Our Story

Our Story
Goda Yasmin



Entah, malam ini kenapa rumah Yasmin kedatangan tamu sahabatnya yang menumpang tidur di rumahnya. Bukan satu sahabat saja, tapi dua sahabat yang menumpang tidur di rumahnya, Bimo dan Lintang.


Lintang datang dengan mengendarai motor matic dan membawa ransel di punggungnya. Wajahnya terlihat datar, tapi matanya begitu sangat merah. Saat di tanya pun Lintang hanya menjawab.


Pengen numpang tidur saja di sini. Gak apa-apa kan? Kalau enggak boleh, aku ke rumah singgah saja.


Tentu saja Yasmin menggeleng begitu juga Bimo, tidak memperbolehkan Lintang ke rumah singgah. apa lagi di saat mengendarai motor tengah malam, takut bila Lintang akan terkena begal.


Yasmin mengajak Lintang ke dalam kamarnya, Bimo yang melangkah ikut di tahan kerah jaketnya oleh pria dewasa hingga membuat tubuhya berhenti.


" Mau kemana?" Tanya Aiman.


Ah.. Lupa bila Aiman juga ada di rumah Yasmin dan belum beranjak pergi dari rumah sahabatnya ini.


" Mau ke kamar Yasmin lah Mas.. Mau lihat Yasmin sama Lintang." Jawab Bimo, melepaskan cengkraman tangan Aiman dari jaketnya.


Bimo berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Yasmin di ikuti Aiman dari belakang. Bimo membuka pintu kamar Yasmin tanpa mengetuk dulu, sudah biasa Bimo seperti itu.


Aiman berdiri di ambang pintu kamar Yasmin, Bimo berdiri di sisi ranjang, Lintang bermain ponsel di atas ranjang dengan kaki bersila dan Yasmin baru keluar dari kamar mandi dengan wajah segar.


" Kamu beneran engak ada masalah Lin, sama keluarga kamu?" Tanya Bimo.


Memastikan kebenaran, karena ia tidak percaya dengan sahabatnya. Apa lagi dengan keadaan mata Lintang yang jelas terlihat memerah. Lintang menyembunyikan sesuatu padanya dan juga Yasmin, Gadis ini sulit sekali membagikan kesedihan pada sahabatnya. Dia lebih suka memendam sendiri dan menghabiskan waktunya sendiri. Tapi kali ini, Lintang seakan butuh teman untuk mendengarkan ceritanya.


" Enggak." Jawab Lintang.


" Terus kenapa kamu minggat ke sini?" Cecar Bimo, membuat Lintang mengendus melirik sebal sahabat lelakinya.


" Aku enggak minggat Bimo!" Ketus Lintang.


" Kalau gak minggat kenapa bawa ransel segala!"


" Astaga!! Kau... Ih!" Geram Lintang.


" Orang nginep di rumah teman itu harus bawa baju buat besok, masak aku harus pinjam baju sama dalaman Yasmin. Gak mungkin Kan, Gila apa.. Harus pakai dalaman Yasmin, mana muat! Ukuranku sama Yasmin aja beda!"


Yasmin mengulum bibir, menahan tawa mendengar jawaban Lintang. Sungguh temannya ini sangat ceplas ceplos bila berbicara. Tidak peduli lelaki atau perempuan, mulutnya kadang sedikit pedas.


Bimo miringis, malu sekali dengan jawaban frontal Lintang. Sahabatnya satu ini enggak bisa sekali menahan bibirnya untuk tidak mengucap kata memalukan untuk di dengar.


Bukan hanya Bimo, Aiman pun juga di buat terkejut mendengar ucapan Lintang. Untuk pertama kali ia melihat sahabatnya Yasmin dan Bimo. Dan untuk pertama kali pula ia seperti malu sendiri mendengarnya.


" Bim! Ayo keluar." Ajak Aiman dari ambang pintu membuat Yasmin dan Lintang.


Yasmin membelalakan mata baru sadar bila kekasihnya masih ada di rumahnya dan berada di ambang pintu kamar, sedangkan Lintang mengerutkan kening. Tidak tau siapa lelaki dewasa itu di rumah Yasmin, Lintang baru pertama kali melihatnya. Ia merilik Yasmin, Yasmin pun sama juga meliriknya. Dari tatap-tatapan, Lintang sudah mengerti sekarang siapa lelaki berdiri di ambang pintu itu.


