One Night With Cassanova

One Night With Cassanova
TAMAT



Beberapa bulan kemudianπŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰


Setelah melewati masa hamil muda, Amira sekarang sedang berjuang melahirkan anak kembar yang berjenis baby girls. Darren sungguh cemas, ia terus menyemangati istrinya. Aida dan Adrian mereka berdoa dengan penuh harap, semoga orangtuanya selamat bersama kedua baby twins'nya.


Amira ingin berjuang melahirkan normal, karena baginya mampu untuk melahirkan normal tanpa Cesar. Keringat dingin berjatuhan dari wajah dan tubuhnya, Darren setia menemani sang istri melahirkan. Ia menggengam kuat tangan suaminya, Darren terus berdoa sambil berusaha menguatkan istrinya.


"Ayo sayang, kamu pasti bisa, kamu pasti kuat sayang," seru Darren ketika Amira mengej*n. Suara tangisan bayi keluar dari bawah, semua suster tersenyum bayi yang keluar baby girls yang sangat putih cantik, suaranya menggetarkan seluruh ruangan. Amira tersenyum, semakin kuat tenaga untuk mengeluarkan bayi satu lagi. Selang lima menit, Amira merasakan mulas lagi yang tidak terkira, ia mengej*n kembali lalu, tarik nafas untuk mengeluarkan bayi kedua.


"Aaahhhhh .... Amira terengah, suara bayi kedua terdengar sangat nyaring di telinganya. Darren menc*um seluruh wajah istrinya dengan hati yang sangat senang. Bayi mereka sehat dan selamat.


"Selamat, bayi kalian sehat dan sangat bersih, untuk Papahnya segera adzan'kan bayi kalian. Hendra datang dia meng-adzankan cucunya bersamaan dengan Darren di kuping kanan.


Amira meneteskan air matanya, dia sangat bahagia melihat ayahnya datang menyambut kelahiran cucunya.


Aida juga Adrian bernafas lega karena Amira telah selesai dengan selamat melahirkan. Aida meneteskan air mata terharu atas apa yang telah dia saksikan. Suara jeritan bayi dari dalam sangat nyaring di telinga mereka berdua.


"Semoga kamu lahiran dengan selamat sayang," ucap Adrian mengelus perut istrinya.


"Aamiin sayang," seru Aida memeluk tubuh suaminya. Di tempat lain, Rachel hanya memutar bola matanya malas, dia juga sama sedang mengandung anak dari Dino. Mereka menikah setelah kejadian bulan lalu, rencana untuk menghancurkan keluarga Aida gagal total, Dino berhasil membuat Rachel tidak berkutik sedetik pun.


Ia hanya bisa pasrah menjadi istri Dino, walaupun begitu, Adrian sangat senang karena Dino adalah temannya dan Rachel tidak akan bisa mengganggu keluarnya lagi.


"Selamat, atas kelahiran adik kalian,


Aida semoga kamu lahiran dengan selamat," ucap Dino memberi selamat kepada mereka. Hanya Rachel yang duduk diam tidak mau mengeluarkan sepatah kata pun.


Dua jam telah berlalu.


Semua berkumpul menyaksikan baby girls yang sangat cantik. Amira tersenyum sangat bahagia, semua keluarganya berkumpul ikut memberikan selamat kepadanya.


"Papah beri nama, Anindya dan Anindita," seru Darren menc*um kedua kening bayinya. Amira tersenyum mendengar nama yang di berikan kepada kedua putrinya sangat indah.


"Aku sangat menyukai nama mereka," seru Amira. Mereka tertawa, bergantian untuk menggendong baby twins yang sangat cantik.


Empat bulan kemudian πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰


Aida meringis merasakan sakit yang amat merasakan sensasi yang luar biasa. Amira melihat gelagat putrinya segera menghampirinya.


"Sayang apa kau tidak kenapa-napa?" Tanya Amira segera meletakan Baby Anindita.


"Mah, perutku sangat sakit, kurasa aku mau melahirkan sekarang," ringisnya. Baby sister Amira dengan sigap segera menghubungi Adrian untuk segera pulang.


