
Hari demi hari, minggu ke minggu dan berganti bulan. tak terasa kini Lintang, Yasmin dan Bimo sudah berada di kelas tiga. Kegiatan dan juga masa sibuknya kini begitu banyak. Lintang yang masih sama, bekerja online sambil sekolah, membiayai anak-anak singgah, mencoba meresmikan yayasan yang di bangunnya dan juga mencari donatur agar anak-anak singgah bisa melanjutkan sekolah yang lebih tinggi, tidak mungkin dirinya kuat membiayai sendiri. Apa lagi kini rumah singgahnya, sudah terkenal di kampung-kampung serta ada tiga anak penghuni baru di sana.
Ada rasa senang dan juga sedih. Senang karna Lintang bisa menampung anak-anak terlantar, memberikan kehidupan baru agar lebih baik. Dan sedih, karena dirinya belum bisa memenuhi semua kebutuhan anak singgah meskipun Tina dan Ferdi sedikit membantunya juga. Tetap saja pengeluaran begitu banyak.
Kadang Bimo, dan juga Galuh membantunya untuk mempromosikan yayasan Lintang serta ikut mencarikan donatur. Bimo, Yasmin dan Galuh juga tidak lupa menyisihkan uang saku untuk menyumbangkan kebutuhan anak singgah, Seperti beras dua karung setiap bulannya.
Jika di lihat, Yasmin seharusnya tidak perlu ikut menyisihkan uangnya untuk anak singgah. Karna keuangan Yasmin sendiri juga belum sepenuhnya stabil. Yasmin masih bekerja di toko Bundanya Lintang, dan juga merangkap menjadi guru privat baru untuk Ali adik Lintang. Dan pastinya itu usulan dari Sahabatnya pada bundanya. Alasan Lintang tidak ingin mengajari Ali begitu simpel, ia banyak sekali kegiatan sekolah dan juga tugas-tugas yang belum terkumpulkan.
Sebenarnya bukan alasan yang bagus, tapi bunda Lintang juga tidak mempermasalahkan itu. Iya tau bila putri sambungnya itu pasti memiliki tujuan yang baik, merekomendasikan Yasmin sebagai guru les privat Ali. Semena-mena ingin membantu perekonomian Yasmin juga, Apa lagi kelas tiga dan juga biaya akan masuknya kuliah nanti sangatlah besar. Lintang berharap Yasmin bisa kuliah dengan jurusan yang sudah ia impikan.
Tiga sahabat meskipun tidak pernah sekali hang out bersama. Tapi mereka tetap kompak, selalu bersama di sekolah dan juga setiap sabtu malam selalu menginap di rumah Yasmin atau di rumah singgah.
Dan malam ini, Yasmin hanya bersama dengan Lintang di rumah Yasmin. Bimo tidak bisa bergabung dengan dua sahabat, karna dia akan ke luar kota bersama keluarganya selama dua hari.
" Pacar mu mau ke sini?" Tanya Lintang, duduk di sofa ruang keluarga sambil menikmati sebungkus cemilan.
Yasmin duduk di samping Lintang membawa dua es coklat yang sudah di pesannya lewat ojek online. mulai menyeruput dan mengambil cemilan lain di atas meja.
" Iya, Lagi di jalan... Katanya mau ke sini." Jawab Yasmin.
Lintang menganggukkan kepala, masih menikmati cemilan sambil nonton film drakor terbaru.
" Kamu gimana sama kak Satya. Masih berhubungan sama dia?" Tanya Yasmin. Sedikit tau siapa yang kini sedang dekat dengan Lintang.
Apa lagi Satya selalu terang-terangan, menjemput Lintang sepulang sekolah. Padahal Lintang tidak pernah minta di jemput, karna Lintang juga sudah satu sekolah dengan Abbas sekarang. Ya, Abbas memilih satu sekolah dengan Lintang. Alasannya simpel, sekolahnya tidak terlalu jauh dan juga tidak perlu lagi mutar-mutar jemput Lintang sekolah bila sekolahnya berbeda nanti.
Lintang justru sebal, ia tidak bisa berkutik bila satu sekolah dengan Abbas. Bolos pun juga tidak akan bisa, bila ia bolos Abbas akan tau dan mengadu pada bunda. Abbas sekarang tukang adu sama Saskia, Adik tiri yang resek kan! Dan entah kenapa ia sedikit takut pada Bundanya. Takut Saskia nangis lagi. Itu yang dirinya takutkan.