Cih!! Daddy sugar." Cibir Lintang dalam hati.


Anj*ng kamu Lin!" Umpat Yasmin dalam hati. Melirik sebal sahabatnya.


" Ayo!" Ajaknya lagi, setengah menekan pada Bimo yang belum beranjak dari kamar Yasmin.


Bimo berdecak, biasanya ia akan berlama-lama di kamar Yasmin bila menginap atau hanya sekedar menumpang makan sepulang sekolah hingga sore. Tapi kini, Bimo tidak bisa bebas. Ada Aiman yang masih berada di rumah Yasmin, tidak tau kenapa Aiman berlama-lama di rumah sahabatnya padahal semuanya sudah membaik dan tidak perlu di khawatirkan lagi. Karna sekarang sudah ada dirinya dan Lintang.


Bimo berjalan lesu keluar dari kamar Yasmin, Aiman menutup pintu kamar Yasmin dan berjalan terlebih dulu turun ke lantai bawah.


" Aku akan menginap di sini." Potong Aiman, duduk di sofa ruang tv.


" Hah.. Apa!" terkejut Bimo setengah berteriak. " Mas Aiman akan menginap di sini?" Ulangnya.


" Iya." Jawab Aiman, sambil menekan tombol remot tv. Bimo menghembuskan nafas kasar, berjalan lesu menghempaskan tubuhnya di samping Aiman yang sedang mengganti-ganti chanel tv untuk mencari flim yang bagus.


Si*l, ini om-om nginap di rumah Yasmin." Gerutu Bimo. Melipat ke dua tangan di dad* melirik sebal pada Aiman yang kini fokus dengan tayangan film barat.


Di dalam kamar, Yasmin menatap sebal pada Lintang. Melayangkan bantal ke arahnya, tapi di tepis oleh Lintang dan tertawa kala sudah paham.


" Waauuww.. Daddy sugar!" Goda Lintang.


" Umurnya masih dua puluh enam, mana bisa di bilang Sugar Daddy." Decak Lintang, menaiki kasur dan membuka selimut, merebahkan tubuhnya yang lelah di kasir yang empuk.


Nikmat sekali saat punggung sudah menyentuh kasur empuk, Yasmin sangat lelah. Apa lagi hari ini begitu banyak sekali pelanggan memborong roti sebegitu banyaknya.


" Dua puluh enam itu sudah di bilang om-om loh Yas! "


" Dia masih muda Lintang! Wajahnya saja masih imut dan tampan, mana bisa di bilang om-om!" Yasmin tidak terima kekasihnya di bilang om-om, walau nyatanya memang sudah berstatus om-om dan juga sudah mempunyak dua ponakan.


Lintang mengira kekasih Yasmin itu sepantaran dengannya atau mahasiswa kuliah yang mengejar anak pelajar, ternyata salah, kekasih Yasmin sangat dewasa dan seperti pantas menjadi kakaknya. tapi tidak masalah, karna berpacaran dengan yang lebih matang bisa melindungi dan juga bisa memahami sifat asli dalam berpacaran.


" Cih.. enggak mau ngakuin!" Kata Lintang.


" Ih.. Lintang!!" Seru Yasmin, mengerucutkan bibirnya dan kembali melempar bantal.


Lintang tertawa kecil, melempar kembali bantal ke arah Yamin.


" Bimo sudah kenal sama pacar kamu?" Tanya Lintang, mengubah tidurnya tengkurap dan menoleh ke arah Yasmin.


" Bimo sudah kenal sama Kak Aiman, tapi dia tidak tau kalau aku sama kak Aiman pacaran. Jangan bilang ya!" Mohon Yasmin.


" Kenapa?"


" Nanti di bully sama kayak kamu! Pacarin om-om." Jawab Yasmin membuat Lintang kembali tertawa.


" Sadis!" Seru Lintang, di sela tawanya.


" Banget!" Sinis Yasmin.


Ya, ini alasan Yasmin tidak ingin memberitaukan pada Bimo. Ia akan di bully habis-habisan, karna berpacaram dengan Aiman yang notabenya lebih dewasa dan sudah bisa di bilang om-om. Tapi, tidak masalah, meskipun umurnya sudah tua, penampilan Aiman sangat cool dan juga masih seperti anak kuliahan.


.


.


.


.


🍃🍃🍃🍃🍃