
Jet pribadi Adrian sudah menunggu mereka di lapangan. Banyak penjagaan ketat yang mengelilingi lokasi, Aida memakai baju kameja selutut berwarna merah dengan tas kecil yang ia bawa. Dua koper mereka sudah tertata rapih di bawa asistennya ke dalam jet priadi. Di dalam-nya terdapat sofa sangat mewah sudah tersedia minuman juga cemilan di atas meja. Aida melihat kagum, ia menuju kamar pribadi terlihat sangat elegant. Aida segera mengehempaskan tubuhnya di atas tempat tidur yang sangat empuk. Adrian membawa satu botol minuman untuk mereka nikmati, melihat Aida sedang asik dengan gaya tidurnya memeluk bantal guling, sampai tidak terasa pesawat mereka sudah meluncur.
"Sayang, apa kau haus?" Tanya Adrian ia duduk di sofa pojok kamar sambil melihat ke arah istrinya.
"Tidak, aku ingin tidur di sini lebih lama, kalau sudah sampai kau bangunkan aku," sahutnya Amira segera terlelap tidur. Entah mengapa ia sangat mengantuk membuat Adrian terkekeh, kameja berwarna putih celana hitam. Terbuka bagian dad*nya, menunjukan kekeran tubuh eksotis milik Adrian. Ia segera bangkit menuju tempat tidur untuk mendekati istrinya.
"Kau sangat cantik, bisa-bisanya aku jatuh cinta padamu dasar gadis tengil," seru Adrian ia membelai wajahnya mengecup keningnya.
Adrian mengambil ponsel di saku celananya. Ia segera memotret momen lucu istrinya yang sedang tertidur pulas. Semua keperluan sudah di siapkan dengan sangat rapih oleh orang suruhan Adrian.
Honeymoon mereka Adrian tidak ingin ada orang yang mengganggu keseruan mereka berdua. Beberapa jam telah berlalu, jet priadi itu mendarat dengan sempurna. Mereka di sambut oleh para asisten juga para pengawal, semua keperluan Aida juga Adrian mereka segera membawanya ke tempat lokasi sebelum mereka pergi meninggalkan pulau.
Aida masih terlelap tidur, Adrian tidak ingin membuat istrinya terbangun ia segera menggendongnya.
"Kau sangat cantik saat tertidur pulas, lihat apa yang akan aku lakukan padamu di hari yang indah ini," seru Adrian menggendong istrinya menuju lokasi.
Setelah sampai, ia segera membaringkan di tempat tidur yang sudah bertabur bunga mawar merah berbentuk hati. Aida masih belum bangun membuat Adrian gemas sendiri, Adrian mengusap lembut wajahnya secara perlahan supaya tidak mengganggu tidurnya.
Adrian pun merapihkan rambut istrinya, ia mengecup kening istrinya tapi Aida tampaknya masih terlelap. Adrian branjak menuju depan menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya. Sangat luas pemandangan juga sangat indah apalagi saat matahari terbenam.
Aida tersadar mendengar desir ombak, ia mengerjapkan matanya mengedarkan kesekeliking. Ia terkejut ternyata dirinya sudah tiba, Aida segera turun untuk melihat ke arah luar.
"Sangat romantis," ujarnya menaburkan bunga yang ada di tempat tidur. Aida berjalan menuju depan, terlihat sosok suaminya sedang berdiri tegap memandang lautan. Ia memegang gelas kecil di tangannya berisi minuman. Aida tersenyum melihatnya dan segera berlari membuka pintu kaca untuk langsung memeluknya dari arah belakang.
Rambut panjang Aida di terpa angin sehingga membuat wajah cantiknya bersinar. Aida mengangguk sambil memeluk erat tubuh suaminya dari arah belakang.
"Kau tidak membangunkan aku," ucapnya.
Adrian segera memutar tubuhnya supaya mereka berhadapan. Ia tertawa kecil sambil mencubit hidung mancung istrinya, rona merah merona di pipinya membuat Adrian semakin gemas.
"Kau sangat terlelap dalam tidurmu, mana mungkin aku membangunkanmu," sahuthya ia mengalungkan tangannya di pundak sang istri.
"Apa kau suka tempat ini?" Tanya Adrian sambil menodongkan wajahnya sehingga kedua wajah cantik dan tampan itu beradu pandang. Aida mengangguk cepat, Adrian segera merangkul tubuh ramping istrinya dan segera menempelkan bibir mereka berdua. Deburan ombak saksi atas cinta mereka berdua, mereka terus saling melepaskan hasratnya yang ada dalam benaknya.
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.
LIKE
KOMEN
VOTE
HADIAH
RANTINH 5.