
Pelayan yang berbaju putih berdasi kupu-kupu hitam itu mendekati Aida dan segera menawarkan minumannya. Aida tersenyum ramah ia pun segera mengambil satu gelas jus yang sudah di taburi obat perangsang. Tidak lama Aida menegung minuman itu, ada yang berbeda dalam dirinya. Aida merasakan panas sekeujur tubuhnya setelah ia meminum jus, ia segera keluar mencari udara segar.
Adrian curiga dan cemas melihat gelagat aneh yang di timbulkan Aida di depannya. Ia pun langsung mengikuti Aida, terlihat Aida sedang mengibas-ngibaskan tangannya ke area wajahnya.
"Aida kamu kenapa?" Tanya Adrian mendekati Adia di area parkir.
"Panas, aku mencari udara di dalam sangat panas. Adrian tolong antar aku pulang, aku mau mandi air dingin rasanya panas sekali sekujur tubuhku," seru Aida segera masuk ke dalam mobil. Tanpa berpikir panjang mereka melanjukan mobilnya membelah jalanan. Di dalam mobil, Aida terus menggerutu tubuhnya panas. AC mobil sudah di nyalakan tapi tetap saja Aida merasa kepanasan.
Adrian merasa heran ini seperti ada yang janggal. Sebelumnya Aida baik-baik saja akan tetapi di saat ia sudah meminum jus yang di berikan pelayan itu Aida merasakan panas yang amat.
"Adrian lebih cepat, aku kepanasan," seru Aida dia hampir mau membuka baju atasannya di dalam mobil. Untung saja mereka segera sampai di apartemennya, Aida tidak mau menunggu lama ia segera berlari menuju lift. Rasa panas itu semakin memuncak rasanya Aida ingin berlanj*ng untuk menghilangkan rasa panas di tubuhnya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai langkahnya tergesa segera membuka pintu apartemen. Adrian hanya bisa mengikutinya dari belakang, terlihat Aida segera membuka bajunya tanpa rasa malu ia berlari ke kamar mandi untuk merendam dengan air dingin.
Adrian hanya bisa duduk menunggu Aida keluar kamar mandi. Tapi yang di dapat hanya erangan yang terdengar dari dalam sana, Adrian segera berlari menuju kamar mandi. Wajah Aida memerah ia sedang mengguyur dirinya di bawah shower yang mengalir.
Tiba-tiba saja Aida melihat Adrian, ia berjalan mendekatinya. Lalu, Aida segera mencumb* habis Adrian.
"Lakukan Adrian, tolong sekujur tubuhku sangat panas," ujar Aida tidak henti mencumb*nya. Adrian hanya bisa pasrah kalau tidak dapat di tolong Aida akan tersiksa oleh perangsang itu. Adrian membawa tubuh Aida ke keluar kamar mandi dan merebahkannya.
"Adrian, lakukan tolong," pinta Aida.
Tidak dapat berkata-kata lagi Adrian segera membuka semua bajunya yang melekat melihat Aida seperti cacing kepanasan membuatnya tidak tega dan itu bisa membuat Aida tersiksa juga akibat reaksi obat yang dia minum.
"Siapa yang menaruh obat perangsang itu," gumam Adrian.
"Maafkan aku, segera mungkin aku akan menikahimu," ucap Adrian. Aida bisa mendengar sambil meneteskan air matanya, hanya inilah yang bisa menghilangkan reaksi obat rangsangan itu agar Aida selamat. Mereka pun bermain sepuasnya tanpa henti, Aida sangat lihai, erangan itu terdengar indah tubuh mereka di basahi keringat yang mengucur di setiap incinya. Sudah berapa kali mereka melepas pelepasan hingga akhirnya tubuh mereka tumbang di tempat tidur.
"Aku janji akan menikahimu dan akan mencari siapa yang menaruh obat itu," ucap Adrian sambil menutup matanya.
Jam empat sore mereka baru tidur nyenyak akibat permainan panas keduanya. Jam pun begitu cepat berlalu, jam 9 pagi. Adrian tidak menemukan Aida di dekapannya, ia mendengar tangisan di dalam kamar mandi. Adrian segera berjalan menuju kamar mandi terlihat air mengguyur tubuh Aida sedang menangis meratapi nasibnya.
"Pergilah Adrian, aku sudah kotor," isak tangis Aida sambil meringkuk di bawah shower. Tanda merah menjadi saksi mereka bermain semalam, Aida sangat menyesal entah bagaimana dia bisa terjebak.
"Aida."
"Pergi," pekik Aida sambil menangis kembali meratapi hal bodohnya.
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.
LIKE
KOMEN
VOTE
HADIAH
RANTING 5