
Aida membalikan tubuhnya supaya ia berhadapan dengan Adrian. Dirinya menghela nafasnya panjang, perasaan untuk Tama terus terlintas di hatinya. Aida belum bisa melupakan cinta pertamanya walaupun Mamih Sonya telah mengancam Aida.
"Aku ingin melupakan cintaku pada Kak Tama," ucap Aida menunduk.
"Kau tidak pantas mencintainya, aku yang lebih mencintaimu. Aida, beri aku kesempatan untukmu, agar aku bisa membuktikan semuanya padamu. Memang benar aku selalu bergunta-ganti wanita untuk aku tiduri selama kamu masih di luar negri. Tapi sekarang aku sudah berubah, tolong percayalah agar aku bisa memilikimu seutuhnya," seru Adrian menggenggam erat tangan Aida meminta kejelasan.
"Percuma aku menangisi semua masalah yang menimpaku. Semua itu tidak bisa membuatku lebih baik, aku akan berusaha berdiri lagi, kalau kamu memang sudah berubah buktikan padaku, aku akan kau beri kesempatan. Tapi kalau kamu masih sama! Aku tidak akan memaafkanmu," ucap Aida segera membalikan tubuhnya kembali dan fokus untuk memasak.
"Terima kasih, aku akan membuktikan bahwa aku telah berubah untukmu," seru Adrian memeluk Aida dari belakang.
***
Di butik.
Tama tidak konsen memilih baju untuk Anis, ia masih memikirkan bagaimana ia bisa kembali mendekati Aida. Dia akan meminta maaf atas apa yang telah di lakukan Mamih Sonya padanya.
"Kak, bagaimana baju yang ini, cocok'kan untuk kita nanti malam," seru Anis menentengkan baju couple yang sangat indah berwarna merah.
"Bagus, kita beli saja yang ini, kamu pasti cocok," sahut Tama asal sambil memeluk dadanya oleh kedua tangannya, juga menyilangkan kaki duduk diam.
Tidak lama, Adrian datang bersama Aida ke tempat butik yang sama. Tama semakin panas melihat genggaman erat tangan keduanya, Aida belum sadar ada Tama yang terus melihat ke arah dirinya.
"Itu Aida," pekik Anis segera menghampiri mereka berdua sambil menarik tangan Tama.
Adrian sangat geram, tapi ia tahan untuk tidak meninju kembali wajah Tama. Aida merasa kikuk bertemu Anis dan Tama di butik yang sama dengannya.
"Kalian ada di sini juga, kebetulan sekali Ida," seru Anis memeluk tubuh Aida yang hanya mematung melihat ke arah Tama. Ia sadar dan segera mengalihkan pandangannya.
"Kita mau beli baju untuk menghadiri acara nanti malam, kalian pasangan yang sangat cocok," ucap Adrian menyunggingkan senyumnya membuat Tama mengepal geram.
Adrian segera berlalu melewati mereka berdua, tidak di sengaja Aida melewati Tama dan tangannya pun di sentuh oleh Tama membuat Aida terkejut. Elusan tangan Tama membuat Aida tercengang atas apa yang di lakukannya pada Aida. Tama tersenyum sangat puas menyentuh tangan lembut Aida yang begitu saja melewati dirinya.
"Kak Tama," batin Aida melihat ke arah belakang sekilas. Tama memberikan senyuman manis untuk Aida membuat jantungnya berdegup kencang. Perasaannya ia tepis karena tidak mau Aida gagal untuk membuang rasa cintanya untuk Tama.
"Kau pakai baju yang ini, aku suka banget warna gaun hijau ini," ucap Adrian mengambil gaun yang ada di depannya.
Aida hanya bisa melamun masih memikirkan elusan tangan Tama. Ia hanya bisa diam tidak menggubris Adrian.
"Aida, apa kamu sakit?" Tanya Adrian membuyarkan lamunan Aida.
"Eh, tidak. Baju ini aku suka kok," jawab Aida asal.
Adrian tahu, Aida memikirkan Tama, terlihat dari raut wajahnya yang sangat gelisah. Nanti malam Adrian akan memastikan Aida tidak bisa bertemu Tama di acara reuninya.
***
Mamih Sonya gelisah, Tama dia hubungi pun tidak di angkat sambungan ponselnya.
"Satu Minggu lagi, Anis akan menjadi Istrimu Tama, mungkin pernikahan kalian mendadak tapi ini lebih baik untukmu juga Anis. Sebelum Aida merusak hubungan kalian berdua," ujar Mamih Sonya tersenyum kecut.
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR.
LIKE
KOMEN
VOTE
HADIAH
RANTING 5.