Sayang juga kan kalau gak di minum." Gumamnya, hingga membuat Aiman menggelengkan kepala.


.


.


.


.


🍃🍃🍃🍃