Karena tidak mungkin mereka menunggu Adrian, kang Supir segera menggendong Aida masuk ke dalam mobil untuk segera membawanya ke rumah sakit.


"Sayang kamu tahan yah, kita segera sampai," ucap Amira mengelus kepada putrinya. Baby Anindita dan Anindia di serahkan kepada baby sisternya untuk tetap di rumah karena tidak mungkin di bawa ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, semua siap untuk membawa Aida ke ruangan bersalin karena waktu untuk melahirkan sebentar lagi.


Adrian dengan sigap sudah sampai di rumah sakit, membawa debaran jantung yang sangat memburu. Keinginannya untuk menemani Sang Istri melahirkan terwujud.


Sesampainya di ruangan bersalin, Amira merasa lega Adrian datang tepat waktu. Ia segera masuk untuk memberikan semangat untuk istrinya.


Aida tersenyum melihat kedatangan suaminya yang sudah tiba. Ia segera mengeratkan Tangannya kuat menahan rasa sakit. Adrian mengusap keringat dingin istrinya, dia mengelus perutnya.


"Kau pasti kuat," bisiknya. Aida mengangguk mengeluarkan air mata.


Ia mengej*n dengan kuatnya.Tangisan bayi pecah, Aida bernafas lega begitu juga Adrian.


"Selamat bayi kalian Laki-laki," ujar Sang Dokter mereka tersenyum bayi yang di nanti-nantikan akhirnya lahir dengan selamat.


"Aku mencintaimu, kau luar biasa," kecup Adrian menci*m kening Aida. Dirinya meng-adzankan bayi mungil yang terdengar nyaring di telinga keduanya.


Satu jam telah berlalu.


Semua kumpul di ruangan, Aida sangat senang, kebahagiaan keluarga yang dia impikan sudah terwujud. Baby twins Amira dan Darren ikut berada di ruangan, bayi yang sangat lucu membuat semua orang gemas.


"Sayang, nama yang bagus untuk anak kita siapa namanya?" Tanya Aida menggenggam erat tangan Adrian sambil melihat Baby'nya yang sedang di gendong oleh Darren.


"Abil Daffa Sanjaya Wiguna," seru Adrian menatap penuh cinta kepada istrinya.


"Sekarang aku sudah menjadi seorang ibu, nama yang sangat indah," ujarnya menatap lekat wajah anaknya yang kini berada di pangkuannya.


"Terima kasih sayang, kau seorang wanita yang sangat kuat. Terima kasih sekali lagi karena telah memberikan keturunan untukku," seru Adrian menci*m kening istrinya juga putrinya secara bergantian.


Ambil yang baik, buang yang buruk dari kisah novel ini.


Tidak ada manusia yang sempurna, semua memiliki kesalahan yang pernah kita perbuat. Balas dendam tidak akan membuat masalah tuntas untuk kedepannya, tapi berpikir jernih'lah untuk kedepannya. Jangan menaruh dendam kepada orang yang telah menyakiti kita, jadikan motivasi untuk kedepannya supaya kita lebih kuat menghadapi cobaan hidup. Tidak ada yang mustahil, kesedihan pasti akan berbuah manis kalau kita menghadapinya dengan penuh kesabaran.


Memaafkan orang tidak akan membuat kita rendah, terutama kepada orangtua yang sudah melakukan kesalahan kepada kita di masalalu. Masalalu biarlah berlalu, sekarang kita nikmati masa depan yang penuh kebahagiaan ini.


( Aida dan Amira )


TAMAT.


TERIMA KASIH KEPADA SEMUANYA TELAH MEMBACA CERITAKU SAMPAI END.


Untuk cerita Anis akan saya rilis nanti yah.


Jangan di buang dari pavorite yah, ada novel terbaru untuk kalian. Ceritanya tentang wanita Single parent di kejar pria brondong yang jauh lebih muda dari usianya.


Ini covernya.


Semoga nanti kalian suka, di rilis bulan depan. Nanti aku up info di sini, sekian terima kasih readers kesayangan ❀️❀️❀️❀️