One Night With Cassanova

One Night With Cassanova
Happy anniversary



Malam yang sangat indah disinari bintang dan bulan yang ikut merayakan pesta ulang tahun pernikahan Amira dan Darren yang ke 9 tahun. Begitu bahagia kedua insan yang sedang memadu kasih. Cinta mereka tidak pudar di makan usia, semua masih sama seperti saat mereka jatuh cinta satu sama lain begitu juga Adrian dan Aida.


"Aku sangat mencintaimu, juga bayi kita," seru Darren. Dia mengambil kotak hadiah yang berisi cin-cin berlian terlulis nama mereka berdua di yaitu "DAMAR FOREVER" yang artinya Darren dan Amira selamanya. Semua orang yang menyaksikan mereka berdua berkumpul dan bertepuk tangan.


Amira meneteskan air mata kebahagiaan. Darren menci*m tangan istrinya dengan sangat lembut dan lari ke kening setelah itu ia menci*m perut istrinya.


"Terima kasih, nama yang sayang indah, aku juga sangat mencintaimu juga anak-anak kita," seru Amira. Seorang pelayan membawa nampan yang sudah di hias dengan sangat rapih di berikan kepada Darren. Amira segera mengambil kotak hadiah terlihat sedikit panjang berwarna merah tali pita berbentuk hati.


"Bukalah, ini kado untuk masa depanmu," serunya sambil menyodorkan kotak merah. Darren tersenyum, ia masih penasaran kotak hadiah itu apa isinya.


Darren membukanya dengan sangat pelan, jantungnya berdegup kencang tak menantu. Setelah di buka, ia tercengang saking senangnya Darren hanya bisa mematung melihat isi kotak itu USG bayi twins kembar.


Tangannya bergetar karena masih tidak percaya yang dia lihat USG itu sangat jelas ada dua janin yang ada di perut istrinya saat ini.


"Sayang, ini sungguh luar biasa, kenapa kau tidak memberitahuku bahwa kamu sudah di USG?" Tanya Darren memeluk Amira sambil meneteskan air matanya.


Setelah delapan tahun lamanya mereka menantikan buah hati tidak kunjung di beri sama yang maha kuasa. Dan sekarang buah kesabaran yang telah Tuhan kasih, dua bayi kembar ada di rahim istrinya. Air mata tidak bisa di bendung, semua tamu ikut terharu menyaksikan mereka berdua.


Darren menc*um seluruh wajah istrinya dan terakhir dia menc*m bibir ranum cukup lama sehingga di saksikan oleh semua tamu juga anaknya. Tepuk tangan semakin meriah, Aida ikut terharu melihat kedua orangtuanya yang sangat dia cintai.


Pungutan itu terlepas, bagian pipi Amira merah merona di wajahnya, dia sangat malu tapi bagaimana lagi dia tidak bisa menolaknya.


Aida datang menghampiri kedua orangtuanya. Malam ini sangatlah ramai, sungguh bahagia bagi keluarga Darren.


"Mamah selamat, akhirnya aku punya adik twins juga. Pasti mereka sangat gemas, terima kasih Mah atas kasih sayang yang telah Mamah berikan kepada Aida. Walaupun Aida bukan anak kandung Mamah tapi kau seperti Ibu kandungku. I love you, keluarga yang sangat Aida impikan sekarang tercapai, punya kedua orangtua lengkap, punya suami yang sangat sayang kepada Aida." Terang Aida memeluk kedua orangtunya sambil menangis haru.


Hendra datang bersama Rachel sekalian mau meminta maaf atas tindakan tidak terpuji Rachel kepada Amira.


"Ayah sangat mencintaimu sayang, selamat untuk pernikahanmu. Kau tahu selama berpuluh-puluh tahun ini Ayah bertanya-tanya kamu di mana sama Ibumu, sudah Papah cari ke mana-mana tapi tidak di temukan. Ayah sangat menyesal telah menelantarkan kalian," isak tangis di dalam pelukan Amira. Rachel hanya memutar bola matanya malas.


"Ayah, sudahlah itu hanya masalalu, Amira sudah melupakan hal itu. Ayah aku mencintaimu, kaulah ayahku yang paling hebat, masalalu hanya kesalahpahaman yang tidak perlu diingat, yang terpenting Ayah sehat Amira sangat senang melihat ayah ada di hadapan Amira sekarang," serunya sambil memeluk ayahnya dengan penuh kerinduan.


Hidup tanpa ayah selama bertahun-tahun sering di gunjing dirinya anak haram yang tidak jelas ayahnya di mana. Amira cukup sabar menghadapi para tetangga yang cukup pedas bila sudah mencaci maki Ibunya.


"Andai Ibu ada di sini, lihatlah Ayah sudah ada di sisi Amira. Ibu Amira sangat merindukanmu saat ini," batin Amira teriris sakit.



Amira



Aida.



Anis.