
Di luar negri.
Clara Surya sudah ada di sana bersama Darren, kedua twins boy mereka sengaja tidak Clara bawa mengingat lagi ujian sekolah. Semua Clara percayakan kepada Ibu Farrah untuk selalu ada di sisi cucu kesayangannya.
"Kak, apa Amira punya musuh atau siapa itu, dari gerak-geriknya wanita ini sudah mengincar Amira sudah lama. Juga kenapa dia tahu Amira di rawat di rumah sakit ini?" Tanya Clara membuat Darren sedikit menaikan alisnya.
"Sebentar, Amira tidak punya musuh, dia hanya punya ibu tiri yang bernama Ayu. Kita sepakat untuk bertemu, tapi ayah Amira pergi mendadak ke luar kota. Otomatis kita batal untuk pertemuan pertama dengan Ayahnya," sahut Darren.
"Apa kau yakin Tante Ayu menerima Amira dengan sangat baik untuk keluarganya. Dari gerak-gerik ini dia adalah Tante Ayu," seru Surya menyelidik.
"Kau benar, aku tidak memikirkan hal itu sebelumnya. Amira tidak boleh tahu hal ini, mungkin setelah kita bisa bertemu Amira dia tidak boleh mengingat ayahnya dulu. Kita cari tahu apakah Tante Ayu sudah menerima Amira sebagai anak tirinya atau belum. Aku yakin dengan adanya Amira Tante Ayu punya niat terselubung," ujar Darren.
Surya pun membantu untuk mencari tahu keberadaan Ayu di jakarta. Dan info ini valid dari orang suruhannya Tante Ayu tidak berada di Indonesia melainkan pergi berlibur ke luar Negeri. Darren semakin penasaran apa yang membuat Tante Ayu berbuat demikian kepada Amira, apa karena harta atau yang lainnya.
Clara berniat untuk menjaga terus Amira agar bisa terus ada di sisinya selama Darren dan Surya menjalankan aksi untuk menjebak Tante Ayu. Setelah Amira di perbolehkan di jenguk dan di jaga oleh keluarganya.
"Amira, aku tidak akan membiarkanmu dalam bahaya. Kau sudah bisa merubah Kak Darren lebih baik dari sebelumnya, semoga kamu cepat sembuh dari penyakitmu ini," gumam Clara.
Di rumah sakit.
Seorang admin, memberitahu kepada perawat lain bahwa ada wanita tempo dulu pernah memaksa untuk menemui Amira. Mereka terus memperhatikan gerak-geriknya sehingga Ayu tidak bisa berbuat nekad untuk menyamar sebagai perawat lain.
"Maaf Nyonya, apakah Anda sedang kesulitan untuk menemukan jalan keluar rumah sakit ini?" Tanya perawat yang mengikuti Ayu sampai ke ruang ganti para perawat.
"Ahh, tidak mungkin aku lupa jalan keluar juga aku sangat pusing menemukan jalannya. Rumah sakit ini sangat mewah, apa kau mau membantuku?" Tanya balik Ayu.
"Maaf, Nyonya silahkan Anda keluar dari rumah sakit ini. Karena tujuan Anda di sini tidak jelas, mari ikut saya ke pintu utama," ucap perawat itu dan segera menarik tangan Ayu.
"Sialan, perawat di sini di bayar berapa sampai mereka bisa melihatku berjalan ke arah ruangan ini. Awas saja dua kali aku gagal, tapi untuk ketiga kali aku pastikan akan lolos," gerutu Ayu.
Perawat lain pun menghubungi Amira kembali karena wanita yang bernama Ayu memaksa masuk untuk bertemu Amira. Bahkan sampai nekad untuk memakai baju perawat.
"Kalau suami saya menghubungiku, bilang saja saya baik-baik saja. Juga aku lagi tidur istirahat, aku tidak mau dia khawatir tentangku," ucap Amira lirih sambil memegang tangan perawat Maria memohon.
"Kau wanita hebat, berjuangalah kau akan sembuh setelah melewati masa kritismu," ucap Maria melepaskam genggaman tanga Amira yang kini sudah di bawa ke ruang ICU.
Di depan pintu, Maria terus berdoa untuk kesembuhan pasiennya.
"Amira, pasien yang sangat baik dan sabar. Dia terus mempertahankan kandungannya supaya anaknya terlahir dengan selamat," ujarnya kembali sambil melipat kedua tangannya.
Dua hari kemudian.
Pengobatan Amira berjalan dengan lancar, hingga saat ini Amira sudah bisa di pindahkan ke ruang rawat semula. Dua hari Amira melawan masa kritisnya di ruang ICU. Dengan keajaiban semua berjalan lancar juga Amira bisa di katakan akan sembuh dari penyakitnya.
Darren tidak bisa menghubungi ponsel Amira karena memang ponselnya di matikan. Ia menerima kabar bahwa Amira kritis dan berada di ruang ICU. Dokter Wiliam mengatakan hal ini agar Darren berdoa untuk kesembuhan istrinya.
"Besok, adalah hari di mana kita bertemu Amira, aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya. Wajah cantik dan senyuman manisnya yang selalu aku rindukan. Amira aku yakin kau mampu melewati masa sakitmu." Ujar Darren berdiam diri sambil menatap ke arah rumah sakit yang menjulang tinggi tidak jauh dari tempat apartemennya.
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR
LIKE
KOMEN
VOTE
HADIAH
RANTING 5.