
Adrian segera bangkit dari tempat duduknya setelah itu ia menyeret lengan Siska ke luar. Emosi di benak Adrian kepada Siska membuatnya geram dan kesal.
"Apa mau'mu hah?" Tanya Adrian menatap tajam ke arah Siska.
"Lepaskan aku Adrian, sungguh aku mencintaimu," seru Siska tanpa malu dia mencium pipi Adrian. Semua orang yang ada di kelasnya bersorak melihat adegan mereka berdua, Leo dan Jefri segera menghampirinya.
Adrian semakin geram, ia segera membenturkan tubuh Siska ke din-ding tembok kelas. Siska yang terlahir dari keluarga bangsawan sangat tahu apa yang harus dia lakukan untuk menaklukan hati Adrian.
"Ingat Adrian, perusahaan aku dan keluargamu lagi kerja sama. Aku harap kamu tidak kasar padaku," jelas Siska menatap wajah tampan Adrian.
"Tapi aku tidak mencintaimu," sungut Adrian tajam.
"Tidak masalah, asal kamu harus menjadi pacar bohonganku. Aku tidak mau jauh darimu," mohon Siska. Adrian pun tampak berpikir dan segera menyetujuinya.
Siska segera memeluk Adrian, ia pun segera pergi setelah mendengar bel tanda masuk kelas. Leo juga Jerry tidak mengerti kalau Adrian kalah oleh Siska mereka pun menghampirinya.
"Jadi kalian pacaran?" Tanya Jerry.
"Kalian tahu apa yang ada di pikiranku, semua wanita menginginkanku. Tidak masalah Siska menjadi pacarku, akan aku jadikan permainan game kita," seru Adrian tersenyum licik. Leo juga Jerry tertawa barengan.
"Kau memang pintar, jadi kapan kita mulai permainannya?" Tanya Leo.
"Besok, kita mulai lagi, dan sore ini kita harus menemui bos besar," ujar Adrian masuk ke dalam kelas di ikuti kedua temannya.
****
Jam Istirahat sudah tiba, Anis pun mengajak Aida ke kantin makan siang bareng. Tapi Tama sudah tiba di taman untuk menunggu Aida.
"Tapi aku punya janji sama Tama," ujar Aida merasa tidak enak.
"Oke tidak masalah, aku akan ke kantin duluan, perutku sangat lapar," seru Anis. Aida hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku Anis sahabatnya.
"Kak," ujar Aida. Tama segera menoleh ke belakang dan terlihat Aida tersenyum manis.
"Aida, aku tahu kamu pasti datang juga. Ada yang mau Kakak bicarakan padamu," ucap Tama lesu.
"Baiklah apa yang akan Kakak bicarakan?" Tanya Aida kembali.
"Mamih'ku menghubungiku lewat kedua bodyguard'ku katanya aku akan di jodohkan sama Anis," ujar Tama lesu. Harapan untuk mengatakan cinta kepada Aida gagal total, semua itu gara Mamihnya yang sudah mengetahui apa yang akan di ucapkan Tama pada Aida hari ini. Sehingga dia segera menghubungi orangtua Anis untuk segera menjodohkan mereka berdua.
Senyuman mengembang dari wajah Aida mendadak luntur. Hatinya terasa lemah setelah mengetahui apa yang akan di bicarakan oleh Tama.
"Wooahh, selamat Kak, apa Anis sudah tahu mengenai hal ini?" Tanya Aida menyembunyikan perasaannya.
"Tidak, dia sepertinya tidak mengetahui perjodohan ini. Mamih'ku dan kedua orangtua Anis bersahabat cukup lama sehingga mereka menjodohkan'ku dengannya, alasannya mereka ingin menjadi besan selamanya," ucap Tama mendunduk.
Tapi di dalam hatinya hanya Aida yang selalu membuat Tama tersenyum. Sungguh ini bukan yang di harapkan Tama sebelumnya, perasaan keduanya hancur. Aida kecewa setelah apa yang di katakan oleh Tama padanya membuat Aida hancur. Tapi demi sahabatnya Aida tidak akan marah toh dia juga bukan siapa-siapa Tama hanya adik kelas saja.
Aida akan menyimpan rasa cintanya untuk Tama sebaik mungkin. Aida juga tidak mau tunangan dengan Adrian yang selalu membuatnya jengkel dan kesal. Setelah lulus nanti Aida akan mencari tahu penyebab kematian Nancy. Agar dirinya terbebas dari tipuan dan jeratan yang di buat Adrian kepada keluarganya.
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.
LIKE
KOMEN
VOTE
HADIAH
RANTING 5