
" Eh... Udah pada lihat gak sih! status Kak Satya di ig." Ucap siswi duduk segerombolan di kantin.
" Oh iya.. Gila! Statusnya." Timpal siswi lain.
" Beruntung banget tau gak... Bisa di posting segala. Siapa sih! cewek itu!!" Tambahnya siswi lain
" Status apa? Aku ketinggalan nich.!" Seru siswi rambut panjang. memotong pembicaraan teman-temannya, belum paham dan belum tau tentang gosip siswi-siswi di pagi hari.
" Mangkanya lihat tu ig kak Satya!! main hp tapi gak mantengin ig kak Satya." Gerutu siswi yang ada di depannya, membuat siswi rambut panjang memanyunkan bibirnya.
" Nich! Lihat." Ucap siswi di sampingnya, menunjukkan ponsel dengan postingan ig Satya.
" What!!" Teriak histeris siswi itu, menatap tidak percaya apa yang di lihatnya.
Secantik jingga.
Postingan foto seorang perempuan dari samping melihat matahari terbenam, Foto setengah gelap tapi bisa di lihat dari rambut panjang yang terikat kuncir kuda.
" Kak Satya sudah punya pacar! Ah....!!" Frustasi siswi rambut panjang.
" Kelihatannya. Masih pacar baru mungkin, aku gak pernah lihat Kak Satya jalan sama cewek. Apa lagi di sekolah, kecuali..." Ucapannya berhenti, saat mengingat Kakak kelasnya sering sekali berinteraksi dengan dua perempuan dan satu laki-laki yang selalu duduk di ujung kantin yang kini sedang makan mie ayam.
" Enggak mungkin kali!! Mana mau kak Satya sama salah satu gadis pembuat onar itu."
" Iya.. Bukan tipe kak Satya!!" Tambah yang lain, mengerti maksud teman-temannya.
Yasmin dan Bimo, mengendus kesal saat siswi-siswi menatap ke arah mejanya dengan sinis. Apa lagi kali ini membahas tentang kekasih baru Satya. Dan ya, banyak gosip tentang Satya mengenai postingan ignya.
Satya terkenal dengan wajah tampan, baik dan cerdas. Siapa yang tidak menyukai Satya, semua siswi, adik kelas menyukainya. Tapi, Satya seperti enggan berpacaran. Tak ada gosip tentang Satya dekat dengan cewek, apa lagi menggoda-goda cewek. Tidak ada.
Justru malah banyak gadis yang berusaha mendekati Satya, mengirim pesan lewat ig atau meminta nomer ponsel dari teman kelas Satya. Meskipun harus mengeluarkan uang, mereka rela. Yang terpenting mempunyai nomer kakak kelas idola.
Sebenarnya ada banyak kakak kelas tampan dan banyak yang mengidolakan. Tapi, entah kenapa pesona dan keakrapan Satya pada adik-adik kelasnya membuat siswi terpana padanya. Hal kecil itulah, dari banyaknya gosip-gosip merambat ke seluruh lingkungan sekolah.
" Banyak banget yang gosipin Kak Satya." Ucap Yasmin. " Kayak gak pernah lihat orang pacaran saja. Kenapa juga harus lihat sini sih!" Imbuhnya kesal.
" Mungkin karna kita dekat sama Mas Satya. Mangkanya mereka lihatin kalian." Kata Bimo. masih meneruskan makannya.
" Dekat bukan berarti ada yang pacaran kan! Bisa saja itu kakaknya, kerabatnya gitu... Atau bisa perempuan dari sekolah lain." Jawab Yasmin, menyeruput minuman. Menyudahi makanan yang tidak selera lagi.
" Benar kan Lin?" Ucap Yasmin, meminta pendapat Lintang yang masih fokus dengan ponselnya. Menatap postingan Satya. Dan kembali menoleh Yasmin.
" Mungkin. Bisa jadi." Jawab Lintang mematikan ponselnya. menyeruput minuman hingga tandas.
Rasanya tak perlu berpikir lama, siapa gadis yang ada di ig Satya. Dirinya bukan gadis lugu, apa lagi lupa ingatan. Itu adalah dirinya, yang diam-diam kakak kelasnya kembali memotonya. Foto dengan wajah gelap dari samping, tanpa jelas siapa pemilik wajah itu.
Seulas senyum tipis terbit di bibir Lintang, tanpa ada yang tau. Mengingat bagaimana dirinya berlibur dengan Satya. Dan menjadi bahan gosip serta amarah menggebu bagi siswi-siswi menyukai Satya.
