One Night With Cassanova

One Night With Cassanova
Di tangkap juga



Mamih Sonya datang dengan santai masuk ke dalam rumah. Tampaknya ia tidak tahu bahwa Wisnu sudah pulang membawa bukti kuat untuk menceraikannya. Duduk bertumpang kaki dengan tatapan tajam di temani anak kesayangannya yaitu Tama.


Matanya membulat saat dia baru saja menginjakan kakinya ke dalam rumah megahnya. Tama duduk memeluk dadanya melihat ke arah orangtua-nya yang telah tega menghancurkan kepercayaan juga menghancurkan rumah tangga Papihnya yang mereka bina selama berpuluh-puluh tahun.


"Kamu sudah pulang, seperti pelac*r yang tidak tahu tata letak hidupnya. Kau bisa menghina Nancy yang sudah meninggal juga membenci anaknya yang tidak bersalah. Tapi kau tahu! Kaulah yang lebih hina darinya, sekarang aku ceraikan kamu langsung talak tiga.


Duarr.


Hatinya bagai di cabik penuh duri, dirinya tidak tahu akan seperti ini. Padahal Wisnu pergi ke luar kota untuk beberapa minggu, tapi Tama, dia sudah meninggal bahkan namanya ada tertera di layar monitor. Kali ini Mamih Sonya tidak akan bisa berbuat apa-apa lagi, semua hancur harta semuanya tidak akan bisa dia dapatkan. Karena kesepakatan itu telah di langgar olehnya.


"Tidak! Tama sayang kau kah itu sayang. Maafkan Mamah sayang, ini tidak seperti yang kalian tahu," ujarnya bergetar melangkah maju untuk memeluk anak kesayangannya. Tangan Tama melarang untuk stop, dan tidak mendekati dirinya.


"Mamah salah, kenapa kau tega berbuat padaku. Ke satu, Mamah melarangku untuk berdekatan dengan Aida. Kedua kau mengkhianati Papih, cukup sampai di sini bahkan aku jijik melihatmu ada di depanku," pekik Tama geram mengepal tangannya.


Wisnu segera menenangkan anaknya supaya tidak kebablasan. Air mata keluar dari pelupuk mata Tama, begitu sakit di khianati oleh ibunya sendiri. Tidur dengan selingkuhannya dan membiayai kehidupan Erik memakai uang Papihnya.


"Sayang, ini semua gara-gara kau Wisnu, kau puas menghancurkan hidupku. Kalau pun kau menceraikan'ku semu harta kamu aku miliki dan kalian bisa angkat kaki dari sini," ucapnya sambil tertawa lepas.


"Cukup! Mamih angkat kaki dari sini, bukti kuat ada di amplop coklat ini. Tama sudah berhasil mengelabui Mamih dengan cara memalsukan kematianku. Taktik ini di rancang dengan Adrian agar Mamih masuk ke sel tahanan membawa semua penyesalan," ujar Tama dan berlalu pergi.


"Tidak, tugasku belum selesai, membunuh anak sialan dan itu adalah tujuanku," pekik Mamih Sonya tapi berhasil di lerai oleh Wisnu supaya dia tidak bisa mengejar Tama.


Polisi datang dan segera menangkap Mamih Sonya, tidak akan ada yang mengganggu kehidupan Aida lagi. Mamih Sonya akan mendekam di penjara dan tidak berlaku menyogok seperti sebelumnya.


"Tidak, aku tidak mau di penjara, Wisnu tolong aku. Tama sayang lihatlah Mamih'mu tidak bersalah kenapa harus di penjara," pekiknya dan segera di bawa pergi oleh polisi.


****


Aida tidak habis pikir, Siska begitu murahan yang tega menghancurkan rumah tangga orang demi uang.


Aida hanya bisa diam mendengar semua penjelasan dari mulut suaminya. Air mata menetes, Aida pasti tahu Tama kini sedang bersedih akibat ulah orangtuanya.


"Jadi kematian Kak,Tama itu palsu hanya untuk menjebak Mamihnya sendiri agar tidak bisa melukaiku?" Tanya Aida. Adrian pun mengangguk dia melihat ada raut wajah sedih dari istrinya.


"Juga yang menolong kita dari tembakan itu Tama. Maafkan aku bukan maksud menyembunyikan semuanya padamu. Tapi semua sesuai rencana, Mamih Sonya tidak akan menghina juga menguntit'mu lagi sekarang," ucapnya sambil mengusap lembut air mata istrinya.


"Terima kasih, kalian memang hebat," seru Aida menghambur pelukan suaminya.


****


Siska mendapatkan info bahwa Mamih Sonya mendekam di penjara sehingga dia tidak bisa menerima uang yang di janjikan oleh Sonya kepadanya.


"Sialan, ini apa-apaan, muka'ku mau di bawa kemana. Sudah mengaku hamil dan tidak dapat pula uangnya, yang ada hanya malu sama Adrian juga Aida. Tante Sonya kau tidak dapat di percaya, menyebalkan sekali, bagaimana ini pasti mereka mengancamku," seru Siska menghentakan kakinya sangat kesal.


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.


LIKE


KOMEN


VOTE


HADIAH


RANTING 5.