
Mobil hitam pekat dengan plat mobil palsu itu terus melaju menelusuri membelah jalanan yang di guyur hujan. Kedua Pria berbadan kekar itu segera membawa Aida ke dalam hotel mewah, mereka langsung menggendong Aida ke dalam lift menuju kamar hotel yang sudah di sediakan pelaku.
Akhirnya mereka tiba dan segera menekan tombol pintu masuk, supaya bos yang ada di dalam kamar hotel itu segera membukanya. Terlihat kedua anak buahnya basah kuyup akibat hujan deras yang menimpa mereka.
Wanita paruh baya itu ialah Mamih Sonya, dia sudah menyediakan secarik kertas juga cek seharga dua ratus juta rupiah. Dirinya tersenyum kecut melihat Aida yang sudah terbaring lemah tidak sadarkan diri.
"Dasar jal*ng, di mana orangtuamu sekarang, sudah puaskah kalian menghancurkan keluargaku. Dulu ibumu menghancurkan kepercayaanku kepada suamiku, dan sekarang kau mau merebut anak semata wayangku dari hidupku lagi. Tidak akan aku biarkan kamu menang dalam hal ini, mulai malam ini kehidupanmu akan hancur lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu. Aku tahu kau tinggal bersama ibu tirimu tapi aku tidak tahu di mana Nancy tinggal. Sudahlah lupakan saja, aku akan membuatmu menderita seperti dulu aku terluka dan hancur hahahah," ucap panjang lebar Mamih Sonya.
Dirinya segera membuka semua baju yang melekat di dalam tubuh indah Aida, terlihat kulit mulus miliknya. Mamih Sonya hanya mendelik kesal, ia segera menutup kembali dengan selimbut tebalnya.
"Bagas, cepat kemari, kau tidurlah di pinggirnya sambil memeluk dam menciumnya. aku akan potret kalian berdua seolah-olah kalian sudah melakukan sesuatu," seru Mamih Sonya tersenyum licik.
"Baiklah Nyonya," sahut Bagas.
Dia segera membalut tubuhnya dengan selimut tebal untuk menutupi celana yang dia pake selutut. Segeralah ia tidur sambil memeluk tubuh Aida yang kini tanpa apapun. Potret photo Aida tanpa busana yang hanya di balut selimbut tebal sedada di ci*m Pria seolah-olah nyata Aida telah melakukannya.
"Lihat saja wanita jal*ng hidupmu akan hancur, orangtuamu tidak akan percaya lagi padamu hahaha," seru Mamih Sonya segera mengirim potret photo mesum Aida dengan Bagas.
Di tempat lain.
Aida merasa gelisah sudah jam sepuluh malam tidak ada kabar dari Putrinya. Ponselnya juga mati tidak bisa dia hubungi, Amira segera menghubungi Adrian siapa tahu ada di rumahnya.
"Hallo, Adrian, maaf sebelumnya apa Aida ada di rumahmu? Sudah jam segini dia belum pulang juga," seru Amira di dalam sambungan ponselnya. Darren baru tiba di kamar mendengar Aida belum pulang dirinya mendadak khawatir.
"Tidak ada Tante, ini sudah jam sepuluh kenapa dia tidak ada di rumah," sahut Adrian.
"Tolong, kamu cari dia, Tante di sini sangat khawatir dan cemas," titah Amira. Adrian pun menyanggupi permintaan-nya untuk mencari Aida.
***
"Bagaimana bisa, satu jam lalu dia keluar rumah dan sekarang dia belum juga pulang. Aida di mana kamu sekarang," ucap Adrian gesar mengusap wajahnya. Ia segera mengambil kunci mobil untuk mencari di mana Aida berada.
***
Di rumah Darren.
Tidak lama, Darren mendapatkan notif pesan dari nomor baru. Ia segera membukanya, betapa terkejutnya Darren melihat photo mesum palsu itu beserta cek sebesar dua ratus juta.
"Aida."
Amira yang melihat ekspresi Darren segera menghampirinya. Darren mengepal geram rahangnya mengeras segera ia membantingkan ponsel itu ke atas tempat tidur.
"Ada apa?" Tanya Amira cemas sambil mengambil ponsel Darren yang tergeletak di dekatnya.
"Aku tidak menyangka sebagai orangtua aku sudah mendidiknya biar menjadi anak lebih baik. Tapi kelakuannya sama persis dengan Ibunya di masalalu. Aku sangat kecewa padamu Aida, mulai malam ini kau jangan memikirkannya lagi sayang, kalau pun dia pulang, aku akan mengusirnya dari rumah ini. Kurang apa coba aku ini padanya, semua kemewahan sudah aku berikan padanya tapi apa balasannya." Pekik Darren frustasi.
"Apa yang kamu katakan, aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Ini mungkin editan atau mungkin Aida di jebak oleh orang yang akan menghancurkan kehidupan Putri kita," ucap Amira menenangkan suaminya sambil mengelus d*da suaminya.
"Jangan pernah membela yang salah sayang, cukup! Aku tidak mau anak itu ada di rumah ini lagi," kesal Darren keluar kamar membawa sulut emosinya.
***
Adrian terus mencari di mana Aida berada, ke tempat Bar juga sudah ia cari. Tapi hasilnya nihil, hanya ada mobil miliknya yang belum Aida bawa pulang.
"Di mana kamu Aida," ucap Adrian merenung di dalam mobil. Dia juga sudah menyuruh ketiga bawahannya untuk mencari Aida tapi tidak ada kabar sama sekali sampai tengah malam.
Notif pesan yang masuk ke dalam ponselnya membuyarkan lamunannya. Ia segera membukanya dari siapa pesan itu masuk, matanya membulat tidak percaya apa yang dia lihat di dalam ponselnya.
"Aida, tidak mungkin dia berbuat seperti ini," pekik Adrian membanting ponselnya ke jok mobil. Entah pikiran dari mana Adrian tidak percaya akan hal photo mesum itu.
Ia segera melajukan mobilnya kencang, Adrian akan mencari semua hotel di sekitaran kota Jakarta daerahnya. Karena terlihat photo itu ada di sebuah hotel.
"Kurang ajar," pekik Adrian.
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR
LIKE
KOMEN
VOTE
HADIAH.