****
" Aku pengen jalan-jalan Kak?" Ucap Yasmin, melipat ke dua tangannya di atas meja menekuk wajahnya dengan bibir mengerucut. menatap kekasihnya yang masih asik dengan laptop di depannya.
Aiman menatap Yasmin, wajahnya sungguh terlihat kesal dan imut. Pipi temben menggemaskan dan bibir kecil seksi saat menyerucut. Ingin sekali Aiman menciumnya, tapi sadar ia tak boleh melakukannya karna kekasihnya ini masih kecil.
Oh.. Tidak, kecil dari mana. Umur tujuh belas tahun sudah menginjak remaja dan akan memulai tumbuh menjadi gadis dewasa.
Yasmin tak sepolos dan selugu gadis anak sekolah. Yasmin juga tau akan pergaulan bebas, tapi Yasmin tidak ingin melakukannya. Takut bila akan merusak diri sendiri, lebih baik menghindar dan memilih cara yang lain.
" Kak!" Rengek Yasmin, dirinya bosan sekali setiap hari harus di kurung di cafe maupun di ruangan Aiman.
" Sini?" Kata Aiaman. Tidak tega juga melihat Yasmin seperti ini di hadapannya.
Ia bukan lelaki romantis, apa lagi lelaki yang humoris. Dalam berpacarannya memang seperti ini, monoton. Itu-itu saja yang dirinya lalui bersama pacarnya dulu hingga membuat mantan pacarnya bosan sendiri. Tapi ada satu mantan yang masih tetap ingin bertahan hingga lama, dan wanita itu sendiri yang memutuskannya tanpa penjelasan tidak masuk akal.
Yasmin berdiri, melangkuh menuju Aiman yang duduk di kursinya. Aiman memutar kursi kerjanya, menarik tangan Yasmin hingga membuat gadis sma itu duduk sempurna di pangkuannya.
" Kak!" Seru Yasmin, terkejut dengan perlakuan Aiman. Apa lagi ini, dirinya duduk di atas pangkuan kekasihnya.
" Apa sayang?" Lembut Aiman, tersenyum tidak bersalah sambil memeluk pinggang Yasmin.
Gimana gambaran wajah Yasmin saat ini, seperti tomat matang. Pipi memerah, bibir mengulum, mata malu enggan menatap kekasihnya.
Sungguh kedekatannya saat ini sangat int*m, jantungnya berdetak lebih kencang seperti genderang mau lewat!
Ea... Ahmad Dani.
Oh Tuhan... Yasmin malu bila Aiman mendengarnya.
" Katanya bosen, emang mau jalan-jalan kemana?" Tanya Aiman. Masih menatapnya dan juga enggan melepaskan ke sua tangannya dari pinggang Yasmin.
"Eemmm..."
" Enggak jadi nich!!"
" Ya jadi lah kak!!" Sungut Yasmin, membuat Aiman menaham senyum. " Jalan-jalan ke mall atau ke taman kota gitu!" Imbuhnya, seperti lupa dirinya duduk di mana saat ini.
" Mau nonton?" Ajak Aiman.
" Boleh.. Kalau kakak gak keberatan." Jawab antusias Yasmin.
" Harus rayu (menggoda) kakak dulu."
" Dih... mana bisa aku nggoda kakak!"
" Bisa? Buktinya ini sekarang." Kata Aiman, melirik ke dua tangan Yasmin yang tanpa sengaja penyandar ke dua bahunya. Yasmin mengikuti pandangan mata Aiman, dan terkejut sendiri dengan tangannya hingga dirinya menarik tangannya kembali dan mengerucut sebal.
" Ih... Kakak!!" Seru Yasmin, hingga Aiman tak bisa lagi menahan tawanya.
" Ci*m dek?" Pinta Aiman menyodorkan pipinya ke wajah Yasmin. Yasmin melototkan mata, sedikit memundurkan kepalanya karna syok atas permintaan Aiman.
Kenapa Aiman mulai genit dan mes*m gini? Kejedot apa si pemilik cafe milenial. Hingga tak malu sekali meminta cium pada gadis sma.
Yasmin malu-malu, masih menatap pipi Aiman tanpa jerawat atau bruntusan. Saat akan memajukan kepalanya Aiman menahannya, dengan tangan membungkam bibir Yasmin.
" Nyosor.. aja!" Ucap Aiman, membuat Yasmin kembali melototkan mata. Dan Aiman kembali tertawa karenanya.
Mengerjai kekasihnya sangat gampang sekali.
.
.
.
.
🍃🍃🍃🍃