One Night With Cassanova

One Night With Cassanova
Ayu nekad



Amira menjerit histeris, dia melihat begitu banyak darah di tangan Ayu. Hendra datang tepat waktu, dia sudah tahu kelicikan Ayu di masalalu. Aida berhasil menghubungi Hendra saat sedang asyik berbincang dengan rekan bisnisnya.


Di saat Hendra mengetahui semuanya, Aida merasa lega karena ancaman anak buah Ayu tidak akan mempan. Walaupun mereka sedang di kejar penjahat baginya keselamatan Amira jauh lebih penting.


Hendra membuka pintu dan benar saja, Ayu menodongkan pisaunya ke arah Amira. Hendra berhasil membalikan tubuh Ayu dan menusuknya kembali pakai pisau yang ada di tangannya.


Ayu jatuh ke lantai bersama darah segar mengalir begitu saja. Amira menangis histeris, Hendra menyuruh Amira segera pergi meninggalkan Ayu yang tergeletak akibat tusukan yang menimpanya.


Di saat kaki Amira melintas ke arah tubuh ayu, saat itu juga tangan Ayu segera mencengkam kuat kaki Amira sehingga membuat Amira menjerit.


"Hahahah, lihatlah Hendra! Di tubuhku ada pelindung yang sudah aku rancang saat aku akan membunuh anak sialan ini. Ternyata felingku benar, aku di tusuk olehmu hahaha, tidak akan aku biarkan kalian menang melawanku," ujarnya sambil mencoba berdiri menahan kaki Amira.


Ayu menodongkan pistolnya ke arah leher Amira untuk mengancam Hendra. Darren telah tiba di apartemen milik Ayu, mereka terkena kendala ban mobil mereka bocor sehingga kesulitan untuk segera cepat di lokasi.


"Tante, tolong lepaskan Istriku, kalau kau tidak melepaskannya seumur hidupmu kau akan menyesal," tangkas Darren mencoba mendekat tapi Ayu berhasil mencengkam kuat kepala Amira sehingga orang yang ada di sana menjerit termasuk Clara.


Hendra mendekati mencoba merayu Ayu supaya tidak melukai Amira yang saat ini sedang di cengkram kuat. Air mata di pelupuk mata Amira menetes begitu banyak, merasakan sakit di bagian kepala juga pisau di lehernya sangat tajam.


"Jangan mendekatiku, aku tidak bodoh seperti Sonya yang kalian tipu. Aku sangat membenci Ibunya, wajah dia sangat mirip di saat mantan istri tua mu masih hidup. Syukurlah kamu mengetahui semuanya Hendra, tapi sayang sekali nyawa anakmu ada di tanganku sekarang," ujarnya tertawa menggelegar.


Darren sedikit demi sedikit berjalan mendekati mereka yang kini sudah berada di dekat jendela karena Ayu membuka jendelanya. Mereka takut ayu melempar Amira ke luar jendela apartemen.


"Apa Tante tidak punya anak wanita sepertiku? Kalau kau tidak punya anak wanita, kau tidak akan merasakan bagaimana anak itu di ancam oleh orang lain. Kau sangat tega melakukan hal jahat yang tidak pernah anakmu mengetahuinya. Sadaralah Tante, Amira tidak. bersalah padamu, kau salah paham, keluargamu sangat menyayangimu tapi kau tidak merasakan hal itu sehingga kau nekad menghancurkan Ibu Amira," ujar Clara mencoba berbicara baik kepada Ayu supaya Darren bisa mendekatinya secara perlahan.


"TIDAK!! Kau bohong padaku, Hendra apa kau mencintaiku atau kau mencintai anak sialan ini? Jawab Hendra aku tidak mau ada kebohongan di antara kita," pekiknya.


Hendra menjadi di lema, di saat ia mau mengatakan bahwa mencintai anaknya maka Ayu akan berbuat nekad. Dan kalau Hendra mengatakan bahwa dia mencintai Ayu, Amira akan tersakiti lagi. Hendra sudah cukup berpisah dengan Amira selama bertahun-tahun lamanya.


Hati Hendra menangis, sungguh yang di katakan Amira itu adalah kebenaran. Dia tidak memperdulikan anaknya juga mantan istrinya yang di fitnah oleh istrinya sendiri.


"Kau lihatlah, dia tidak mengharapkanmu, tapi kenapa kau menulis surat wasiat buat anak sialan ini! Semua harta milikmu jatuh kepada wanita ini, kenapa Hendra?" Tanya Ayu membuat Hendra tercengang karena Ayu telah mengetahui semuanya.


"Apa maksudmu?" Tanya Hendra.


"Sudah cukup, aku tidak mau kalian menyelamatkan anak sialan ini," pekiknya.


Bugh ...


Ayu melemparkan dirinya ke luar jendela membawa Amira.


Semua menjerit dan segera berlari ke arah jendela. Darren dan yang lainnya panik setengah mati karena Ayu menerjunkan dirinya sendiri membawa Amira.


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.


LIKE


KOMEN


VOTE


HADIAH


RANTING 5.