One Night With Cassanova

One Night With Cassanova
Putus



Flashback.


Anis menangis, dia menyaksikan bahwa Tama punya perasaan lebih pada sahabatnya Aida. Tidak dapat di bayangkan, rasa cintanya di balas dengan dusta. Mungkin Anis akan bertahan dari dinginnya Tama untuknya, tapi untuk hal seperti ini Anis mundur.


"Kak, Tama," ucap Anis pelan.


"Diam!! Anis aku tidak pernah suka padamu, aku sangat mencintai Aida akan tetapi kedua orangtua kita memaksaku untuk tunangan denganmu. Jangan pernah menampakkan dirimu lagi di depanku, aku sudah muak dengan sandiriwara'ku ini," pekik Tama menatap tajam pada Anis yang hanya bisa menangis.


"Ini sangat menyakitkan bagiku, kalau memang Kak Tama tidak menyukaiku lebih baik hubungan ini berakhir. Aku tidak mau ada aura di antara kita," timpal Anis berlalu pergi meninggalkan Tama yang masih berdiri.


Anis hanya bisa mengisi semuanya, cintanya bertepuk sebelah tangan. Impiannya untuk menjadi Istri Tama Anggara telah musnah, malam ini tidak akan pernah Anis lupakan Tama begitu marah padanya.


Flashback off.


Tama menuruni anak tangga dengan cueknya dia melewati Mamih Sonya yang sedang berdiri sambil memegang cin-cin.


"Mau ke mana kamu?" Tanya Mamih Sonya.


"Bukan urusan Mamih, Tama sudah besar bisa mengatur hidup sendiri," timpal Tama.


"Dengarkan Mamih, lihatlah Anis pergi dia membatalkan pernikahan kalian. Kau kejarlah dia Mamih tidak mau menantu lain selain dia," seru Mamih Sonya. Tapi Tama hanya bisa memutar bola matanya malas.


"Kenapa bukan Mamih saja yang menikahi Anis, bukan Tama," timpal Tama.


"Dasar, Tama dengar Mamah. Wanita itu telah merubah hidupmu, gara-gara kau cinta buta pada wanita jal*ng itu kamu berani melawan Mamih," kesal Mamih Sonya.


"Sudahlah cape, pokoknya aku sama Anis sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi," sahut Tama dan berlalu pergi keluar rumah membawa mobil kesayangannya.


"Tama, kenapa sih kamu sudah banget di atur," gerutu Mamih Sonya.


***


Aida mendadak panas, akibat dia merendam tubuhnya di air dingin. Adrian segera memanggil Dokter untuk segera memeriksa keadaan Aida. Wajah pucatnya membuat Amira khawatir, air mata terus mengalir dari mata indahnya. Tidak lama, Amira menerima tlp dari Darren dan segera pergi dari kamar Putrinya.


Adrian duduk diam menemani Aida yang terbaring lemah. Menatap wajahnya membuat dia tenang, Adrian berjanji akan mencintainya lebih dari apapun.


"Maafkan aku Aida," lirih Adrian menunduk.


"Tidak Adrian, ini salahku. Aku berusaha untuk melupakan apa yang telah terjadi semalam denganmu. Bisa aku katakan One night With Cassanova," ujar Aida menangis. Adrian segera mengusap air mata yang menetes.


"Terima kasih, tapi aku bukan wanita baik-baik Adrian. Di luar sana masih banyak wanita yang mau denganmu, yang lebih baik ketimbang aku," lirih Aida.


"Kau yang terbaik, aku baru menyadari bahwa aku sangat mencintaimu. Walaupun aku Cassanova kelas kakap, ingat aku sudah tidak menyentuh wanita lain. Dan malam tadi itu kali pertama aku lagi melakukannya denganmu," seru Adrian meyakinkan Aida.


Aida sedikit terdiam, baginya ini bukan salah Adrian sepenuhnya, mereka di jebak. Dunia ini sangat kejam untuknya, penderitaannya silih berganti, tapi dia benar-benar beruntung mendapatkan orangtua yang sangat baik seperti Amira. Walaupun bukan darah dagingnya Amira sangat menyayanginya sepenuh hati, menerima kekurangannya dengan ikhlas.


"Adrian, tolong ajarkan aku lupa perasaanku pada Tama," isak tangis Aida.


Tama mendongkakan wajahnya merasa tidak percaya atas apa yang di dengarnya saat ini. Ia segera mencium kening juga tangannya.


"Dua hari lagi aku akan menikahimu, Tante Amira sudah menyiapkan segalanya untuk pernikahan kita.


"Ta-pi, Papah ..."


"Kau akan tahu semuanya nanti, terima kasih telah memberikan ruang hatimu untukku. Pokoknya aku berjanji akan selalu ada untukmu melindungi'mu," seru Adrian senang.


****


Di taman. Anis merenungi nasibnya. Delapan tahun dia mengejar cinta Tama tapi hanya sia-sia saja yang dia dapat. Anis melempar batu kelain arah sambil terisak tangis.


Peletak.


"Awwwhh ..."


Lemaparan batu itu terkena seorang Pria yang sedang berjalan.


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.


LIKE


KOMEN


VOTE


HADIAH


RANTING 5