One Night With Cassanova

One Night With Cassanova
Kebenaran



Dokter Wiliam celingukan mencari orang yang telah melemparnya dengan batu. Ia melihat wanita cantik duduk di kursi taman sedang menangis, Dr Wiliam pun segera menghampirinya dan duduk di sebelahnya.


"Nona, lihatlah batu yang kau lempar mengenai kepalaku," ucap Dokter Wiliam. Tapi tidak di hiraukan oleh Anis yang masih menangis.


"Salahkah aku mencintainya, selama 8 tahun aku menunggu saat-saat dia mengatakan cinta padaku tapi apa balasannya dia tidak pernah mencintaiku," isak tangis Anis menyenderkan kepalanya di bahu Dokter wiliam.


"Nona, kau menyenderkan kepala'mu di bahuku, kau tidak sopan," celetuk Dokter Wiliam.


"Tidak adil, semua tidak adil, pergilah aku tidak mau di ganggu," seru Anis melanjutkan tangisannya. Dokter Wiliam hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sambil berdiri dan berlalu pergi.


"Kasian sekali wanita itu, padahal aku ke sana mau mempertanggung jawabkan lemparan batunya," kesal Dokter Wiliam kembali ke taman tengah melanjutkan aktivitas olah raganya.


****


Tama mendapat kabar bahwa Aida akan segera menikah dengan Adrian. Hatinya di penuhi api membara, dia segera melanjutkan mobilnya kencang untuk menemui Adrian di kantornya.


Tangannya mengepal geram, dia tidak terima Aida menikah dengan Adrian. Tama juga sudah membuat Anis sakit hati atas ucapannya semalam.


"Adrian kau sudah merebut cintaku, tidak akan aku biarkan kamu menikahi Aida. Hanya aku yang berhak menerima cintanya," kesal Tama.


Mobilnya terparkir tepat di depan kantor Adrian. Dia segera masuk dan menanyakan Adrian kepada sekertarisnya. Tapi Adrian hari ini tidak ada di kantor melainkan libur menjelang hari pernikahannya. Tama tambah marah, dia tahu apa yang harus dia lakukan sebelum mereka menikah.


"Lihat saja Adrian," geram Tama keluar kantor.


***


Di apartemen, Darren datang. Dia segera menemui Putrinya, terlihat wajah kacau dari Aida tapi setelah melihat Papahnya datang Aida segera bangkit dari tempat tidur.


"Pah."


"Kau tidur'lah sayang, maafkan Papah sudah mengusir'mu dari rumah tapi ini demi kebaikanmu. Percayalah kalau kamu sudah menikah dengan Adrian kau akan aman dia akan menjagamu," ucap Darren mengusap kepala Aida. Amira tersenyum akhirnya Darren datang juga menjenguk anaknya yang lagi terpuruk.


"Sekarang lihatlah apa yang akan terjadi pada Mamih Sonya. Semua bukti sudah Papah kumpulkan bersama Adrian, setelah itu kita lihat apakah dia akan bertaubat dan mengakui kesalahannya," seru Darren.


"Maafkan aku Pah, Aida tidak bisa menjaga kehormatan Aida," isak tangis Aida.


"Lupakan, ini bukan salahmu, Papah kira wanita itu tidak akan sampai ke titik ini untuk mencelakaimu. Ini sudah sangat keterlaluan," geram Darren.


Mamih Sonya berhasil memanipulasi dan mengadu domba antara Aida juga Adrian sehingga Adrian mempunyai dendam untuk Aida. Setelah Darren menyelidiki lebih kuat, Mamih Sonya pura-pura tidak tahu Nancy sudah meninggal padahal dia yang membunuh Nancy juga Aldo.


Awalnya Mamih Sonya hanya menjenguk tapi pertengkaran itu terjadi. Setelah itu Aldo datang untuk menjenguk Nancy, di saat Aldo ingin menyelamatkan Nancy yang sedang di pukul habis-habisan oleh Mamih Sonya dia juga gelap mata sehingga tertusuklah Aldo juga Nancy.


Mamih Sonya menyogok rumah sakit bahwa Aldo bunuh diri juga Nancy meninggal karena penyakitnya. Dia segera pergi setelah membayar semua yang ada di rumah sakit. Dia akan pura-pura tidak tahu Nancy di mana supaya dia tidak terlibat atas pembunuhan itu. Dan setelah Aldo meninggal, Adrian menuduh bahwa ini semua ulah keluarga Aida sehingga rencana Mamih Sonya untuk menghancurkan Aida berhasil.


Tapi Darren kalah cepat mengungkap kebenaran itu walaupun sudah delapan tahun lamanya. Tapi dia berhasil satu persatu bukti sudah dia pegang, Adrian syok setelah mengetahui semuanya dan berinisiatip untuk meminta maaf kepada Darren juga Amira karena dia pura-pura mencintai Aida.


Sekarang Adrian akan meyakinkan cintanya untuk Aida. Rasa cinta di hatinya tumbuh begitu saja dan dia akan melindungi Aida sampai maut memisahkannya.


"Adrian, setelah menikah nanti tolong jaga Aida, Om percaya penuh padamu," ujar Darren.


"Baik Om, saya akan terus menjaga Aida sepenuh hatiku sampai dia mencintaiku selamanya," sahut Adrian sambil nyengir kuda Aida hanya bisa tersipu malu.


****


Di rumah Mamih Sonya, dia mendapat kabar bahwa polisi sedang menuju ke rumahnya untuk menangkap dirinya.


"Sial."



Dokter Wiliam habis olga nih guys dan bertemu Anis di taman.


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.


LIKE


KOMEN


VOTE


HADIAH


RANTING.