" Aku enggak ada apa-apa sama dia, cuma temenan saja!" Tukas Lintang.
Padahal ia dan Satya tidak berpacaran, tapi semua teman dan sahabatnya selalu menyebut Satya sebagai pacarnya. Dan entah sejak kapan, ia begitu akrab dengan Satya, Dan Satya selalu ada untuknya.
" Kamu enggak ada perasaan gitu Lin sama Kak Satya." Ragu Yasmin, tidak mungkin bila Lintang tidak mempunyai perasaan pada Satya. Dan Yasmin lihat, bila Satya menyukai Lintang.
" Perasaan apa? Perasaan dongkol! Tiap hari itu cowok selalu saja ngekor kemana-mana." Sebal Lintang, Masih mengunyah cemilan.
Lintang seperti tidak sebebas dulu, di sekolah ada Abbas dan si luar sekolah ada Satya. Dua lelaki yang menyebalkan, hidupnya tidak sebebas dulu. Meskipun begitu Lintang tidak marah sama sekali dengan Abbas atau Satya. Entahlah kenapa? Hanya gerutuan dan umpatan kecil saja dari bibir Lintang untuk dua lelaki itu.
" Nanti kamu lama-lama jatuh cinta loh sama kak Satya." Goda Yasmin, membuat Lintang melirik sebal.
" Cih!! Kalau gitu Aku juga akan jatuh cinta dong sama Bimo." Sebal Lintang, membuat Yasmin tertawa keras. Dan Lintang yang semakin sebal, memukul keras lengan Yasmin dengam bantal sofa.
Jangan lupakan Bimo, Yang juga sama nyebelinnya dengan Abbas dan Satya. Suka sekali membuat Lintang naik darah, apa lagi ceramah-cemarah mereka. Harusnya yang perlu di ceramahi juga itu pacarnya, bukan Lintang!
Menyebalkan, perlu juga di adukan Bundanya.
" Ekhmm!" Suara lelaki dari belakang, membuat Yasmin dan Lintang menoleh ke belakang.
" Kak Aiman?" Riang Yasmin, berdiri dari duduknya dan melempar bantal sofa pada Lintang sebelum berjalan ke arah kekasihnya.
" Anj*ng!" Umpat Lintang kencang, semakin membuat Yasmin tertawa.
" Kak?" Peluk Yasmin mesra, Aiman membalas pelukannya dan mengacak rambutnya dengan gemas.
" Belum tidur?" Tanya Aiman.
" Nungguin pacarku!" Jawab Yasmin tersenyum lebar, Aiman yang mendengarnya pun tertawa.
Berbeda dengan Lintang, yang ingin mual karna ucapan manis Yasmin. Bulu kuduknya sampai merinding, sejak kapan sahabatnya itu manja sekali dengan kekasihnya.
Lintang berdiri dari duduknya, membawa minuman coklat yang belum di sentuh untuk di bawa ke dalam kamar Yasmin. Ia tidak ingin menjadi obat nyamuk Yasmin lagi, sudah cukup lah untuk ke dua kalinya. Apa lagi ini tidak ada Bimo, yang pastinya akan membuatnya bosan setengah mati melihat kemesraan sejoli beda umur ini.
" Mau kemana Lin!" Seru Yasmin, melihat Lintang yang berjalan menuju anak tangga.
" Mau ke kamar!" Ketus Lintang.
" Kamu gak mau lihat aku pacaran!" Goda Yasmin, kembali memeluk manja lengan Aiman.
" Semp*k!" Umpat Lintang sambil mengacungkan jari tengah pada sepasang kekasih, dan Yasmin kini tertawa sangat kencang. Puas sekali menggoda sahabatnya.
Aiman hanya menggelengkan kepala, melihat kelakuan dua gadis bersahabatan itu. Lintang dengan ucapan-ucapan kasar dan Yasmin yang sekarang semakin manja dengannya.
Dua gadis dengan sifat yang berbeda, tapi saling menyayangi. Tidak salah Yasmin berteman dengan Lintang, yang bisa membuat Yasmin selalu tertawa mendengar umpatannya. dan selalu ada di saat Yasmin membutuhkannya.
.
.
.
.
🍃🍃🍃🍃