One Night With Cassanova

One Night With Cassanova
Bertemu kembali



"Aida," seru Darren saat melihat Putrinya yang kini sudah tumbuh dewasa. Cantik bagaikan bidadari, ia segera menghampiri Istri juga Putrinya.


"Papah," pekik Aida berlari kecil menghampiri Darren. Pria itu semakin tua semakin tambah tampan. Tidak ada perubahan dalam diri Darren malahan dia semakin mencintai Istrinya dan tentunya masih awet muda.


"Apa kabarmu sayang?" Tanya Darren memeluk Putrinya.


"Terlihat baik bukan, Papah bagaimana! Aida rasa kita harus merayakan kepulangan Aida malam ini," seru Aida menatap kedua orangtuanya.


"Baiklah, Papah hubungi Adrian, kalian sudah lama sekali tidak berjumpa. Hanya mengikat cin-cin cantik di jari manismu, dia pasti senang kamu sudah tiba di Indonesia," ujar Darren mencubit pipi Aida.


Setelah melepas rindu, Aida kembali ke kamar yang dulu pernah dia tempati. Sekarang ia melihat ke sekeliling masih sama tidak ada perubahan. Aida masih ingat Adrian sudah mendonorkan darah untuknya, akan tetapi Aida sudah mengetahui di balik sipatnya yang baik. Ada niatan jahat Adrian terselubung untuk keluarganya.


"Dasar Pria mesum, bagaimana kabarmu saat ini, apa kalian masih pacaran," ujar Aida setelah mengetahui Adrian pacaran dengan Siska ia memutuskan untuk tinggal di luar negri. Walaupun mereka tidak pernah bertemu kembali, tapi komunikasi mereka lancar walaupun sering berantem.


Di kantor.


Adrian mendapat kabar bahwa Aida sudah tiba di Indonesia. Anak buahnya sudah mengetahui kepulangan tunangannya yang kini sudah berada di negaranya sendiri. Adrian sudah di hubungi malam ini bakalan makan malam di rumah Aida.


"Apa kabarmu Aida, aku harap kamu tidak secupu dulu. Wanita yang sangat menyebalkan," ujar Adrian tersenyum, setelah itu dia bersiap untuk menghadiri makan malam di rumah Darren.


***


Tama sudah muak dengan segala peraturan yang di buat oleh Mamihnya. Menikahi Anis bukan keinginannya, dia di paksa untuk menikahi Anis. Sudah lama mereka bertunangan, Anis juga sudah berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk Tama. Tapi cinta Tama masih milik Aida, cinta monyet dari masalalunya.


"Hari ini Aida sudah berada di Indonesia, aku harap dia tidak melupakan aku. Belum sempat aku mengatakan cinta padanya, tapi musibah menimpaku harus bertunangan dengan Anis.


Ini hidupku dan ini pilihanku, aku tidak mau tersiksa begini. Cinta untuk Anis tidak pernah ada, aku hanya ingin memilikimu Aida, biarlah Mamih melarangku untuk menemuimu. Tapi aku akan berusaha bertemu kamu, setelah sekian lama aku menantimu aku harap Aida masih seperti dulu," ucap Tama memandang lekat ke arah luar jendela kantornya.


***


Malam telah tiba, Aida berjalan menuruni anak tangga. Penampilan sederhana tapi terlihat cantik, siapa saja yang melihatnya pasti jatuh cinta. Aida tersenyum setelah dia melihat Adrian duduk di meja makan bersama kedua orangtuanya.


"Selamat malam semua," seru Aida.


Adrian melirik ke arah sumber suara, minyak wangi yang sangat elegant tercium harum oleh Adrian. Ia terkesima melihat kecantikan Aida yang berubah total saat ia masih remaja sangat berbeda dengan sekarang.


Adrian masih menatap lekat, rasanya Adrian ingin melahap habis tunangan masa remajanya itu. Tangan putih mulus itu mengulurkan kearahnya untuk menyambut pertemuan mereka kembali.


"Apa kabarmu," ucap Adrian.


Adrian masih menatap Amira yang kini berada di hadapannya, entah mengapa rasa dendam yang pernah dia miliki hilang dan di lupakan. Sungguh ini sangat tidak masuk akal, Adrian mencintai Aida sebelum misinya di lakukan.


Makan malam telah usai.


Darren sangat senang, tidak ada yang berubah dari mereka berdua. Setelah lama mereka tidak berjumpa, Darren memutuskan untuk meninggalkan mereka di ruangan tamu untuk melepas rasa kangen di antara mereka.


"Papah sama Mamah pergi ke kamar duluan, kalian bercakaplah dulu, sudah lama kalian tdiak berjumpa'kan," goda Darren.


Aida hanya tersenyum setelah itu ia duduk, Adrian gugup ternyata tidak seperti yang dia bayangkan. Malam ini dia cukup kaget melihat Aida yang begitu cantik.


"Aku kangen banget sama kamu," ucap Adrian mendekati Aida.


"Bagaimana pacarmu setelah tahu aku sudah kembali. Apa kalian puas sudah berpacaran selama delapan tahun, aku rasa kau harus menikahinya bukan aku yang kamu nikahi," jutek Aida.


Adrian tiba-tiba mendekat, pandangan mereka beradu. Nafas mint yang pernah dulu Aida ci*m sekarang dia merasakannya lagi. Tanpa basa-basi Adrian segera ******* bibir seksi Aida yang kini sudah ada di dalam dekapannya.


"Cukup, kau tidak pernah berubah menjadi Pria mesum," kesal Amira segera melepaskan rangkulan yang Adrian berikan.


"Aku kangen banget sama kamu," goda Adrian mencekal kedua tangan Aida. Sehingga mereka masih bertatap satu sama lain. Detak jantung keduanya berdetak kencang, tatapan itu semakin dalam sehingga Aida terbuai oleh rayuan Adrian.


"Bisakah kau melepaskan aku" ujar Aida memalingkan wajahnya.


"Besok kita menikah," seru Adrian membuat Aida tercengang.


JANGAN LUPA DUKUNGANNYA.


LIKE


KOMEN


VOTE


HADIAH


RANTING 5.